KERIPIK SIMULASI EKSTRAK DAUN CINCAU HIJAU (Premna oblongifolia Merr.,)

Main Article Content

Hendri Hendra Loka

Abstract

Daun Cincau sering dimanfaatkan menjadi aneka minuman. Untuk menambah jenis olahan pangan berbahan baku daun cincau ini dilakukan pembuatan keripik simulasi ekstrak daun cincau. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbandingan ekstrak daun cincau, tapioka dan terigu pada pembuatan keripik simulasi ekstrak daun cincau hijau, mengetahui formulasi keripik simulasi ekstrak daun cincau hijau dan mengetahui kandungan zat gizi, jumlah kalori dan kandungan antioksidan produk terpilih. Keripik simulasi ini dibuat dengan empat perbandingan (Ekstrak Daun cincau hijau : Tepung Tapioka : Tepung Terigu) yaitu 0:40:30, 30:40:30, 35:35:40, 40:30:30 dengan dua kali ulangan. Analisis yang dilakukan meliputi organoleptik (uji mutu sensori dan rating hedonik), uji kandungan antioksidan, dan nilai gizi untuk keripik simulasi terpilih. Perbandingan ekstrak daun cincau hijau, tapioka dan terigu pada keripik simulasi ekstrak daun cincau hijau berpengaruh terhadap sifat organoleptik keripik simulasi. Keripik Simulasi ekstrak daun cincau hijau yang terpilih adalah keripik simulasi pada formula A4 (40:30:30),  memiliki kadar air 1,78 %, abu 1,78 %, lemak 10,68%, protein 9,08%, karbohidrat 76,67% , nilai energi 439,12 Kkal /100g sampel dan antioksidan 25,1 mg vit C / 100g sampel.

Article Details

Section
Articles

References

Almatsier S.2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia.
Astawan, M dan Kasih, L.A. Khasiat Warna-warni Makanan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Buckle, K.A., Edwards., Fleet, G.H., Wooton, M. 1987. Ilmu Pangan. Jakarta: UI Press.
Dalimartha, S. 2005. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 3, Temukan Rahasia Sehat dari Alam Sekitar. Puspawara.
deMan dan Jhon, M. 1997. Kimia makanan. ITB. Bandung
Katrin,. Elya, B., dan Shodiq, A.M. 2012. Aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi daun cincau hijau rambat (Cyclea Barbata Miers.) serta identifikasi golongan senyawa dari fraksi paling aktif. Journal Bahan Alam Indonesia 8:118-124.
Kusnandar F. 2010. Kimia pangan komponen makro. Dian Rakyat. Jakarta.
Lokesh D, Amitsankar D. 2012. Pharmacognostical evaluation and stablishment of quality parameters of medical plants of north-east india used by folklore healers for treathment of hypertension. J Pharmacogn 4:27.
Molyneux, P. 2004. The use of the stable free radical diphenylpicryl-hydrazyl DPPH for estimating antioxidant activity. Songklanakarin J. Sci. Technol. Vol. 26 2: 211-219.
Syamilah,DR. 2014. Formulasi keripik simulasi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.). Skripsi. Fakultas Ilmu Pangan Halal. Universitas Djuanda. Bogor.
Zulfiani R. 1992. Pengaruh Berbagai Tingkat Suhu Penggorengan Terhadap Pola Pengembangan Kerupuk Sagu Goreng. skripsi. Bogor: Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
Siregar, T.M., Eveline dan Jaya, F.A. 2015. Kajian Aktivitas dan Stabilitas Antioksidan Ekstrak Bawang Daun (Allium fistolosum L.). Jurnal Prosiding SNST ke-6. Fakultas Teknik. Universitas Wahid Hasyim Semarang.