PROGRAM SOSIALISASI PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN ANGKA HARAPAN LAMA SEKOLAH (HLS)

Main Article Content

Ratna Wahyu Wulandari
Abdul Kholik
Mahbarotul Qudsiyah
Rian Agustian

Abstract

Program Sosialisasi Pendidikan merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka membantu pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) anak-anak terhadap pendidikan formal. Kegiatan ini berbentuk serangkaian kegiatan yang terdiri dari sosialisasi minat belajar di PAUD, sosialisasi wajib belajar 12 tahun, pengadaan taman baca, dan kegiatan bimbingan belajar. Tujuan dari kegiatan ini antara lain (1)  meningkatkan minat masyarakat terhadap PAUD; (2) meningkatkan minat masyarakat terhadap pendidikan formal;  (3) meningkatkan literasi pengetahuan dengan membaca; dan (4) meningkatkan aktivitas peserta didik di bidang pendidikan. Ada beberapa langkah yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian ini, yaitu (1) analisis situasi, adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan data hasil observasi serta melakukan pemetaan permasalahan; (2) perancangan kegiatan, dilakukan setelah permasalahan diketahui dan dipetakan kemudian merumuskan solusi tepat yang akan diterapkan; dan (3) pengimplementasian kegiatan, dilakukan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Sosialisasi ini memberikan dampak kepada masyarakat dalam bentuk motivasi pendidikan dan aktivitas pemberdayaan masyarakat.

 

Article Details

How to Cite
Wulandari, R. W., Kholik, A., Qudsiyah, M., & Agustian, R. (2018). PROGRAM SOSIALISASI PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN ANGKA HARAPAN LAMA SEKOLAH (HLS). Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 48–64. https://doi.org/10.30997/qh.v4i1.1184
Section
Articles

References

BPS. (2016). Indeks Pembangunan Manusia. Retrieved from www.bps.go.id.

BPS Jabar. (2015, November 19). Indeks Pembangunan Manusia Metoda Baru Provinsi Jawa Barat dan KAbupaten/Kota Tahun 2010-2014. Retrieved from www.bps.go.id.

Handayani, N. S., Bendesa, I., & Yuliarmi, N. (2016). Pengaruh Jumlah Penduduk, Angka Harapan Hidup, Rata-Rata Lama Sekolah, dan PDRB Per Kapita Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bali. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 5(10), 3449-3474.

Hasan, M. (2012). Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Diva Press.

Kun, M. (2005). Sosiologi 1. Jakarta: Esis.

Mudyahardjo, R. (2002). Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Narwoko, D., & Suyanto, B. (2006). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana.

Nofijantie, L. (2014, Januari). Peran Lembaga Pendidikan Formal sebagai Modal Utama Membangun Karakter Siswa. Jurnal Ilmu Tarbiyah "At-Tajdid", 3(1), 45-71.

Oemar, H. (2005). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional.

Santrock, J. W. (2014). Psikologi Pendidikan (5 ed.). Jakarta: Salemba Humanika.

Soegeng, S. (2006, Desember). Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Menuju Anak yang Sehat dan Cerdas Melalui Permainan. Jurnal Pendidikan Penabur, 5(7), 93-99.

Sulisetyowati, A. (2016). Dukungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terhadap Tumbuh Kembang Anak. Jurnal Ilmu Kebidanan, 2(2), 71-78.

Tilaar. (1999). Pendidikan Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ulfatin, N., Mukhadis, A., & Imron, A. (2010, Februari). Profil Wajib Belajar 9 Tahun dan Alternatif Penuntasannya. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(1), 36-45.

Wardani, W. K. (2013). Implementasi Program Wajib Belajar 12 Tahun di Provinsi DKI Jakarta (Studi Kota Administrasi Jakarta Timur). Semarang: Universitas Diponegoro.