PENGARUH INTEGRASI TERNAK SAPI DENGAN KELAPA SAWIT TERHADAP PRODUKTIVITAS SAPI DAN KELAPA SAWIT

Main Article Content

salfina fina

Abstract

Tingkat pertumbuhan sapi di Provinsi Kepulauan Riau tergolong rendah. Hal ini dikarenakan pakan yang diberikan kurang berkualitas. Produktivitas dapat ditingkatkan dengan pemberian pakan tambahan berupa pelepah kelapa sawit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan pelepah kelapa sawit terhadap produktivitas sapi dan mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair dari urin sapi terhadap produksi tanaman kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan pada bulan Februari - Desember 2017. Materi yang digunakan yakni 12 ekor sapi bali bunting umur kebuntingan 6-8 bulan, rumput lapang, bioplus, pelepah daun kelapa sawit, 20 pohon kelapa sawit dan POC dari urin sapi. Pemberian pakan sapi dibagi dalam dua perlakuan, yaitu  (P1) : rumput lapang dan bioplus, (P2) : P1 + dedak + pelepah daun kelapa sawit yang dicacah. Sedangkan perlakuan pada urin sapi pada tanaman kelapa sawit juga dibagi dalam 2 perlakuan yakni P0 : tanpa POC dan P1 : dengan POC. Pengamatan dilakukan terhadap bobot badan harian sapi, bobot anakan, waktu birahi kembali serta produksi tanaman kelapa sawit. Data dianalisis dengan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bobot badan harian (pbbh) sapi pada perlakuan pemberian pakan P1 lebih rendah dibanding P2 (0,28 < 0,68 kg/ekor/hari). Rataan bobot lahir anakan sapi yang dilahirkan pada perlakuan P2 sebesar 17 kg sedangkan pada perlakuan P1 hanya sebesar 12 kg. Birahi kembali menjadi lebih cepat yakni 1 bulan pada perlakuan P2. Pemberian POC pada tanaman kelapa sawit dapat meningkatkan produksi buah sawit segar sekitar 28,29% atau sebesar 25,8 kg/pohon, sedangkan pada tanaman kelapa sawit tanpa pemberian POC produksinya hanya sebesar 7,3 kg/pohon. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan pelepah sawit dapat meningkatkan pbbh sapi dan bobot anakan sapi serta memperpendek masa birahi kembali, sedangkan pemberian POC berupa urin sapi pada tanaman kelapa sawit dapat meningkatkan produksi kelapa sawit sawit.

 

 

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
fina, salfina. (2019). PENGARUH INTEGRASI TERNAK SAPI DENGAN KELAPA SAWIT TERHADAP PRODUKTIVITAS SAPI DAN KELAPA SAWIT. Jurnal Peternakan Nusantara, 5(1), 43–50. https://doi.org/10.30997/jpnu.v5i1.1625
Section
Articles

