JURNAL AGRIBISAINS https://ojs.unida.ac.id/AGB <p><span>Jurnal Agribisains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan, pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dan di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun: April dan Oktober. </span></p><p><span>Jurnal Agribisains telah memperoleh ISSN dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dengan nomor <a href="http://u.lipi.go.id/1489710727" target="_blank"><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;"><span style="font-family: helvetica; font-size: small;">2550-1151</span></span></span> </a>(<strong>online</strong>) dan <a href="http://u.lipi.go.id/1421383137" target="_blank"> <span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;"><span style="font-family: helvetica; font-size: small;">2442-5982</span></span></span></a> (<strong>print</strong>). Jurnal Agribisains telah terindeks <a href="http://sinta.ristekbrin.go.id/journals/detail?id=3783" target="_blank">SINTA</a>, <a href="https://scholar.google.co.id/citations?hl=id&amp;user=Z7x6xyEAAAAJ" target="_self">Google Scholar</a> dan <a href="http://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/13630" target="_blank">Garuda</a>.<br /></span></p>Lingkup naskah jurnal AgribiSains mencakup bidang ilmu :<br /><p>1. Sosial Ekonomi Pertanian</p><p>2. Agribisnis Pertanian</p><p>3. Sosiologi Pertanian</p> Universitas Djuanda Bogor en-US JURNAL AGRIBISAINS 2442-5982 <p>Authors who publish with <strong>Jurnal AgribiSains</strong> agree to the following terms:</p><ol><li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license" target="_blank">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in <strong>Jurnal <strong>AgribiSains</strong></strong><strong>.</strong></li><li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in <strong>Jurnal </strong><strong>AgribiSains</strong>. </li><li>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work</li></ol> EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM SERIBU DESA MANDIRI BENIH DI KABUPATEN BOGOR (STUDI KASUS KELOMPOK TANI “MITRA TANI” DESA KAREHKEL, KECAMATAN LEUWILIANG-KABUPATEN BOGOR) https://ojs.unida.ac.id/AGB/article/view/3530 <p>Kegiatan “Seribu Desa Mandiri Benih” merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat mendukung pencapaian produksi benih dalam upaya pemecahan masalah pertanian tanaman pangan dari aspek pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan petani penangkar pada Program Desa Mandiri Benih di kelompok tani Mitra Tani di Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, dan mengetahui tingkat efektivitas program Seribu Desa Mandiri Benih tersebut, serta menghitung seberapa besar pendapatan para petani penangkar benihnya. Sampel penelitian ini diambil di lokasi sebanyak 25 orang, dengan menggunakan Sensus untuk seluruh populasi. Sedangkan metode analisis yang digunakan secara kualitatif dan kuantitatif, yakni analisis deskriptif, analisis usahatani dan analisis efektivitas program. Skala yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur petani berkisar 40 sampai 59 tahun dengan persentase 40 %, berpengalaman sebagai penangkar benih selama 10 tahun, dan pendidikan responden lulusan SD tetapi berstatus sebagai petani pemilik usaha. Program Seribu Desa Mandiri Benih di kelompok tani Mitra Tani menunjukan telah berjalan efektif dilihat dari beberapa indikator seperti: aspek pemahaman program 68 % (tergolong tinggi), aspek ketetapan sasaran program 96% (tergolong tinggi), dan aspek berdasarkan perencanaan program 100 % (tergolong sangat tinggi). Penerimaan yang diperoleh petani penangkar benih untuk benih padi rata-rata sebesar Rp 3.722.300 dengan pendapatan yang merugi Rp -4.658.270 dengan R-C Ratio sebesar 0,44. Sedangkan penerimaan yang diperoleh petani untuk padi konsumsi lebih kecil lagi sebesar Rp 192. 000 dengan pendapatan Rp -8.105.950 dan R-C ratio 0,39. Hal ini menunjukkan usaha penangkaran benih merupakan usaha sambilan, bukan meruakan penghasilan utama keluarganya.