PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica) DALAM AIR MINUM TERHADAP KUALITAS TELUR BURUNG PUYUH

Main Article Content

nandang saeful amin
anggraeni anggraeni
elis dihansih

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan ekstrak kuniyit (Curcuma domestica) dalam air minum terhadap kualitas telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Rancangan yang digunakan berupa rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuna dan 4 ulangan. Perlakuan RO (kontrol) tanpa penambahan larutan ekstrak larutan kunyit, R1= 1 ml ekstrak larutan kunyit, R2= 2 ml ekstrak larutan kunyit, R3= 3 ml ekstrak larutan kunyit dan R4= 4 ml ekstrak larutan kunyit. Peubah yang diamati adalah Tebal Kerabang (mm), Indeks Telur (%), Warna Kuning Telur dan Nilai Haugh Unit. Hasil uji statistik menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) tebal kerabang, indeks telur, haugh unit kecuali pada warna kuning telur. Hasil statistik menunjukkan pemberian 4 ml (R4) ekstrak kunyit menghasilkan rataan paling tinggi dibandingkan dengan 1 ml (R1). Indeks telur berkisar antara 74,41-79,06 %. Sedangkan haugh unit pada penelitian ini menghasilkan nilai rataan berkisar antara 78,95-86,60 %.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
saeful amin, nandang, anggraeni, anggraeni, & dihansih, elis. (2017). PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica) DALAM AIR MINUM TERHADAP KUALITAS TELUR BURUNG PUYUH. Jurnal Peternakan Nusantara, 1(2), 115–125. https://doi.org/10.30997/jpnu.v1i2.244
Section
Articles

