PERFORMA PERTUMBUHAN DOMBA LOKAL JANTAN YANG MENDAPAT PAKAN TEPUNG KULIT KOPI

Authors

  • Deden Sudrajat

DOI:

https://doi.org/10.30997/jp.v3i2.599

Abstract

Kulit kopi adalah salah satu limbah pengolahan kopi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji respon performa pertumbuhan domba lokal yang
mendapat pakan tepung kulit kopi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, Perlakuan terdiri atas: R0 : Rumput lapang 70%
+ 30% konsentrat tanpa tepung kulit; R1 : Rumput Lapang 70% + 30% konsentrat dengan tepung
kulit kopi 5% ; R2 : Rumput lapang 70% + 30% konsentrat dengan tepung kulit kopi 10% ; R3 :
Rumput lapang 70% + 30% konsentrat dengan tepung kulit kopi 15%. Hasil penelitian menunjukkan
pemberian tepung kulit kopi tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering dan protein
kasar serta pertumbuhan bobot badan, lingkar dada dan pertumbuhan tinggi pundak, tetapi
berpengaruh terhadap konsumsi serat kasar, lemak kasar dan TDN) serta pertambahan panjang
badan. Sehingga pemberian ransum tepung kulit kopi tidak memberikan hasil yang signifikan
terhadap performa ternak, namun pemberian tepung kulit kopi sebanyak 5% menghasilkan IOFC
paling tinggi dan efisiensi pakan yang lebih baik.

