SANTRI BERAKSI DALAM MEMAHAMI KEMAJEMUKAN BUDAYA ASIA MELALUI CERITA BERGAMBAR

Main Article Content

Mia Perlina
Indrani Dewi Anggraini
Wiwit Sariasih
Latifah Latifah

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Qur’an yang berlokasi di Desa Karihkil, Ciseeng, Bogor. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris para santri yang memerlukan peningkatan dalam berbicara (speaking) Bahasa Inggris yang diperkuat dan diperkaya dengan pendekatan keterampilan berbahasa yang terintegrasi dengan keterampilan berbahasa lainnya seperti menyimak (listening), membaca (reading), dan menulis (writing). Untuk mencapai tujuan tersebut, tim PKM memutuskan untuk memilih kegiatan mendongeng (storytelling) dengan menggunakan media ajar cerita bergambar cerita rakyat dari sepuluh negara di Asia Tenggara yang bersumber dari SEAMEO storytelling cards. Melalui metode proses belajar berbasis PAKEM (Pendidikan secara Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan) dan PAKAR (Pendidikan Karakter), 40 Santri Putri PPA Nurul Qur’an dimotivasi dan ditingkatkan kemampuan multikognisi, afektif, serta psikomotoriknya. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa para peserta mengikuti kegiatan PKM dengan antusias tingi, ceria, dan proaktif dalam semua tahapan proses kegiatan PKM. Mereka juga memberikan respon positif terhadap kegiatan PKM ini. Selanjutnya, metode dan hasil kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi kegiatan PKM selanjutnya yang memiliki tema atau tujuan yang serupa, yakni meningkatkan keterampilan berbicara melalui storytelling. Akan tetapi, disarankan pula agar kegiatan pembelajaran bisa menggunakan media yang lebih variatif.

Article Details

How to Cite
Perlina, M., Anggraini, I. D., Sariasih, W., & Latifah, L. (2022). SANTRI BERAKSI DALAM MEMAHAMI KEMAJEMUKAN BUDAYA ASIA MELALUI CERITA BERGAMBAR. Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 10–19. https://doi.org/10.30997/qh.v8i1.4268
Section
Articles

References

Anwar, A. (2004). Pendidikan kecakapan hidup (life skills education), Bandung: Penerbit Alfabeta
Astri, D. (2018, September 20). Manfaat mendongeng bagi perkembangan otak dan emosi anak. Popmama. https://www.popmama.com/kid/4-5-years-old/astri-diana/manfaat-mendongeng-bagi-perkembangan-otak-dan-emosi-anak/4
Handayani, S. (2016). Pentingnya kemampuan berbahasa Inggris sebagai dalam menyongsong ASEAN community 2015. Jurnal Profesi Pendidik, 3 (1), 102-106. http://ispijateng.org/wp-content/uploads/2016/05/PENTINGNYA-KEMAMPUAN-BERBAHASA-INGGRIS-SEBAGAI-DALAM-MENYONGSONG-ASEAN-COMMUNITY-2015_Sri-Handayani.pdf
Iriance, I. (2018). Bahasa Inggris sebagai bahasa lingua franca dan posisi kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia diantara anggota MEA. Prosiding Industrial Research workshop and national seminar, 9, 776-783. https://jurnal.polban.ac.id/index.php/proceeding/article/view/1149/944
Liputan 6. (2019, January 11). Pengertian budaya menurut para ahli, jangan keliru memaknainya. https://www.liputan6.com/citizen6/read/3868276/pengertian-budaya-menurut-para-ahli-jangan-keliru-memaknainya
Omer, N. (2015). Pentingnya pendidikan karakter dalam dunia pendidikan. Manajer Pendidikan, 9 (3), 464-468.
Rukiyah, R. (2018). Dongeng, mendongeng dan manfaatnya. ANUVA, 2 (1), 99-106. http://ejournal.undip.ac.id/index.php/anuva
Saifurrohman, S. (2014). Pendidikan berbasis karakter. Jurnal Tarbawi, 11 (2), 47-54. https://ejournal.unisnu.ac.id./JPIT/article/view/215/371
Utomo, S. B. (2013). Mendongeng dalam perspektif pendidikan. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 3 (1), 1-8. https://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JA/article/view/901/813