References

Aisyah S, N Sunarlim dan B Solfan. 2011. Pengaruh urine sapi terfermentasi dengan dosis dan interval pemberian yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Agriteknologi 2: 1-5.
Arsyad A R, H Junedi dan Y Farni. 2012. Pemupukan kelapa sawit berdasarkan potensi produksi untuk meningkatkan hasil tandan buah segar (TBS) pada lahan marginal kumpeh. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains 14: 29-36.
Boer M, Arizal P B dan Hamdi. 2002. Strategi pemberian pakan tambahan sapi betina bunting dan tidak bunting untuk meningkatkan penampilan reproduksi. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Hlm. 71-74.
BPS (Badan Pusat Statistik). 2017. Provinsi kepulauan riau dalam angka. Tanjung Pinang : BPS Kepulauan Riau. ISSN : 0215-3998.
Chamdi, A. N. 2005. Karakteristik sumberdaya genetik ternak sapi bali (Bos-bibos banteng) dan alternatif pola konservasinya. Jurnal BIODIVERSITAS 6: 70-75.
Guntoro, S. 2002. Membudidayakan sapi bali. Kanisius, Yogyakarta. ISBN : 978-979-21-0218-5.
Hau D K, M Nenobais, J Nulik dan N G F Katipana. 2005. Pengaruh probiotik terhadap kemampuan cerna mikroba rumen sapi bali. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Hlm ; 171-180.
Indriani F, E Sutrisno dan S Sumiyati. 2013. Studi pengaruh penambahan limbah ikan pada proses pembuatan pupuk cair dari urin sapi terhadap kandungan unsur hara makro (CNPK). Jurnal Pupuk Organik Cair 2 : 1-8.
Mariani N P dan I G Mahardika. 2016. Protein dan energi ransum yang optimal untuk tampilan sapi bali jantan. Jurnal Veteriner 17: 634-640.
Murjoko. 2017. Analisis kinerja ekspor 5 komoditas perkebunan unggulan indonesia tahun 2012-2016. The 5TH URECOL PROCEEDING. Yogyakarta. 18 Februari 2017. Hlm : 268 – 273. ISBN : 978-979-3812-42-7.
Nanda D D, A Purnomoadi dan L K Nuswantoro. 2014. Penampilan produksi sapi bali yang diberi pakan dengan berbagai level pelepah sawit. Jurnal AGROMEDIA 32: 54-63.
Ngadiyono N, H Hartadi, M Winugroho, D. D Siswansyah dan S N Ahmad. 2001. Pengaruh pemberian bioplus terhadap kinerja sapi madura di kalimantan tengah. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 6: 69-75.
Pancapalaga, W. 2011. Pengaruh rasio penggunaan limbah ternak dan hijauan terhadap kualitas pupuk cair. Jurnal GAMMA 7: 61-68.
Perdana S N, W S Dwi Y dan Mudji Santoso. 2015. Pengaruh aplikasi biourin dan pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Produksi Tanaman 3: 457-463.
Prasojo G, I Arifiantini dan K Mohamad. 2010. Korelasi antara lama kebuntingan, bobot lahir dan jenis kelamin pedet hasil inseminasi buatan pada sapi bali. Jurnal Veteriner 11: 41-45.
Roidah I S. 2013. Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO 1: 30-42.
Rosmarkam, A dan N. W. Yuwono. 2002. Ilmu kesuburan tanah. Kanisius, Yogyakarta. ISBN : 979-21-0468-2.
Santoso M Y B. 2016. Pengaruh perbaikan pakan terhadap respon berahi pada sapi bali induk setelah melahirkan melalui pemberian konsentrat dengan level protein yang berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan. Program Studi Produksi Ternak. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Simanjuntak L N, R Sipayung dan Irsal. 2014. Pengaruh curah hujan dan hari hujan terhadap produksi kelapa sawit berumur 5, 10 dan 15 tahun di kebun begerpang estate pt. pp london sumatra indonesia, tbk. Jurnal Online Agroekoteknologi 2: 1141-1151.
Suhada, M.A. 2014. Kajian pemangkasan tanaman kelapa sawit (elaises guineensis jacq) menghasilkan di pt. perkebunan nusantara xiii (persero) kabupaten paser kalimantan timur. Laporan Ilmiah. Fakultas Pertanian. Program Manajemen Pertanian. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Samarinda.
Winugroho, M. 2002. Strategi pemberian pakan tambahan untuk memperbaiki efisiensi reproduksi induk sapi. Jurnal Litbang Pertanian 21: 19-23.
Zahari, M. W., O.A. Hasan., H.K. Wong dan J. B. Liang. 2002. Utilization of oil palm frond – based diets for beef and dairy production in malaysia. this paper was presented at an 2002 international symposium on “Recent Advances in Animal Nutrition”. New Delhi, 22 September 2002.
Zurahmah, N dan E. The. 2011. Pendugaan bobot badan calon pejantan sapi bali menggunakan dimensi ukuran tubuh. Buletin Peternakan 35: 160-164.