References

Aboenawan, L. 1991. Pertambahan berat
badan, konsumsi ransum dan total
degistible nutrient (TDN) pellet isi
rumen dibanding pellet rumput pada
domba janta. Laporanpenelitian.
Fakultas Peternakan, Institut Pertanian
Bogor, Bogor.
Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan
Ternak Umum. PT Gramedia, Jakarta.
Aregheore, E. M. 2000. Crop residues and
agroindustrial by product in four
Pasific Island countries: availability,
utilization and potensial value in
ruminant nutrition. Asian-Aust.j.of
Anim.Sci. 13 (Supplement B): 266-
269.
Blakely, J. dan D. H. Bade. 1985. Ilmu
Peternakan. Edisi Ke-IV. Terjemahan
: Bambang Srigandono. Gadja Mada
University Press, Yogyakarta.
Boorman, K. N. 1980. Dietary constraints
on nitrogen retention. In: P.J. Buttery
and D.B. Lindsay. Protein Deposition
in Animals. Butterworths, London.
Church, D. C. 1991. Digestive Physiologi
and Nutrition of Ruminants. Oregon
State Uneversity Press, Carvallis,
Oregon.
Coleman, S. W. & J. E. Moore. 2003. Feed
quality and animal performance. Field
Crops Res. 84:17-29.
Devendra, C. and G.B. McLeroy. 1992.
Sheep breeds. In : C. Devendra and G.
B. McLeroy (Editor). Goat and sheep
Production in The Tropic. ELBS.
Longman Group Ltd, England.
Djadjuli, M. 1982. Perbandingan Nilai
Gizi Untuk Empat Macam Hijauan
Pada Ternak Domba. Laporan
Penelitian. Fakultas Peternakan,
UNPAD.
Haddad, S. G. & H. M. Younis. 2004. The
effect of adding ruminally protected
fat in fattening diets on nutrient
88 A Sihotang Tepung Kulit Kopi dan Efisiensi Pakan
intake, digestibility and groeth
peformance of Awassi lambs. Anim.
Feed Sci. Tech. 113:61-69.
Haryanto, B. dan A. Djajanegara, 1993.
Pemenuhan kebutuhan Zat-zat
Makanan Ternak Ruminansia Kecil.
Sebelas Maret University Press,
Surakarta.
Inounu, I. Dan K. Dwiyanto. 1996.
Pengembangan ternak domba di
Indonesia. Jurnal Penelitian dan
Pengembangan Pertanian, XV (3): 61-
68.
Lu, C.D., J.R. Kawas, & O. G. Mahgoub.
2005. Fiber digestion and utilization in
goats. Small Rumin. Res. 60:45-65.
Martawidjaja, M. 1998. Pengaruh taraf
pemberian konsentrat terhadap
keragaan kambing kacang betina
sapihan. Prosiding seminar nasional
peteernakan dan veteriner. Balai
penelitian ternak, Bogor.
Murni, R.Suparjo. Akmal. B.L. Ginting.
2008. Buku Ajar Teknologi
Pemanfaatan Limbah untuk Pakan.
Laboratorium Makanan Ternak.
Fakultas Peternakan Universitas
Jambi.
Mulyaningsih, T. 1990. Penampilan
domba ekor tipis (ovis aries) jantan
yang digemukan dengan beberapa
imbangan konsentrat dan rumput
gajah (Pennisetum purpureum).
Skripsi. Fakultas Peternakan Institut
Pertanian Bogor, Bogor.
Murtidjo, B. A. 1993. Memelihara Domba.
Kanisius, Yogyakarta.
National Research Council (NRC). 1995.
Nutrient Reguirements of sheep. 11th
Editon. LEA and Debiger,
Thailadelphia. P:235-239.
National Research Council. 1994. Nutrient
Requirement of Poultry. 9th Revised
Edition. National Academy Press,
Washington.
National Research Council. 2006. Nutrient
Requirement of Sheep. National
Academy Prees, Washington
Nolan, M.F., Valda, C., Handayani, S.W.,
and Floyd, R. 1994. Agriculture,
population, and environment: A look
at commercial of small ruminant
production in south Asia. In Strategic
Development of Small Ruminant
Production in Asia and the Pacific.
Proceedings of a symposium held in
conjunction with 7th Asian
Australasian Association of Animal
Production Societies Congress
(Subandriyo and R.M. Gatenby,
Editors). Small Ruminant
Collaborative Research Support
Program, University of California
Davis, USA. pp.137-155.
Parakkasi, A. 1995. Ilmu Nutrisi dan
Makanan Ternak Ruminan.
Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Parakkasi, A. 1998. Ilmu Nutrisi
Ruminansia Pedaging. Departemen
Ilmu Makanan Ternak. Fakultas
Pertanian. Institut Pertanian Bogor:
Bogor.
Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan
Makanan Ternak Ruminan.
Universitas Indonesia. Jakarta.
Pond, W. G., D. C. Church, & K. R. Pond.
1995. Basic Animal Nutrition and
Feeding. 4th Edition. John Wiley and
Sons press, New York
Phang dan Lenvita. 2001. Pemanfaatan
bekatul, pollard dan jagung pada
media tumbuh terhadap produksi
tubuh buah jamur Shitake (Lentinula
edodes) di Dataran Rendah Ciomas,
