PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI IBA DAN URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN LADA (Piper nigrum L.)

Authors

  • Komar Riski
  • Arifah Rahayu
  • Sjarif Avitidjadi Adimihardja

DOI:

https://doi.org/10.30997/jag.v2i2.938

Abstract

Effect of IBA and Cow Urine Concentrations on the Growth of Pepper Cuttage


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi IBA dan urin sapi terhadap pertumbuhan setek tanaman lada. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2014 di Kebun Percobaan Agroteknologi Universitas Djuanda Bogor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi IBA (0 ppm, 200 ppm, 225 ppm, dan 250 ppm) dan faktor kedua adalah konsentrasi urin sapi (0%, 15%, 20% dan 25%). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi IBA tidak berpengaruh terhadap semua peubah yang diamati, kecuali pada persentase setek hidup pada umur 4 MST. Setek lada yang diberi urin sapi 20%  memiliki persentase setek hidup, persentase setek berakar, panjang akar, jumlah akar dan jumlah tunas lebih tinggi dibandingkan dengan yang diberi perlakuan konsentrasi lain. Setek lada yang diberi urin sapi 0% menghasilkan persentase setek bertunas pada umur 4 dan 10 MST, panjang tunas pada umur 6-8 MST lebih baik dibandingkan yang diberi urin sapi dengan konsentrasi lebih tinggi.

 

Kata kunci: Persentase setek hidup, persentase setek berakar, panjang akar, jumlah tunas

 

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of IBA and cow urine concentrations on the growth of pepper cuttage. The research was conducted from July to September 2014 at Agrotechnology Experiment Garden of Djuanda University, Bogor. The experimental design used was completely randomized design with two factors. The first factor was IBA concentrations (0 ppm, 200 ppm, 225 ppm, and 250 ppm) and the second factor was cow urine concentrations (0%, 15%, 20% and 25%). The results showed that IBA concentration did not affect all observed variables, except in live crop percentage at age 4 MST. A pepper cuttage treated with 20% cow urine has live percentage, percentage of cuttings rooted, root length at age, root number and number of shoots higher than those treated with other concentrations. The pepper cuttage treated with 0% cow urine yielded the percentage of cuttings sprouted at ages 4 and 10 MST, the shoot lengths at 6-8 MST were better than those given higher concentrations of cow urine.

 