</p> Siti Aisyah Wini Nahraeni Apendi Arsyad Copyright (c) 2020 JURNAL AGRIBISAINS 2020-12-11 2020-12-11 6 2 69 80 10.30997/jagi.v6i2.3530 PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN OBAT HERBAL KUNYIT PUTIH https://ojs.unida.ac.id/AGB/article/view/3371 <p>Pemanfaatan tanaman obat tidak hanya dalam bentuk primer (bentuk langsung hasil panen), namun juga dalam bentuk sekunder/simplisia (hasil olah sederhana dari bentuk primer) dan ekstrak (hasil olah lebih lanjut). Pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk primer maupun sekunder menjadikan konsumsi tanaman obat mengalami peningkatan. Salah satu jenis tanaman obat atau biofarmaka adalah kunyit (<em>Curcuma domestica</em> Val). Kunyit memiliki banyak manfaat sebagai obat dan bumbu masak. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan obat bahan alami ialah CV Toga Nusantara, yang memproduksi berbagai jenis produk obat berbahan alami atau herbal. Produk CV Toga Nusantara yang beredar dipasaran salah satunya ialah extrak tanaman obat kunyit putih (<em>Kaempferia rotunda</em> L.) yang dikemas dalam bentuk kapsul agar mempermudah konsumen untuk mengkonsumsinya. . Munculnya berbagai macam produk olahan tanaman obat menuntut produsen/ perusahaan untuk lebih memahami perilaku konsumen. Konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan jenis obat herbal apa yang hendak dibeli. Berbagai merek obat herbal yang ditawarkan di pasaran membuat konsumen cenderung mempunyai preferensi tertentu sebelum melakukan proses pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan pembelian obat herbal kunyit putih, dan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap obat herbal kunyit putih. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan analisis konjoin, deskriptif dilakukan dengan wawancara langsung terhadap konsumen menggunakan kuisioner, sedangkan analisis konjoin digunakan untuk mengetahui atribut-atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam melakukan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan: Proses pengambilan keputusan pembelian dilakukan melalui empat tahap, yaitu tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif pembelian, dan evaluasi pasca pembelian. Preferensi konsumen mengacu pada atribut khasiat, tanggal kadaluarsa, label halal, kemasan, dan harga.</p> Ita Novita Himmatul Miftah Muhammad Abdurohman Sunaryo Copyright (c) 2020 JURNAL AGRIBISAINS 2020-12-11 2020-12-11 6 2 81 88 10.30997/jagi.v6i2.3371 ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN BERAS ORGANIK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Kasus Orang Tua Siswa Sekolah Alam Indonesia – Studio Alam, Depok) https://ojs.unida.ac.id/AGB/article/view/3514 <p>Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2018, di Sekolah Alam Indonesia – Studio Alam, Sukmajaya, Kota Depok. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi karakteristik konsumen beras organik (2) Menganalisis persepsi konsumen terhadap beras organik (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen terhadap beras organic. Responden dalam penelitian ini berjumlah 58 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah <em>simple random sampling</em>. Metode yang digunakan dalam penelitian terbagi menjadi dua yaitu, kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif menggunakan <em>Rank Spearman</em> untuk melihat keeratan hubungan antara karakteristik responden dengan persepsi terhadap beras organic. Atribut beras organic dalam penelitian ini meliputi harga, rasa, aroma, warna, kandungan gizi, ketersediaan, keawetan, keaslian, dan sertifikasi produk. Variable karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi, umur, Pendidikan, pengeluaran, dan tanggungan keluarga. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik reponden berusia antara 26 – 47 tahun. Pendidikan terakhir yang ditempuh responden menengah sampai Pendidikan tinggi (98,27%). Rata-rata pengeluaran responden dalam satu bulan lebih dari Rp. 1.000.000 dengan mayoritas 75,86% lebih dari Rp 5.000.000. tanggungan responden berkisar antara 3 – 4 orang dan 5,17% diantaranya lebih dari 6 orang. Persepsi konsumen terhadap beras organic menunjukkan skor 69 atau termasuk dalam kategori cukup. Faktor usia berhubungan sangat kuat (0,814) dengan taraf signifikansi 99% serta factor Pendidikan (0,078) dan pengeluaran (0,332) dengan taraf signifikansi 95%. </p> Muhammad Fakhrudin Ar- Rozi Siti Masitoh Himmatul Miftah Copyright (c) 2020 JURNAL AGRIBISAINS 2020-12-11 2020-12-11 6 2 89 100 10.30997/jagi.v6i2.3514 ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KOPI BOGOR DI TIGA KEDAI KOPI BOGOR https://ojs.unida.ac.id/AGB/article/view/3545 <p>Kopi Bogor memiliki prospek yang sangat baik mengingat tingginya minat masyarakat terhadap kopi dan gaya hidup untuk menikmati kopi di kafe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen, mengetahui tingkat kepentingan konsumen terhadap atribut Kopi Bogor serta bagaimana preferensi konsumen terhadap Kopi Bogor. Data diambil dari 62 responden di Kedai Mad Coffee, Kesan Siloka Coffee &amp; Eatery dan Transit Coffee. