REWARD DAN PUNISHMENT DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SANTRI

Main Article Content

Resma Ulfah
Rusi Rusmiati Aliyyah
R. Siti Pupu Fauziyah

Abstract

Upaya pendidikan dalam pembentukan karater disiplin salah satunya yaitu dengan menggunakan metode reward dan punishment. Masih jarang lembaga pendidikan yang menggabungkan antara metode reward dan punishment dalam satu wadah. Namun Pondok Pesantren Moderm merupakan lembaga pendidikan islam yang mampu menggabungkan dua metode tersebut dalam satu wadah dan menjadikannya budaya disetiap pondok pesantern modern. seperti yang diterapkan di Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Bantarkemang. Pondok pesantren ini menerapkan metode reward dan punishment dalam mendisiplinkan santri. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami reward dan punishment dalam pembentukan karakter disiplin santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian etnografi digunakan untuk meneliti nilai budaya yang alamiah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan; wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan; analisis model Spradley, pengumpulan data, reduksi data, display/penyajian data dan verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunkanan triangulasi sumber dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Bantarkemang menggabungkan konsep pembelajaran salafi dan umum, yaitu dengan mempelajari kitab-kitab tradisional dan sekolah madrasah; (2) upaya pesantren dalam membentuk karakter disiplin santri yaitu dengan memerapkan kegiatan sehari-hari yang edukatif dan metode reward dan punishment; (3) reward yang diberikan kepada santri berupa materi dan non materi. Reward berupa materi diberikan setiap satu semester; dan(4) punishment yang diberikan memiliki tingkatan yaitu tigkat I, tingkat II, tingkat III dan tingkat istimewa. Reward dan punishment diberikan oleh pengurus pesantren dan HISADA sebagai tangan kanan pengurus.

Kata kunci: karakter disiplin santri, pondok pesantren modern, reward dan punishment.


REWARD AND PUNISHMENT IN THE FORMATION OF DISCIPLINE CHARACTERS SANTRI

Abstract

Education efforts in the formation of one discipline character is by using reward and punishment methods. It is rare for educational institutions that combine reward and punishment methods in one container. But Pondok Pesantren Moderm is an Islamic educational institution that is able to combine the two methods in one container and make it a culture in every modern pesantern hut. as applied in Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Bantarkemang. Pondok Pesantren this method of reward and punishment in disciplining santri. The purpose of this research is to understand reward and punishment in the formation of santri characters. This study used qualitative methods with ethnographic research used to examine the natural cultural values. Technique of collecting data is done by using; interviews, observation, and documentation. Data analysis using; Spradley model analysis, data collection, data reduction, display / data presentation and verification. The validity check of data uses source triangulation and uses reference material. The results of this study show: (1) Modern Boarding School Daarul Uluum Bantarkemang combining the concept of salafi and general learning, that is by studying the traditional books and madrasah schools; (2) the effort of pesantren in shaping the character of discipline of santri that is by applying educative everyday activities and reward and punishment method; (3) rewards given to students in the form of material and non-material. Reward of material is given every semester; and (4) the punishment given has a level of level I, level II, level III and preferential level. Reward and punishment given by boarding school and HISADA as the right hand caretaker.


Article Details

Section
Articles

References

Aliyyah, R. R., & Rahmah, S. (2017). Pendidikan Kemandirian Berbasis Kewirausahaan. Tadbir Muwahhid, 1(2), 142-152.

Chaplin, J. P. (2006). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Efrizal, D. (2012). Improving Student's Speaking Through Communicative languange Teaching Method at Mts Ja-alhaq, Sentot Ali Basa Islamic Boarding School of Bengkulu, Indoneis. Internasional Journal of Humanities and Scocial Science, 2(20), 127-134.

Kelishadroky, A. F., Sahmsi, A., Bagheri, M., Shahmirzayi, B., & Mansorihasanabadi, M. (2016). The Role of Reward and Punishment in Learning. Internasional Journal of advanced Biotechnology and Research, 780-788.

Purwanto, M. N. (1985). Ilmu Pendidikan, Teoritis dan Praktis. Bandung: Remadja Karya.

Rahayuningsih, S., & Sholikhan. (2016). Disciplinary Character Educatin at Early Age. Journal of Reserach & Method in Education (IOSR-JRME), 6(5), 122-135.

Spradley, J. P. (1997). Metode Etnografi. Yogya: Tiara Wacana Yogya.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R7D. Bandung: Alfabeta.

Yusuf, A. M. (2016). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenada Media.