KOMPETENSI KOMUNIKASI TENAGA FREELANCE DALAM BISNIS WEDDING PLANNER DI BOGOR

Main Article Content

Fhuji Haristine
Muhammad Luthfie
Ali Alamsyah Kusumadinata

Abstract

Komunikasi merupakan aktivitas manusia yang sangat penting, dimana dengan komunikasi, dapat saling memahami dan mengerti satu sama lainnya. Kompetensi atau competency adalah kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan yang didasarkan atas pengetahuan, keterampilan serta sikap sesuai dengan unjuk kerja yang di persyaratkan. Kompetensi komunikasi dalam sebuah organisasi sangat penting karena kompetensi menunjukkan suatu kerangka kerja pada suatu organisasi yang efektif dan efisien. Saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan tenaga Freelance. Salah satu bisnis yang tengah berkembang di Indonesia adalah Event Organizer. Event Organizer juga makin banyak digandrungi oleh anak muda dan semakin banyak bentuk dan jenisnya. Salah satunya adalah Wedding Planner. Wedding Planner adalah jasa yang diberikan oleh Event Organizer untuk membantu klien merencanakan persiapan pernikahannya. Sekar99 Wedding Planner merupakan salah satu Wedding Planner yang ada di Kota Bogor yang berdiri sejak tahun 2013. Sekar99 Wedding Planner menggunakan tenaga kerja Freelance untuk melakukan proses pelaksaannya. Tujuan penelitian ini menganalisis  kompetensi komunikasi tenaga Freelance dalam bisnin Wedding Planner dengan fokus studi pada (1) mendeskripsikan peran tenaga Freelance  dalam Wedding Planner, (2) menganalisis kompetensi komunikasi yang mendukung kinerja tenaga Freelance dalam Wedding Planner.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.  Adapun hasil penelitian adalah tenaga Freelance sebagai SDM pada bisnis Wedding Planner dipandang dari segi kinerja cukup membantu.  Sebagian besar tenaga kerja yang dibutuhkan memakai tenaga Freelance karena sebagai vendor Wedding Planner dari segi biaya dirasakan lebih efisien karena membebankan tanggungjawab pada jangka panjang.  Kompenen kompetensi komunikasi yang harus dimiliki oleh Freelance  dalam bisnis Wedding Planner adalah  pengetahuan, keterampilan, sikap dan motivasi.

Article Details

How to Cite
Haristine, F., Luthfie, M., & Kusumadinata, A. A. (2018). KOMPETENSI KOMUNIKASI TENAGA FREELANCE DALAM BISNIS WEDDING PLANNER DI BOGOR. JURNAL KOMUNIKATIO, 4(2). https://doi.org/10.30997/jk.v4i2.1214
Section
Articles
Author Biography

Fhuji Haristine

students in Sciences of Communication

References

Acquaah M dan Gyampah AK. 2003. Human capital availability, competitive intensity and manufacturing priorities in a sub-saharan african economy. Journal of Comparative International Management 6 (2) : 447- 743. Retrieved from https://journals.lib.unb.ca/index.php/JCIM/article/view/447/743.
Alfiklia dan Maharani A. 2009. Faktor-Faktor Pendukung Kompetensi Komunikasi Interpersonal: Studi Kasus pada Mahasiswa Tingkat Pertama di Universitas Paramadina. Jurnal Ilmu Komunikasi 6 (1): 25-44.
Anggrian WM dan Sumarlin AW. 2016. Pengaruh Komitmen Tenaga Kerja Lepas terhadap Motivasinya dalam Perusahaan Keluarga di Sektor Informal. Jurnal Manajemen Teknologi 15 (2): 139-153. DOI: http://dx.doi.org/10.12695/jmt.2016.15.2.3
Fajar M. 2009. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktik. Yogyakarta (ID): Graha Ilmu.
Miles BM dan Huberman M. 1992. Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta (ID): UIP.
Moleong LJ. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung (ID): PT Remaja Rosdakarya Offset.
Nazir M. 1998. Metode Penelitian. Jakarta (ID): Ghalia Indonesia.
Pradipto NA, Sukarelawati, Kusumadinata AA. 2017. Pengaruh Komunikasi Persuasif dalam Meningkatkan Kesadaran Solidaritas Anggota Scooter Mods Bogor Indonesia. Jurnal Komunikatio. 3(2) : 61-68.
Rahman A. 2015. Kompetensi Komunikasi Calon Sdm Public Relations. Jurnal Visi Komunikasi 14 (02) : 255-271.
Sriramesh K dan Hornoman LB. 2007. Public Relations as a Profession, An Analysis of Curricular Content in the United States, Downloaded fromhttp://crc.sagepub.com on April 23, 2018.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>