PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN OBAT HERBAL KUNYIT PUTIH

Main Article Content

Ita Novita
Himmatul Miftah
Muhammad Abdurohman Sunaryo

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat tidak hanya dalam bentuk primer (bentuk langsung hasil panen), namun juga dalam bentuk sekunder/simplisia (hasil olah sederhana dari bentuk primer) dan ekstrak (hasil olah lebih lanjut). Pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk primer maupun sekunder menjadikan konsumsi tanaman obat mengalami peningkatan. Salah satu jenis tanaman obat atau biofarmaka adalah kunyit (Curcuma domestica Val). Kunyit memiliki banyak manfaat sebagai obat dan bumbu masak. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan obat bahan alami ialah CV Toga Nusantara,  yang memproduksi berbagai jenis produk obat berbahan alami atau herbal. Produk CV Toga Nusantara yang beredar dipasaran salah satunya ialah extrak tanaman obat kunyit putih (Kaempferia rotunda L.) yang dikemas dalam bentuk kapsul agar mempermudah konsumen untuk mengkonsumsinya. . Munculnya berbagai macam produk olahan tanaman obat menuntut produsen/ perusahaan untuk lebih memahami perilaku konsumen. Konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan jenis obat herbal apa yang hendak dibeli.  Berbagai merek obat herbal yang ditawarkan di pasaran membuat konsumen cenderung mempunyai preferensi tertentu sebelum melakukan proses pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan pembelian obat herbal kunyit putih,  dan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap obat herbal kunyit putih. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan analisis konjoin, deskriptif dilakukan dengan wawancara langsung terhadap konsumen menggunakan kuisioner, sedangkan analisis konjoin digunakan untuk mengetahui atribut-atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam melakukan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan: Proses pengambilan keputusan pembelian dilakukan melalui empat tahap, yaitu tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif pembelian, dan evaluasi pasca pembelian. Preferensi konsumen mengacu pada atribut khasiat, tanggal kadaluarsa, label halal, kemasan, dan harga.

Article Details

Section
Articles

References

Anto Yuli. 2009. Analisis Preferensi Konsumen Jamu Serbuk Kemasan Di Kota Bogor, Jawa Barat [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Badan Pusat Statistik. 2017. Statistik Tanaman Biofarmaka Indonesia 2017. Jakarta : Badan Pusat Statistik.
Haris, Zahakir. 2008. Analisis Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Kapsul Herbal Dr Liza (Studi Kasus Hotel Salak The Heritage Bogor, Jawa Barat) [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor
Kotler P, Keller KL. 2008. Manajemen Pemasaran Jilid 2 Cetakan II. Edisi 12. Benyamin M, penerjemah; Bambang S, editor. Jakarta (ID): PT Indeks. Terjemahan dari : Marketing Mangement


Pinontoan Shanti Angelina. 2005. Analisis Faktor-Faktor Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Minuman Jamu Gendong (Studi kasus di Kelurahan Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat) [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Yudhianto, Eric. 2017. Perbandingan Preferensi Masyarakat Terhadap Obat Herbal Dan Obat Modern Di Puskesmas Sei Agul Kelurahan Karang Berombak Medan Tahun 2017 [skripsi]. Sumatera Utara (ID): Universitas Sumatera Utara.