PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG BUNGKIL INTI SAWIT DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP KARKAS AYAM KAMPUNG

Authors

  • candra lukmana
  • Hanafi Nur
  • Anggraeni anggraeni

DOI:

https://doi.org/10.30997/jpnu.v2i2.622

Abstract

Ayam kampung merupakan ayam lokal di Indonesia yang sudah terkenal di masyarkat. Bungkil inti sawit (BIS) merupakan hasil olahan dari proses pengolahan inti sawit menjadi Palm Kernel Oil (PKO). Zat makanan yang terdapat pada bungkil inti sawit yaitu kandungan protein kasar sebesar 18-19%. Penelitian dilaksanakan pada bulan mei sampai bulan juli 2015 di kandang ternak unggas Program Diploma Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung bungkil inti sawit dalam ransum komersil terhadap karkas ayam kampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Masing-masing terdiri dari 4 perlakuan dan 4ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu : R0 = 100% Ransum Komersil, R1 = 90% Ransum Komersil + BIS 10%, R2 = 85% Ransum Komersil + BIS 15% dan R3 = 80% Ransum Komersil + BIS 20% . Data yang diperoleh dianalisa menggunakan Analisys Of Variance (ANOVA), bila data menunjukan hasil yang berbeda nyata (p<0,05) dilanjutkan dengan uji Duncan. Subtitusi Tepung Bungkil Inti Sawit dalam ransum komersil terhadap karkas ayam kampung tidak berpengaruh nyata terhadap Bobot potong, persentase karkas, persentase jeroan rempela dan jantung dan persentase potongan komersil. (p>0,05), akan tetapi berpengaruh nyata terhadap persentase bobot hati (p<0,05) pada perlakuan R0 dan R3

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggorodi, H.R. 1990. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Badan Pusat statistik Nasional. 2011.Produksi Kelapa sawit nasional. Jakarta.

Badan Pusat statistik Nasional. 2013.Produksi Ayam Kampung nasional. Jakarta.

Bakhri, Z.1986. Meningkatkan produktifitas ayam kampung.Poultry Indonesia. No. 81, September 1986. Margie Group. Jakarta.

Barhiman, S. 1976. Kualitas Karkas ayam kampung persilangan dengan RIR. Karya ilmiah. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Card L. E. and Neshiem M.C. 1972. Poultry Production. 11th Ed. Lea and Febiger Philadelphia.

Crawley S.W.Sloan D.R. Hale. R.K. 1980 yield and Composition of Edible and Edible by-Produck of broiler processes at 6,7,8,and 8 week of Age. Poultry science 59 : 2244-2246.

Hadiwiyoto, S. 1992. Kimia dan Teknologi Daging Unggas. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Universitas Gajah Mada.Yogyakarta.

Irwani,N.2002. Trichoderma Viride Jamur ajaib untuk kesehatan ternak. Http//www.unila.ac.id/ipteks/ (Diunggah 16 Desember 2015).

Kamal, M. 1984. Pemanfaatan bungkil kelapa sawit sebagai bahan pakan ayam pedaging. Pros. Seminar Pemanfaatan Limbah Pangan dan Limbah Pertania nuntuk Makanan Ternak. LKN-LIPI, Bandung. hal. 52-57.

Mansjoer.S.S. 1985. Productivity of native chiken and native rhod island rd in confinenment system. Center for animal research and development. Ciawi Bogor.

Mattjik AA, Sumertajaya IM. 2006. Perancangan Percobaan, dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Edisi kedua. Bogor: IPB Press.

Merkley. J.W.B.T Weinland. G.W. Malone and G.W.Chaloupka. 1980. Evaluation of commercial brolers crosses .2. Eviscreated Yield and Component parts. Poultry Science. 59:1755-1760.

Muryanto,Hardjosworo, P.S, Herman, R.dan Setijanto, H., 2002. Evaluasi karkas ayam hasil persilangan antara ayam kampung jantan dengan ayam ras petelur betina.Animal Production, 4:71-76.

Morran, ET, H.R. Orr. 1970. Influence of strain on the yield of commercial part from the chiken broiler carcass. Poultry. Sci (49): 725-726.

Putnam P. A. 1991. Hanbook of Animal Science. Academy Press. Sandiego

Snyder E.S. dan Orr H. L. 1964. Poultry Meat Processing Quality Factor.

Pond, W. G., D. C. Church and K. R. Pond. 1995. Basic Animal Nutrition andFeeding. 4th Edition. John Wiley and Sons, New York.

Retnoadiati N. 2001. Persentase Berat karkas, Organ dalam dan Lemak Abdomen Ayam Broiler yang diberi Ransum Berbahan Baku Tepung Kadal. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Simanjuntak,D.D.S.1998. Penggunaan Aspergilus niger untuk meningkatkan nilai gizi bungkil inti sawit dalam ransum broiler. Tesis. Program pasca sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Suryadi, H. W.G. Pilliang. 1993. Pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai pellet ransum komplit ruminansia. Laporan Penelitian.Pusat Antar Universitas Ilmu Hayati. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Soeharsono. 1976. Respon broiler terhadap berbagai kondisi lingkungan [disertasi]. Universitas Padjajaran. Bandung.

Wahyu J.1997.Ilmu nutrisi unggas. Universitas Gadjah Mada press. Yogyakarta.

Widhiarti. 1987. Pengaruh level energy dan level protein pakan terhadap performan karkas dan lemak abdominal pada tingkat umur ayam broiler. Karya Ilmiah. Pascasarjana Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Downloads

Published

2016-10-24

How to Cite

lukmana, candra, Nur, H., & anggraeni, A. (2016). PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG BUNGKIL INTI SAWIT DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP KARKAS AYAM KAMPUNG. Jurnal Peternakan Nusantara, 2(2), 66–72. https://doi.org/10.30997/jpnu.v2i2.622

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 1466 times