Manajemen Peserta Didik dalam Program Tahsin Membaca Al-Qur’an di SMAIT Ummul Quro

Main Article Content

Ujang Ahmad Yani
Budi Handrianto
Abdul Hayyie Al Kattani

Abstract

Permasalahan yang menjadi penyebab peserta didik pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) belum mampu membaca Al-Qur’an adalah adanya perasaan malu yang dimiliki peserta didik untuk belajar membaca Al-Qur’an, dikarenakan di perkampungan-perkampungan saat ini sudah jarang sekali para remaja untuk belajar mengaji, tidak jarang ketika pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya materi Al-Qur’an para peserta didik tidak masuk kelas karena takut mendapat giliran membaca Al-Qur’an. Maka dari itu diperlukan pengelolaan yang baik agar peserta didik mengikuti program untuk menuntaskan baca Al-Qur’an. Oleh karena itu diperlukan manajemen yang baik dalam menuntaskan baca Al-Qur’an yang berhubungan dengan peserta didik yaitu manajemen peserta didik dalam program tahsin membaca Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen peserta didik dalam membaca Al-Qur’an di SMAIT Ummul Quro, yang memiliki keunggulan dalam program tahsin dalam penerapan metode yang dikembangkan sendiri yaitu metode Nuri (Cahayaku). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah selanjutnya adalah teknik analisis data reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tahapan manajemen peserta didik yang diterapkan meliputi: (1) analisis kebutuhan peserta didik dengan mempertimbangkan ketersediaan ruang kelas dan tenaga pengajar, (2) penerimaan peserta didik baru meliputi pembentukan panitia, menetapkan kuota daya tampung, membuat persyaratan calon peserta didik baru, jadwal pendaftaran, jadwal seleksi, dan jalur pendaftaran peserta didik baru, (3) seleksi peserta didik meliputi jalur reguler dan jalur prestasi yang dibagi kepada prestasi hafalan Al-Qur’an, akademik dan non akademik, (4) orientasi peserta didik dengan melakukan beberapa kegiatan seperti dauroh Al-Qur’an, motivasi Al-Qur’an, matrikulasi materi tahsin, danmetode menghafal Al-Qur’an, (5) pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, (6) pembinaan dan pengembangan; bagi peserta didik yang belum tuntas ujian tahsin akan dicekal mengikuti ujian akademik dan diberikan pembinaan melalui pelajaran tambahan, jika dengan pelajaran tambahan masih belum tuntas maka disarankan untuk mengikuti bimbingan belajar dengan menghadirkan guru ngaji ke rumahnya (7) pencatatan dan pelaporan berupa format perkembangan dan penilaian capaian tahsin serta di akhir semester melaporkan hasil belajar peserta didik melalui raport dari dinas pendidikan, (8) kelulusan dan alumni; peserta didik dinyatakan lulus dari program tahsin membaca Al-Qur’an apabila telah menuntaskan jilid 1 sampai 4, gharib dan tajwid. 

Article Details

Section
Articles

References

Annas, A. N. (2017). Manajemen Peserta Didik Berbasis Kecerdasan Spiritual Pendidikan Islam. TADBIR: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 132-142.

Annuri, Achmad. (2019) Panduan Tahsin Tilawah Al-Qur’an & Pembahasan Ilmu Tajwid, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Aryawan, I. W. (2019). Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan Melalui Optimalisasi Penerapan Manajemen Peserta Didik. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 5(1), 35-45. DOI: 10.23887/jiis.v5i1.18778.g11092

Balitbangdiklat, 2017, Indeks Literasi Al-Qur’an Siswa SMA. [Online],

https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/berita/indeks-literasi-al-qur-an-siswa-sma, 4 Mei 2020.

Deniyati, N. (2017). Manajemen Rekrutmen Peserta Didik. Jurnal Isema: Islamic Educational Management, 2(2). DOI: 10.15575/isema.v2i2.5000

Farida, E. (2013). Kemampuan Baca-Tulis Al-Qur'an dan Penguatan Agama Siswa Madrasah Tsanawiyah di 8 Kota Besar di Indonesia. Edukasi, 11(3), 294671. DOI: 10.32729/edukasi.v11i3.419

Gunawan, I., Benty, D. D. N., Kusumaningrum, D. E. (2019) Manajemen Peserta Didik: Suatu Pengantar, Depok: Rajawali Pres.

Ilyas, Yunahar. (2014) Kuliah Ulumul Qur’an. Yogyakarta: Itqan Publishing.

Ilyasin, M. (2019). Manajemen Peserta Didik dalam Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Karakter di Satuan Pendidikan. FENOMENA, 69-79. DOI: 10.21093/fj.v11i1.2143

Junaidi, J. (2016). Pelaksanaan Manajemen Peserta Didik Pada Man Beringin Kota Sawahlunto. al-fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 3(1), 37-46. DOI: http://dx.doi.org/10.31958/jaf.v3i1.388

Khoiruddin, H., & Kustiani, A. W. (2020). Manajemen Pembelajaran Tahsin Al-Quran Berbasis Metode Tilawati. Jurnal Isema: Islamic Educational Management, 5(1), 55-68.

Moleong, L. J. (2007). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhyiddin, 2018, 50 Persen Umat Islam Indonesia Belum Bisa Baca Al-Qur’an. [Online],

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/10/11/pgfc9e366-50-persen-umat-islam-indonesia-belum-bisa-baca-alquran, 4 Mei 2020.

Mujahidin, E., Haris, A. R., & Hafidhuddin, D. (2020). Pengembangan manajemen peserta didik program tahfizh. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 068-088.

Prihatin, Eka. (2011). Manajemen Peserta Didik, Bandung: Alfabeta.

Provinsi Jawa Barat. 2021. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 29 tahun 2021 tentang petunjuk teknis penerimaan peserta didik baru pada sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat: Bandung

Rifa’i, Muhammad. (2018) manajemen Peserta Didik:Pengelolaan Peserta Didik untuk Efektivitas Pembelajaran, Medan: Widya Puspita.

Rohiat, (2009). Manajemen Sekolah Teori Dasar dan Praktik, Jakarta: Refika Aditama.

Samad, S. A. A., & Fajriah, H. (2017). Peningkatan Kemampuan Tahsin Al-Qur’an pada Mahasiswa PAI UIN Ar-Raniry. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 212-228.

Sarnapi, 2017, Ironis 54% Muslim Indonesia Tak Bisa Baca Al-Qur’an. [Online], https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01290792/ironis-54-muslim-indonesia-tak-bisa-baca-alquran-415880, 4 Mei 2020.

Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2015). Dasar metodologi penelitian. Literasi Media Publishing.

Sugilar, H., Dedih, U., Anwar, C., & Darmalaksana, W. (2020). Analisis Kemampuan Tahsin dan Tahfizh Mahasiswa Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal, 5(1), 1-12. DOI: 10.15575/ath.v5i1.7244

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), Bandung: Alfabeta.

Suryosubroto, B. (2014). Manajemen Pendidikan di Sekolah, Jakarta: Rineka Cipta.

Umam, M. K. (2019). Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Manajemen Peserta Didik. Al-Hikmah: Jurnal Kependidikan Dan Syariah, 6(2), 62-76.