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif, Multiatribut <em>Fishbein, </em>dan<em> Importance </em><em>Performance Analysis </em>(IPA). Hasil analisis menunjukan bahwa konsumen membeli Kopi Bogor karena memiliki citarasa yang khas. Rekomendasi teman merupakan sumber informasi pembelian Kopi Bogor. Pembelian Kopi Bogor dilakukan mendadak ketika diinginkan dan apabila tidak tersedia Kopi Bogor konsumen lebih memilih membeli kopi lain. Konsumen akan kembali membeli Kopi Bogor. Preferensi Kopi Bogor adalah jenis kopi robusta, rasa kopi pahit, aroma kopi khas, penyajian panas, ampas kopi tidak ada, dan efek setelah minum kopi terasa. Atribut yang dianggap penting dalam Kopi Bogor robusta adalah citarasa dan penyajian. Atribut yang dinilai kurang penting adalah kondisi ampas dan keasaman. Citarasa dan kondisi ampas dianggap memiliki kinerja yang sangat baik, atribut dengan kinerja kurang baik adalah kepahitan dan keasaman. Atribut yang dianggap penting dalam Kopi Bogor arabika adalah citarasa dan aroma. Atribut yang dinilai kurang penting adalah kondisi ampas dan keasaman. Citarasa dan kondisi ampas memiliki nilai kinerja yang sangat baik, atribut dengan kinerja kurang baik adalah keasaman dan kepahitan.</p> Muhammad Robi Ruslan Arti Yoesdiarti Himmatul Miftah Copyright (c) 2020 JURNAL AGRIBISAINS 2020-12-11 2020-12-11 6 2 101 114 10.30997/jagi.v6i2.3545 ANALISIS KELEMBAGAAN USAHATANI JERUK PAMELO DI KABUPATEN MAGETAN https://ojs.unida.ac.id/AGB/article/view/3639 <p>Magetan mrupakan sentra produksi pamelo di Jawa Timur. Di Magetan, lemahnya posisi tawar petani Jeruk pamelo dicirikan dengan sistem pemasaran yang diijonkan ketika masih di kebun sehingga harga menjadi murah. Salah satu cara mengembangkan ushatani jeruk pamelo adalah melalui pemberdayaan kelembagaan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat, pendorong dan strategi penguatan kelembagaan untuk meningkatkan usahatani Jeruk Pamelo. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukomoro, Bendo, dan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode <em>simple random sampling</em> berjumlah 37 orang petani, dan pengurus kelompok tani berjumlah 21 orang yang diambil secara <em>purposive</em>. Data dianalisis secara deskriptif eksplanatori dan analisis medan kekuatan (<em>Force Field Analysis</em>). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 faktor penghambat dan 12 faktor pendorong faktor penghambat terdiri atas umur petai tua, pendidikan, penerapan teknologi, pemeliharaan, kualitas bibit, sistem tebasan, penentuan harga, sumber pemasaran, akses pasar, manajemen gapoktan, peran serta petani, kualitas buah tidak menentukan harga, rendahnya kerjasama dalam pengadaan saprodi, kurangnya informasi dan akses ke lembaga keuangan, kemarau panjang, tingginya serangan hama dan penyakit, dan pandemi. Faktor pendorong terdiri atas pengalaman petani, keberagaman aksesi, kepemilikan lahan, kemudahan menjual hasil, petani aktif berkomunikasi, aktif mencari informasi budidaya, adanya pedoman teknik budidaya, bantuan bibit, bimbingan, penyuluhan, APM, kios sarana produksi, dan kesuainya materi PPL. Strategi penguatan kelembagaan adalah meningkatkan akses informasi dengan lembaga penunjang, membuat kerjasama penyampaian informasi, bimbingan dan evaluasi, menjaga kelestarian berbagai aksesi, bekerja sama dengan lembaga pemasaran/ asosiasi yang dapat meningkatkan <em>bergaining position</em> petani, akses dan informasi pemasaran.</p><p> </p> Wini Nahraeni Arifah Rahayu Siti Masithoh Fitria Maharani Copyright (c) 2021 JURNAL AGRIBISAINS 2021-01-08 2021-01-08 6 2 115 124 10.30997/jagi.v6i2.3639