Key word: percentage of rooted cuttage

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aguzaen H. 2009. Respon pertumbuhan bibit setek lada (Piper nigrum L.) terhadap pemberian air kelapa dan berbagai jenis CMA. Agronobis 1 (1): 36-47.
Artanti FY. 2007. Pengaruh macam pupuk organik cair dan konsentrasi IAA terhadap pertumbuhan setek tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni M.). [Skripsi]. Surakarta: FP UNS Surakarta.
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat dan Agroforestry and Forestry Sulawesi. 2013. Pedoman Budidaya Merica. Bogor: Balittro dan Agfor Sulawesi. 41 halaman.
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 1996. Monograf Tanaman Lada. Bogor: Balittro. 234 halaman.
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. 2001. Teknik Perbanyak Bibit Lada Sistem Satu Ruas. Palembang: BPTP. 35 halaman.
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. 2002. Petunjuk Teknis Pembibitan Lada Perdu. Lembang: BPTP. 21 halaman.
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. 2011. Benih Bermutu. Lembang: BPTP. 2 halaman.
Budianto EA, Badami K, Arsyadmunir A. 2013. Pengaruh kombinasi macam ZPT dengan lama perendaman yang berbeda terhadap keberhasilan pembibitan sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) secara setek. J. Agrov 6 (2): 103-111.
Danu, Subiakto A, Putri KP. 2011. Uji setek pucuk damar (Agathis loranthifolia Salisb.) pada berbagai media dan zat pengatur tumbuh (Shoot cutting trials of damar (Agathis loranthifolia Salisb.) at some media and growth regulator). J. Penel Hutan dan Konservasi Alam 8 (3): 245-252.
Darliana I. 2006. Pengaruh konsentrasi Rootone f terhadap pertumbuhan setek cabang buah tanaman lada (Piper nigrum L.) kultivar Bulok Belantung. [Skripsi]. Bandung: Fakultas Pertanian, Universitas Bandung Raya.
Ditjenbun [Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian]. 2013. Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Rempah dan Penyegar. Jakarta: Ditjenbun. 34 halaman.
Djamal A. 2012. Pembuatan Produk Hormon Tumbuhan Komersial dan Pemanfaatan Hormon Untuk Berbagai Tujuan.(http://www.jasakonsultan.com/pembuatan-product-hormon-tumbuhan komersial-dan-pemanfaatan-hormon-untuk-berbagai-tujuan). Diakses pada tanggal 5 April 2013.
Djamhari S. 2006. Uji pupuk (NPK dan emas) dan zat pengatur tumbuh (atonik dan Ethrel) terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman lada (Piper nigrum L.). J Sains Teknol Indonesia 8: 42.
Gardner. 1991. Fisiologi Tumbuhan Budidaya. Jakarta: UI Press.
Gunawan LW. 1992. Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan. Bogor: Pusat Antar Universitas (PAU) Bioteknologi IPB.
Gunawan LW. 1995. Teknik Kultur in Vitro dalam Hortikultura. Jakarta: PT. Penebar Swadaya.
IPC (International Pepper Community). 2010. Amalan Pertanian yang Baik (APB) untuk Penanaman Lada (Piper nigrum L.). IPC Jakarta: 40 halaman.
Lusiana, Linda R, Mukarlina. 2013. Respon pertumbuhan setek batang sirih merah (Piper crocatum Ruiz dan Pav.) setelah direndam pada urin sapi. J Protobiont 2 (3): 157 – 160.
Maulida D, Rugayah, Andalasari D. 2013. Pengaruh pemberian IBA (Indole Butyric Acid) dan konsentrasi NAA (Naphthalene Acetic Acid) terhadap keberhasilan setek sirih merah (Piper crocatum Ruiz and Pav.) J. Penel Pertanian Terapan 8: 151-158.
Mufarihin A, Lukiwati DR, Sutarno. 2012. Pertumbuhan dan bobot bahan kering rumput gajah dan rumput raja pada perlakuan aras auksin yang berbeda. Animal Agric J 1 (2): 1-15.
Nurmayulis, Firnia D, Irwan. 2012. Respon dua varietas tanaman lada pada variasi konsentrasi IBA. J Agrop 1 (2): 157-164.
Salisbury FB, Ross CW. 1992. Fisiologi Tumbuhan. Edisi keempat. Penerjemah Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Santoso B. 2011. Pemberian IBA (Indole butyric acid) dalam berbagai konsentrasi dan lama perendaman terhadap pertumbuhan stek kepuh (Sterculia foetida L.). [Skripsi]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Suparman U, Sunaryo, Sumarko. 1990. Kemungkinan kemih sapi untuk merangsang perakaran setek lada (Piper nigrum L.). Bul. Littro. V(1): 23-26.
Suparman U, Zaubin R. 1988. Pengaruh pengguguran daun, IBA dan sukrosa pada pertumbuhan akar setek lada (Piper nigrum L.). Ind. Crops Res. I/1: 54-58.
Suprapto A, 2004. Auksin: zat pengatur tumbuh penting meningkatkan mutu stek tanaman. 21 (1): 81-90.
Suprijadi G. 1985. Air Kemih Sapi sebagai Perangsang Setek Kopi. Bogor: Warta BPP 7(2): 11-12.
Supriadji G. 1992. Pengamatan Kualititatif Auksin, Gibberellin pada Urin Sapi, Kambing dan Domba. Jember: Warta BPP Jember.
Suwarto. 2013. Lada Produksi 2 Ton/ha. Bogor: Penebar Swadaya.
Suwarto, Octavianty Y. 2012. Budi Daya 12 Tanaman Perkebunan Unggul. Bogor: Penebar Swadaya.
Tua R, Sampoerno, Anom E. 2012. Pemberian kompos ampas tahu dan urin sapi pada pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). [Makalah] Pekan Baru: Universitas Riau.
Wahid P, Sitepu D. 1987. Current Status and Future Prospect of Pepper Development in Indonesia. Bangkok. FAO-RAPA 104 P
Wahid P, Soetopo D, Zaubin R, Mustika I, Nurdjannah N. 1996. Monograf Tanaman Lada. Bogor: Balittro.
Wattimena GA. 2006. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Bogor: Pusat Antar Universitas (PAU) Bioteknologi IPB.

Downloads

Published

2016-10-26

How to Cite

Riski, K., Rahayu, A., & Adimihardja, S. A. (2016). PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI IBA DAN URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN LADA (Piper nigrum L.). JURNAL AGRONIDA, 2(2). https://doi.org/10.30997/jag.v2i2.938

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 797 times

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>