ANALISIS KELEMBAGAAN USAHATANI JERUK PAMELO DI KABUPATEN MAGETAN

Main Article Content

Wini Nahraeni
Arifah Rahayu
Siti Masithoh
Fitria Maharani

Abstract

Magetan mrupakan sentra produksi pamelo di Jawa Timur. Di Magetan, lemahnya posisi tawar petani Jeruk pamelo dicirikan dengan sistem pemasaran yang diijonkan ketika masih di kebun sehingga harga menjadi murah.  Salah satu cara mengembangkan ushatani jeruk pamelo adalah melalui  pemberdayaan kelembagaan petani.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat, pendorong dan strategi penguatan kelembagaan untuk meningkatkan usahatani Jeruk Pamelo. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukomoro, Bendo, dan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur.  Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode simple random sampling berjumlah 37 orang petani, dan pengurus kelompok tani berjumlah 21 orang yang diambil secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif eksplanatori dan analisis  medan kekuatan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 faktor penghambat dan 12 faktor pendorong faktor penghambat terdiri atas umur petai tua, pendidikan, penerapan teknologi, pemeliharaan, kualitas bibit, sistem tebasan, penentuan harga, sumber pemasaran, akses pasar, manajemen gapoktan, peran serta petani, kualitas buah tidak menentukan harga, rendahnya kerjasama dalam pengadaan saprodi, kurangnya informasi dan akses ke lembaga keuangan, kemarau panjang, tingginya serangan hama dan penyakit, dan pandemi. Faktor pendorong terdiri atas pengalaman petani, keberagaman aksesi, kepemilikan lahan, kemudahan menjual hasil, petani aktif berkomunikasi, aktif mencari informasi budidaya, adanya pedoman teknik budidaya, bantuan bibit, bimbingan, penyuluhan, APM, kios sarana produksi, dan kesuainya materi PPL. Strategi penguatan kelembagaan adalah meningkatkan akses informasi dengan lembaga penunjang, membuat kerjasama penyampaian informasi, bimbingan dan evaluasi, menjaga kelestarian berbagai aksesi, bekerja sama dengan lembaga pemasaran/ asosiasi yang dapat meningkatkan bergaining position petani, akses dan informasi pemasaran.

 

Article Details

Section
Articles

References

Anantanyu, Sapja. 2011. Kelembagaan Petani: Peran dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya SEPA:Vol.7 No.2 Pebruari 2011 : 102 – 109. ISSN: 1829-9946 102
BPS. 2019. Laporan Perekonomian Indonesia 2019. Jakarta: BPS Indonesia
FAO. 2018. FAOSTAT. http://www.fao.org/faostat/en/#renkings/countries_by_ commodity [05 Maret 2020]
Kementan. 2016. Outlook Jeruk 2016. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 82/ tani dan Gabungan Kelompok Permentan/Ot.140/8/2013 Tentang Pedoman Pembinaan Kelompok tani. Kementerian Pertanian.
Peraturan Menteri Pertanian Nomor :48/Permentan/OT.140/2009 Kementrian Pertanian. 2016.
Sumardjo. 2012. Rekayasa Sosial. Dalam Poerwanto, Roedhy et.al.(2012). Merevolusi Revolusi Hijau (Pemikiran Guru Besar IPB Buku III) Sumardjo. 2012. Rekayasa Sosial. Dalam Poerwanto, Roedhy et.al.(2012). Merevolusi Revolusi Hijau (Pemikiran Guru Besar IPB Buku III)
Suswadi dan Sutarno. 2017. Analisa Dinamika dan Kemandirian Kelembagaan Ekonomi Petani dengan Penerapan Pertanian Organik Bersertifikasi di Kabupaten Boyolali. Prosiding seminar Nasional Progam Studi Bimbingan Konseling, 22 Agustus 2017.
Sianipar dan Entang. 2003. Teknik-teknik Analisis Manajemen. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara RI
Yuniarti, Sri; Djoko Susilo, Fuad Albayumi. 2017. Penguatan Kelembagaan dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Petani Tebu. Prosiding Seminar nasional dan Call for Paper) – Jember. 27-28 Oktober 2017 (hal 498-505) ISBN:978-602-5617-01-0 Ekonomi dan Bisnis (SNAPER-EBIS 2017