MANAJEMEN PROGRAM TAHFIZHL ALQURAN PADA PONDOK PESANTREN MODERN

Main Article Content

Muhammad Riduan

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya kegiatan menghafal Alquran sebagai bentuk penjagaan keaslian Alquran dan mempersiapkan generasi penerus yang hafal Alquran bersanad yang berindikator insan cendekia, berakhlak mulia sebagai bentuk dari insan yang unggul dalam Pencapaian Standar Ketuntasan Belajar Minimal, mampu bersaing dalam melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, aplikatif, aktif dan berprestasi dalam keagamaan berdasarkan Alquran dan Hadits. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan program tahfizh yang baik dan sitematis, agar tujuan program tersebut dapat tercapai secara efektif dan efisien. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen program tahfizh Alquran di Pondok Pesantren Fathan Mubina dan apakah faktor pendukung dan penghambat dalam menghafal Alquran? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh dengan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses kegiatan program tahfizh Alquran di Pondok Pesantren Fathan Mubina dari mulai perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi sudah berjalan dengan baik. Hal
tersebut dapat dilihat dari hasil percapaian target hapalan Alquran sudah mencapai 80% dari sejumlah santri yang hapal dan ustadz penggung jawab tahfizh selalu membuat target hafalan setiap santri yang disusun dalam perangkat perencanaan pembelajaran seperti kalender pendidikan, Prota, Prosem, penentuan alokasi waktu dan minggu efektif. Pelaksanaan pembelajaran tahfidzul Qur’an memakai metode tahsin, tahfidz, talaqqi, dan tasmi. Di samping itu kepala sekolah dan koordinator tahfidz yang selalu mengkoordinasi, memonitoring dan melakukan supervisi kepada para guru ketika pembelajaran berlangsung. Bentuk evaluasi pembelajaran yang dilakukan adalah dengan tes setoran harian, setoran hafalan Semester dan Ujian Akhir tahfidz (UAT). Sedangkan untuk anak yang belum mengalami ketuntasan, maka dilakukan remedial sesuai dengan ketentuan.

Article Details

Section
Articles