HAK ASASI MANUSIA SEBAGAI BAROMETER HUKUM DAN GLOBALISASI

Main Article Content

Dadang Suprijatna

Abstract

Human rights as a barometer of the law in its formation is to see from the social phenomena that grow and develop in society that gave birth to social contract. Society is understood as the unity of separate individuals who build a personal bond before the emergence of society itself. The state's form of responsibility to its people is to create opportunities for people to gain their rights, as a form of contribution to the people as legitimate owners. The State can no longer ignore any form of any popular will, it is a Right that must be protected and gained great influence from other societies, including the international community globally, which can ultimately affect and / or become a barometer of globalization. Globalization is portrayed as increasing interconnection and social interdependence, politics, economy, law and culture of society behavior, but globalization has also resulted in diminishing the virtue of nation state even an important phenomenon that can not be avoided by anyone, any nation and any country, including Society, nation and state of Indonesia. For that it is fitting for the people and the Indonesian nation to be wary of the growth and development of Globalization that can damage the Mission of Pancasila as the Reject Measure the life of nation and state.

Article Details

How to Cite
Suprijatna, D. (2017). HAK ASASI MANUSIA SEBAGAI BAROMETER HUKUM DAN GLOBALISASI. JURNAL HUKUM DE RECHTSSTAAT, 3(1), 15–26. https://doi.org/10.30997/jhd.v3i1.740
Section
Articles

References

A. Buku
Bahar, Ujang Otonomi Daerah Terhadap Pinjaman Luar Negeri, Jakarta, Indeks, 2009.
Basah, Syachran, Ilmu Negara, Citra Bakti, Bandung, Citra Bakti, 1992.
Darmodihardjo, Darji dan Shidarta, Pokok-Pokok Filsafat Hukum, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2004.
D.J. Elzinga, D.J. De Democratische Rechtstaats Als Ontwikkeling Perspectif, dalam Schelma (ed) De Rechtstaats Herdacht, W.E.J. Tjeenk Willink , Zwolle, 1989.
Gautama, Sudargo, Pengertian Tentang Negara Hukum, Bandung, Alumni, Bandung, 1983.
Ibrahim, R, Prospek Badan Usaha Milik Negara Dan Kepentingan Umum, Bandung, Citra Adytia Bakti, 1997.
Kusumaatmadja, Mochtar, Konsep-Konsep Hukum Dalam Pembangunan, Bandung, Alumni, 2002.
Komisi Hukum Nasional, Gagasan Amandemen UUD 1945 suatu Rekomendasi, Jakarta, KHN 2008.
MD, Machfud , Demokrasi dan Konstitiusi Di Indonesia, Jakarta, Rineka Cipta, 2000.
Ridwan, Hukum Administrasi Negara, Jogyakarta, UII Press, 2002.
Wahjono, Padmo, Indonesia Negara Berdasarkan Atas Hukum, Jakarta, Ghalia Indonesia, 1983.


B. Peraturan Perundang-Undangan

Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar 1945.
Indonesia (2003). Undang-Undang Tentang Mahkamah Konstitusi UU No. 24 Tahun 2003. LN No. 98 Tahun 2003, TLN 4316.
Indonesia (2004). Undang-Undang Tentang Kekuasaan Kehakiman Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 LN No. 8 Tahun 2004, TLN No. 4358.
Indonesia (2004). Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung, LN No. 9 Tahun 2004, TLN No. 4359.
Indonesia (2004). Undang-Undang Tentang Komisi Yudisial UU No. 22 Tahun 2004 LN No. 89 Tahun 2004, TLN No. 4415. .
Indonesia (2011). Undang-Undang Tentang Perubagan atas Undang-Undang No. 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. LN No. 106 Tahun 2011, TLN No. 5250.
Kementerian Keuangan (2010) Keputusan Menteri Keuangan No. 191/KMK.01/2010 Tanggal 3 Mei 2010 Tentang Tim Reformasi Pajak.

C. Disertasi, Kamus, Artikel, Dll

Attamimi S, A. Hamid, Peranan Keputusan Presiden RI Dalam Penyelenggaraan Negara, Disertasi, Doktor, Universitas Indonesia, Jakarta, 1990.
Amanwinata, Rukmana, Pengaturan dan Batas Implementasi Kemerdekaan Berserikat dan Berkumpul Dalam Pasal 23 UUD 1945, Disertasi, doktor, Universitas Padjadjaran, Bandung, 1996.
Bahar, Ujang, Wewenang Pemerintah Daerah Terhadap Pinjaman Luar Negeri, Disertasi, Doktor, Universitas Padjadjaran, Bandung, 2008.
Harijanti, Susi Dwi “Kekuasaan Kehakiman Yang Merdeka : Tinjauan Teori dan Praktek Di Indonesia” dalam Gagasan Amandemen UUD 1945 (KHN, 2008) , 44.
Hikmah, Mutiara, “Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Menjamin Hak Konstitusional Warga Negara pada Proses Demokratisasi Di Indonesia” Hukum dan Pembangunan 39 No. 4 (Oktober 2009) : 437-454.
Istiqlal, Agus, Makna Otonomi Daerah Menurut UUD 1945 dan Hubungannya Dengan Dampak Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah Terhadap Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Disertasi, Doktor, Universitas Padjadjaran, Bandung , 2004.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka Edisi Keduda, 1994.
MD, Mahfud, “Kekuasaan Kehakiman Pasca Amandemen UUD 1945” dalam gagasan Amandemen UUD 1945 Suatu Rekomendasi, (KHN 2008), 15.
Majalah Komisi Yudisial Volume IV No. 6 (Juni-Juli 2010) : 17.
Yuliandri, “Pmbagian Wewenang dan Pertanggung jawaban Kekuasaan Kehakiman Pasca Amandemen UUD 1945” dalam gagasan Amandemen UUD 1945 Suatu Rekomendasi, (KHN 2008), 66.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>