Bogor. Skripsi. Fakultas Teknologi
Pertanian. IPB. Bogor.
Prawirodigdo, S., Tati Herawati, dan
B.Utomo. 2004. Pemanfaatan kulit
kopi sebagai komponen pakan
seimbang untuk penggemukan ternak
domba. Prosiding Seminar Nasional
Teknologi Peternakan dan Veteriner ,
halaman: 438-444 (I.W. Mathius, S.
Bahri, Tarmudji, L.H. Prasetyo, e.
Triwulaningsih, B. Tiesnamurti, I.
Sendow, dan Suhardono, Editor).
Pusat Penelitian dan Pengembangan
Peternakan, Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian, Departemen
Pertanian, Bogor.
Sarwiyono, J. H. G. Holmes dan B.
Mcllroy. 1988. Pengaruh penambahan
urea tetes dalam pakan kambing perah
laktasi. Prosiding Pertemuan Ilmiah
Ruminansia. Balai Penelitian
Peternakan Bogor.
Sitepu, N. 2011. Penampilan Produksi dan
Reproduksi Calon Induk Domba
Lokal (Jonggol) yang Mendapat
Ransum dengan Sumber Energi yang
Berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan.
Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Soeparno. 1992. Ilmu dan Teknologi
Daging. Gajamada University Press,
Yokyakarta.
Soeparno. 1994. Ilmu dan Teknologi
Daging. Gajah Mada University Press,
Yogyakarta.
Standar Nasional Indonesia. 1996. SNI
Bungkil Kelapa. SNI. 01-2904-1996.
Sudarman, A., K. G. Wiryawan & H.
Markhamah. 2008. Penambahan sabun
kalsium dari minyak ikan lemuru
dalam ransum: 1. Pengaruhnya
terhadap tampilan produksi domba.
Med. Pet. 31 (3): 166-171.
Sugeng, B. 2002. Sapi Potong. Penebar
Swadaya, Jakarta.
Suharti, F. M., W. Suryapratama dan S.
Rahayu. 2004. Analisis sifat fisik
rumput lokal. Animal production 6 (1)
: 37-42.
Sumantri C, Einstiana, Salamena, & I
Inounu. 2007. Keragaan dan hubungan
phylogenic antar domba lokal
Indonesia melalui pendekatan analisis
morfologi. J.Ilmu Ternak Veteriner
12: 42-54.
Sutardi, T. 1981. Sapi Perah dan
Pemberian Makanannya. Deprtemen
Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak.
Fakultas Peternakan. Institut Pertanian
Bogor. Bogor.
Steel, R.G.D. dan J.H. Torrie. 1991.
Prinsip dan Prosedur Statistika Suatu
Pendekatan Biometrik. Edisi Kedua.
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta
Tillman, E., H. Hartadi, S.
Reksohadipradjo dan S.
Labdosoeharjo.1989. Ilmu Makanan
Ternak Dasar. Gadja Mada University
Press, Yogyakarta.
Tillman, E., H. Hartadi, S.
Reksohadipradjo dan S.
Labdosoeharjo.1998. Ilmu Makanan
Ternak Dasar. Gadja Mada University
Press, Yogyakarta.
Tomaszewska, M.W., Sutama Putu, I.K.,
& Chaniago, D. T. 1991. Reproduksi,
Tingkah Laku dan Produksi Ternak di
Indonesia. PT Gramedia Pustaka
Utama . Jakarta.
Toha, M.D., D. Darmawi, H. Ediyanto, &
Z. Elymaizar. 1999. Pengaruh
Pemberian Jerami Jagung Sebagai
Pengganti Rumput Alam Dalam
Ransum Terhadap Pertumbuhan
Domba Lokal Jantan. Jurnal
Peternakan dan Lingkungan. 5 : 37-
41.
Tomaszewska, M. W., I..M. Mastika, A.
Djajanegara, S. Gardiner & T. R.
Wiradarya. 1993. Produksi Kambing
dan Domba Indonesia. Sebelas Maret
University Press, Surakarta.
Trisyulianti, E.1998. Pembuatan wafer
rumput gajah untuk pakan ruminansia
besar. Seminar Hasil-Hasil Penelitian
Institut Pertanian Bogor. Jurusan Ilmu
Nutrisi dan Makanan Ternak .
Fakultas Peternakan. Institut Pertanian
Bogor. Bogor.
Utomo, R., 1982. Kemungkinan
Penggunaan daging buah kopi (coffee
90 A Sihotang Tepung Kulit Kopi dan Efisiensi Pakan
pulp) untuk ransum pedaging.
Laporan Penelitian. Proyek PPT-UGM
Tahun 1981/1982. Lembaga Penelitian
Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Wiradarya, T. R. 1998. Usaha
meningkatkan produksi daging ternak
domba dan kambing melalui
peningkatan kadar protein ransumnya.
J. II. Petanian Indonesia 1(1) : 37-44.
Zaenudin, D dan Murtisari, T. 1995.
Penggunaan Limbah Agro-Industri
Buah Kopi (Kulit Buah Kopi) dalam
Ransum Ayam Pedaging (Broiler).
Prosiding Pertemuan Ilmiah
Komunikasi dan Penyaluran Hasil
Penelitian. Sub Balai Penelitian
Klepu. Ungara

Downloads

Published

2017-03-23

How to Cite

Sudrajat, D. (2017). PERFORMA PERTUMBUHAN DOMBA LOKAL JANTAN YANG MENDAPAT PAKAN TEPUNG KULIT KOPI. Jurnal Pertanian, 3(2), 78–90. https://doi.org/10.30997/jp.v3i2.599

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 482 times

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.