MORFOLOGI DAN INTEGRITAS INTI KEPALA SPERMATOZOA SAPI SIMENTAL PASCA LIOFILISASI DENGAN WAKTU

Main Article Content

adiansyah adiansyah
Ristika handarini

Abstract

Pengeringbekuan merupakan salah satu teknologi pilihan dalam pengawetan sel dan telah diaplikasikan secara luas termasuk sel spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk pelihat perubahan morfometri dan integritas inti kepala spermatozoa sapi pasca liofilisasi dengan waktu inkubasi yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan rancangan acak faktorial 2 faktor, faktor pertama: sumber semen (semen segar tanpa liofilisasi, semen segar liofilisasi dan semen beku liofilisasi) dan faktor kedua: lama inkubasi (0, 3 dan 6 jam). Uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan bila terdapat perbedaan nyata atau sangat nyata (SPSS 16). Peubah yang diamati: morfometri sperma (panjang, lebar dan luas kepala spermatozoa) dan integritas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan rataan morfometri spermatozoa segar: panjang (9.29 μm), lebar (4.78 μm) dan luas kepala spermatozoa (36.59 μm2) secara signifikan mengecil (P<0.05) setelah diikubasi selama 3 jam yaitu panjang (9.10 μm), lebar (4.72 μm) dan luas kepala spermatozoa (35.72 μm2). Pada inkubasi 6 jam menunjukkan perbedaan tidak nyata (P>0.05) terhadap panjang (9.24 μm), lebar (4.73 μm) dan luas kepala spermatozoa (35.89 μm2). Sperma segar dan beku yang diliofilisasi dan diinkubasi selama 3 dan 6 jam menunjukkan morfometri yang tidak berbeda nyata (P>0.05). Data inimenunjukkan bahwa ada upaya sperma mempertahankan diri pada lingkungan baru selama 3 jam dan menjadi normal kembali ukurannya pada inkubasi selama 6 jam. Integritas inti kepala spermatozoa tidak berbeda nyata (P>0.05) pada inkubasi 0, 3 dan 6 jam. Integritas inti sperma segar yang diliofilisasi menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0.05) pada inkubasi 3 jam, namun berbeda nyata (P<0.05) pada inkubasi 6 jam. Integritas inti sperma beku yang diliofilisasi setelah diinkubasi selama 6 jam mengalami penurunan drastis (P<0.05) yaitu 42% intak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah integritas inti sperma segar tanpa liofilisasi stabil setelah diinkubasi selama 6 jam, sementara sperma segar dan beku yang diliofilisasi mengalami penurunan pada integritas inti.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
adiansyah, adiansyah, & handarini, R. (2017). MORFOLOGI DAN INTEGRITAS INTI KEPALA SPERMATOZOA SAPI SIMENTAL PASCA LIOFILISASI DENGAN WAKTU. Jurnal Peternakan Nusantara, 1(1), 41–48. https://doi.org/10.30997/jpnu.v1i1.171
Section
Articles

References

Kardaya D, Supriyati, Suryahadi dan T Toharmat. 2001. Pengaruh suplementasi Zn-proteinat, Cu-proteinat dan amonium molibdat terhadap performans domba lokal. Media Peternakan 24: 1-9.
Kearl LC. 1982 . Nutrient Requirements of Ruminants in Developing Countries. Int'1Feedstuff Inst . Utah Agric. Exp.Sta.USU. Logan Utah . USA.
Mathius I-Wayan, M Martawijaja, A Wilson, dan T Manurung. 1996. Studi strategi kebutuhan energi-protein untuk domba lokal : I . Fase pertumbuhan. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 2 (2): 84-91 .
Matjik AA. dan IM Sumertajaya. 2002. Perancangan dan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Cetakan ke-2. IPB Press. Bogor.
McDonald P, RA Edwards, JFD Greenhalgh, and CA Morgan. 2002. Animal Nutrition. 6th Edition. Ashford Colour Press Ltd., Gospon.
Nataatmaja DM dan J Arifin. 2008. Karakteristik Ukuran Tubuh dan Reproduksi Jantan pada Kelompok Populasi Domba di Kabupaten Pandeglang dan Garut. Animal Production. 10(3):140-146
NRC (National Research Council). 1985. Nutrient Requirment of sheep. National Academy Press, Washington DC, USA.
Soeharsono dan A Musofie. 2007. Penampilan cempe hasil persilangan domba lokal dengan domba ekor gemuk yang dipelihara secara tradisional. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Balitnak Ciawi, Bogor.
Suparyanto A, Subandriyo, L Praharani, dan U Adiati. 2000. Keragaman sifat morfologis dan estimasi jarak pertalian genetik antarrumpun domba pada sentra produksi peternakan rakyat dan stasiun percobaan. Seminar Nasional Peternakan dan Veleriner. Balitnak Ciawi, Bogor.
Supriyati dan B Haryanto. 2007. Pengaruh suplementasi Zn-biokompleks dalam ransum terhadap pertumbuhan domba muda. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 12(4): 268-273.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2