References

Anggorodi R. 1995. Ilmu Makanan Ternak Unggas. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Anonim. 1984. Gema Penyuluhan Pertanian (Pemberian Pakan Pada Burung Puyuh). Dirjen Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta.
Atmajaya, Dhanu A. 2014. Pengaruh Ekstrak kunyit (curcuma domestica val) dan temulawak (curcumaxanthorrhiza roxb) dalam air minum terhadap persentase dan kualitas organoleptik karkas ayam broiler. [Skripsi]. Universitas Brawijaya.
Balittro. 2008. BudidayanTanaman Kunyit. Artikel.http://www.balittro.go.id/incles/kunyit. pdf. Diakses pada 28 Desember 2012.
Chung Tk. 2002. Yellow and red careotenoids for egg yolk pigmentation. 10thAnnual ASA Southeast Asian Feed Technology and Nutrition Workshop. Merlin Beach Resort, Phuket, Thailand.
Church DS and Pond WG. 1988, Basic Animal Nutrition and Feeding. Edisi ke 3. Jhon Wiley and Sons. New York. 13,45,117.
Dewansyah A, 2010. Epek suplementasi vitamin A dalam ransum terhadap produksi dan kualitas telur burung puyuh. [Skripsi]. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
GarretRL, FarlandLZ Mc, FrantiCE.1972. Selected Characteristics of Eggs produced by Japanese Quail (Coturnix coturnix japonica). Poultry Science 51: 1370-1376.
Hapsoh, Hasanah Y. 2011. Budidaya Tanaman Obat dan Rempah. Medan: USU Press. Hal. 53.
Hazim JA, Razuki WM, Al-Hayani WK, Al-Hassani AS. 2010. Effect of dietary linseed on egg quality of laying quail. Int J Poult Sci 9(6): 584-580.
Kul S, Seker I. 2004.Phenotypic correlation between some external and internal egg quality traits in the Japanese quail (Coturnix coturnix japonica). Int. J. Poult. Sci. 3: 400-405.
Kusumoastuti ES.1992. Penggunaan pengaruh zeolit dalam ransum puyuh (coturnix coturnix japanika) terhadap produksi dan kualitas telur pada priode produksi umur 13-19 minggu. [Skripsi]. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Listiyowati, Roospitasari K. 2004. Puyuh Tatalaksana Budidaya secara Komersil. Penebar Swadaya, Jakarta.
Mahmond TH, Colman TH. 1967. Comparation of the proportion of component partbof bob white and coturnix eggs Poult Sci 46:1168-1171.
Marsudi,Cahyo S. 2012. Puyuh. Penebar Swadaya. Jakarta.
Natarajan CP, Lewis YS. 1980. Technologi of Ginger an Turmeric. Procceding of the Nasional Seminar on Ginger. Turmeric. Central Plantation Corps Research Institute Krala. India.
National Research Council (NRC). 1997. National Science Education Standards. Wasington, DC: National Academy Prass.
Nugroho E, MayunIGK. 1991. Beternak Puyuh. Eka Off Set, Semarang.
NugrohoAN. 1998. Manfaat dan Prospek Pengembangan Kunyit. Trubus Agriwidya. Ungaran.
North MO, BellDD. 1992. Commercial Chicken Production Manual. 4thEdition. An AVI Book Published by Van NostrandReinbold. New York.
PappasJ. 2002. “Coturnix Japonica” (On-line), Animal Diversity Web.http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/accounts/information/Coturnix/ japonica.html. (25Mei 2006).
Roberts JR. 2004. Factors Affecting Eggs Internal Quality in Laying Hens. Rev J. Poul. Sci. 41: 161-177.
Rachmat K. 2008. Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit (Curcumadomestica Val.) dalam Ransum Yang Diberi Minyak Jelantah terhadap Performan Ayam Broiler(The Effect of Curcuma domestica In Ration ThatContaining Residue Coconut Oil on BroilerPerformance).[Skripsi]. Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado.
Rahayu IHS. 2001. Karakteristik fisik dan nutrisi telur ayam Merawang. Seminar.
Rasyaf M. 1981. Memelihara Burung Puyuh. Kanisius. Yogyakarta.
Rizal Y. 2006. Ilmu Nutrisi Unggas. Andalan University Press, Padang.
Romanoff AL, RomanoffAJ. 1963. The Avian Egg. John Wiley and Son. Inc, New York.
Setiawan D. 2006. Performa produksi burung puyuh (coturnix coturnix japonica) pada perbandingan jantan dan betina yang berbeda. [Skripsi].Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.
Sidik RS, Syarif S, Sumadilaga dan Sularko RM. 1995. Aktivitas Antibakteri Daun Sirih (Piper Betle Linn) terhadap bakteri gingivitis dan bakteri pembentuk Plak atau Karies Gigi. Warta Tumbuhan Obat Indonesia. Kelompok Kerja Nasional tumbuhan Obat Indonesia.
Silva WA.2008. Quail egg yolk (Coturnix coturnix japanica), enriched with omega-3 fatty acids. LWT – Food science and Technologi 42 (2009) 660-663.
Song KT, Choi SH, Oh HR. 2000. A comparison of egg quality of phesant, chukar, quail and guinea fowl. AJAS.13(7):986-990.
Stadelman WJ,CotterillOJ. 1995. Egg Science and Technology. Fourted. Food Product Press. An Imprint Of The Haworth Press. Inc. New York. London.
Standar Nasional Indonesia (SNI). 2006. Ransum Puyuh Petelur (Quail Grower).
Sudaryani T. 2006. Kualitas Telur. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sudrajat D, Kardaya D, Dihansih E, Puteri SFS. 2014. Performa produksi telur burung puyuh yang diberi ransum mengandung kromium organik. JITV 19(4): 257-262
Sumbawati. 1992. Penggunaan beberapa tingkat zeolit dengan tingkat protein dalam ransum burung puyuh terhadap produksi telur, indeks putih telur dan indeks kuning telur. [Skripsi]. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sudibya, 1989. Suplementasi Vitamin A Dalam Ransum Terhadap Produksi dan Kualitas Telur Itik.[Tesis] Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Suprijatna ES, Furi NR.2008. Performance of production an egg quality in Japanese quail (Coturnix coturnix japonica) fed low dietary protein suplemented by comersial enzyme. [Skripsi] Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro . Semarang.
Taryono. 2001. Budidaya dan Pengolahan Tanaman Kunyit(Curcuma domestika Val.). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. pp 1-29.
Thomas ANS (1989). Tanaman Obat Tradisional. Kanisius. Yogyakarta.
Tillman, Allen D, Hari H, Soedomo R, Soeharto P, Soekanto L. 1989. Ilmu Makanan TernakDasar. Gadjah Mada Press. Yogyakarta.
Tiwari KS, Panda B. 1978. Production and Quality Characteristics of Quail Egg. Indian J. Poultry Sci. 13 (1): 27-32.
USDA. 2000. Egg Grading Manual. Washington DC (US). United States Department of Agricultural Handbook No:75.
Wahyu J. 1997. Ilmu nutrisi Unggas. Gadjah Mada.
Wiradimadja R. 2007. Dinamika Status Kolesterol Pada Puyuh Jepang (Coturnix coturnixjaponica) Yang Diberi daun Katuk (Sauropus androgynus, L.Merr) dalam Ransum [Disertasi]. Bogor : Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.
WoodardAE, WilsonWO. 1973. Japanese Quail Husbandry in The Laboratory (Coturnix-coturnix japonica). Department of Avian Science. University of California. Davis.
Yuliesynoor YY. 1985. Pengaruh tingkat pemberian feed suplement omafal – 12 dalam ransum terhadap produks telur burung puyuh(Coturnix coturnix Japanica). [Skripsi]. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Yuwanta T. 2007. Telur dan Produksi Telur. Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4