Nilai Total Flavonoid dalam Black garlic (Allium sativum L.) berdasarkan fraksi pelarut dan Aktivitas Antioksidannya

Main Article Content

Gladys Ayu Paramita Kusumah Wardhani
Mia Azizah
Lisnawati Tri Hastuti

Abstract

Black garlic adalah produk bawang putih yang telah diproses melalui reaksi pencoklatan non enzimatis (Reaksi Maillard) pada suhu tertentu dalam waktu lama, sehingga menghasilkan senyawa baru yang mempunyai efek farmakologis, salah satunya sebagai antioksidan. Flavonoid merupakan kelompok senyawa fenolik terbesar yang terdapat pada tanaman, diketahui dapat   menangkal   stres   oksidatif di tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk   menentukan kandungan  total flavonoid dari fraksi   black garlic   (Allium Sativum L.) serta menentukan aktivitas antioksidannya pada fraksi yang memiliki nilai total flavonoid tertinggi. Tahap  pertama  adalah  perolehan  total ekstrak  metanol,  selanjutnya ekstraksi fraksinasi  menggunakan air, diklorometana dan n-heksana.  Tahap  kedua adalah  uji  kualitatif  senyawa  flavonoid dengan metode Wilstatter.  Tahap  ketiga  adalah  analisis  total  flavonoid dengan metode standar eksternal menggunakan instrumen Spektrofotometer UV-Vis. Tahap terakhir adalah uji aktivitas antioksidan dengan standar Kuersetin. Hasil yang diperoleh yaitu ekstrak black garlic dalam air, diklorometana, dan  n-heksana positif mengandung flavonoid. Ekstrak diklorometana memiliki nilai total flavonoid paling besar yaitu 55,68 mg QE/g ekstrak, diikuti oleh nilai total flavonoid ekstrak air dan ekstrak n-heksana masing-masing sebesar 10,31 dan 5,11 mg QE/g ekstrak. Nilai IC50 black garlic dalam ekstrak diklorometana sebesar 361,07 µg/mL sehingga digolongkan sebagai senyawa dengan tingkat antioksidan yang sedang.

 

Kata Kunci: black garlic, flavonoid, antioksidan, diklorometana

Article Details

Section
Articles