PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG AMPAS KELAPA DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP ENERGI METABOLIS AYAM KAMPUNG

Main Article Content

julianti kapriani
Deden Sudrajat
Dede Kardaya

Abstract

Ampas kelapa merupakan limbah yang mempunyai kandungan nutrisi yang baik, sehingga berpotensi dijadikan pakan ternak ayam khususnya ayam kampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji energi metabolis ayam kampung dengan mensubstitusikan sebagai pakan komersil dengan tepung ampas kelapa. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2015 sampai januari 2016 di Laboratorium Lapangan Ternak Unggas, Program Studi Peternakan, Universitas Djuanda Bogor. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini P0 100% Pakan komersil, P1 90% Pakan komersil + 10% Tepung ampas kelapa, P2 80% Pakan komersil + 20% Tepung ampas kelapa, P3 70% Pakan komersil + 30% Tepung ampas kelapa. Data yang diperoleh dari analisis menggunakan Analisys of Variance (ANOVA) dan uji Duncan. Peubah yang diamati adalah konsumsi energi metabolis, energi metabolis ransum dan energi metabolis ampas kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi metabolis ayam kampung selama penelitian tidak berbeda nyata (P>0,05), energi metabolis ransum ayam kampung menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05) dan energi metabolis ampas kelapa. Substitusi ransum komersil dengan tepung ampas kelapa dapat dilakukan sampai tingkat 30% tanpa mengurangi kandungan energi metabolis ayam kampung.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
kapriani, julianti, Sudrajat, D., & Kardaya, D. (2016). PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG AMPAS KELAPA DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP ENERGI METABOLIS AYAM KAMPUNG. Jurnal Peternakan Nusantara, 2(1), 51–56. https://doi.org/10.30997/jpnu.v2i1.367
Section
Articles

References

Anggorodi HR. 1994. Ilmu makanan ternak umum. Jakarta: Gramedia Pusat Utama.

Bahri S, Rusdi. 2008. Jurnal Evaluasi Energi Metabolis Pakan Lokal pada Ayam Petelur J Agroland 15 (1) : 75-78.

Hanifah A. 2010. Taksonomi Ayam. Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan UNS. (8 November 2015)

Haryono, Ujianto, A. 2000. Jurnal Penentuan Energi Metabolis (EM) Bahan Pakan Ayam di Kandang Percobaan Unggas Ciawi. Bogor.

Iskandar SD, Zainuddin S, Sastrodihardjo T. Sartika P, Stiadi dan Sutanti T. 1998 Respon pertumbuhan ayam kampung dan ayam silangan pelung terhadap ransum berbeda kandungan protein, JITV 3:1-14. Puslitbang Peternakan Bogor.

Khalil, Sumitri dan Jalaludin. 2001. Peningkatan efisiensi pemeliharaan anak ayam buras. Media Peternakan 24 (3) : 30 ̶ 34.Lesson S, Summers JD. 1991. Commercial Poultry Nutrition. University Books. Guelph. Canada

Leeson S, Summers JD. 2001. Nutrition of the Chicken. 4th Edition. Guelph, Ontario, Canada.
Manisha DebMandal, Shyamapada Mandal. Coconut (Cocos nucifera L.: Arecaceae): In health promotion and disease Prevention. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine (2011)241-247.

Maynard LA, Loosli JK, Hintz HF, and Warner RG. 1979. Animal nutrition. Philippine: Seventh Edition McGraw-Hill Book Company.

McDonald P, Edward RA, Greenhalghjfd, And Morganca. 2002. AnimalNutrion. 6th Edition. Longman Scientific And Technical. New York

Nieto RC, Prieto I, Fernandez-Figarez and Augilera JF. 1995. Effect of Dietary protein Quality on Energy Metabolism in Growir Chickens. British Journal of Nutritions.

NRC. 1994. Nutrient Reguirements of Poultry. 9th. National Acedemy of Science. Yogyakarta.

Rachman Ansori, 1989. Pengantar teknologi fermentasi. Departemen pendidikan kebudayaan dirjen dikti pusat antar. Universitas Pangan dan Gizi IPB, Bogor.

Purawisastra S. 2001. Pengaruh isolat galaktomanan kelapa terhadap penurunan kadar kolesterol serum kelinci. Warta litbang kesehatan. Vol.5 (3&4). http://www.digilib@litbang.depkes.go.id.

Pusat penelitian sumberdaya hayati dan bioteknologi. 201. Hasil analisis proksimat tepung ampas kelapa. Bogor: insitut pertanian bogor.

Rasyaf M. 1998. Beternak Ayam Kampung. Penebar Swadaya. Jakarta.

Resnawati HA, Gozali I, Barchia AP, Sinurat T dan Antawidjaja. 1998. Penggunaan berbagai tingkat energi dalam ransum ayam buras yang dipelihara secara intensif. Laporan penelitian. Balai Penelitian Ternak, Bogor.

Sakariadi S dan Wawo B. 2004. Penyusunan Ransum Ayam Buras Secara Sederhana. Fakultas Peternaan Unhas, Makassar.

Sibbald IR & Wolynetz M. S. 1985. Relationship between estimates ofbioavalaible energy made with adult cockerels and chicks. Effect of feed intake and nitrogen retention. Poultry Sci. 64 :127-138.

Sartika T. 2006. Studi keragaman fenotik dan genetik ayam kampung (Gallus gallus domesticus) pada populasi dasar seleksi. http //balitnak. litbang. deptan. go. id diakses (8 November 2015)

Schaible PJ. 1979. Poultry Feed and Nutirient. 3rd Ed. Avi Publishing Co. Inc., Wesport. Connecticut

Scoott ML, Neisheim MC dan Young RJ. 1982. Nutrition of chicken. 3rd Edition. Published Scoot ML and Assiciates: ithaca, New York.

Septiwan 2007. Respons Produktivitas dan Reproduktivitas Ayam Kampung dengan Umur Induk yang Berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Siswohardjono W. 1982. Beberapa Metode Pengukuran Energi Metabolis Bahan Makanan Ternak pada Itik. Makalah Seminar Fakultas Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sukamto B. 2009. Peningkatan Produktivitas Ayam Lokal melalui Perbaikan Kualitas Pakan dalam rangka Membantu Ketahanan Pangan. Pidato Pengukuhan Guru Besar Ilmu Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Tillman ADH, Hartadi S, Reksohardiprodjo P, Soeharto dan

Soekamto L. 1996. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Wahyu J. 2004. Ilmu Nutrisi Unggas. Cetakan ke-5. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Wiguna, imam. 2007. Emas yang tercecer. 10 Oktober 2015.

Winarno, F.G.S, Fardiaz dan D. Fardiaz, 1980. Pengantar pakan. PT Gramedia, Jakarta