Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan setek tanaman jambu air kultivar Citra pada berbagai perlakuan tanaman induk dan konsentrasi IBA. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama berupa perlakuan fisik, yaitu kontrol (tanpa banding/naungan), banding, dan naungan, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi IBA (0 ppm,  100 ppm, 150 ppm, 300 ppm, dan 450 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase setek hidup tertinggi terdapat pada  tanaman induk jambu air yang diberi perlakuan naungan. Jumlah tunas, jumlah daun dan panjang tunas total tertinggi terdapat pada perlakuan fisik kontrol. Pemberian IBA hingga 450 ppm  menurunkan  persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan panjang tunas total. Persentase setek bertunas dari tanaman induk naungan semakin menurun dengan bertambahnya konsentrasi IBA, sedangkan pada kontrol dan banding tidak berbeda antar konsentrasi IBA. Pada semua perlakuan fisik tanaman induk, bahan setek yang direndam dengan 450 ppm IBA tidak menghasilkan setek berakar dan bertunas, tetapi menghasilkan setek berkalus paling tinggi. Pertumbuhan akar (lebar perakaran, volume akar, jumlah akar dan panjang akar) optimal setek asal tanaman induk kontrol pada konsentrasi 150 ppm IBA, sedangkan pada setek dari banding pada 300 ppm, dan setek dari tanaman induk naungan pada 0 ppm IBA. Perlakuan naungan pada tanaman induk dapat mengurangi penggunaan IBA untuk menginduksi akar pada setek.

Article Details

How to Cite
Mulyaningsih, Y., Rahayu, A., & Sumarni. (2022). PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN JAMBU AIR (Syzygium samarangense (Blume) Merr.) cv. CITRA PADA BERBAGAI PERLAKUAN TANAMAN INDUK DAN KONSENTRASI IBA. JURNAL AGRONIDA, 8(2), 65–73. https://doi.org/10.30997/jag.v8i2.7668

References

  1. Alpriyan, Satyana A. 2018. Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman hormon auksin pada bibit tebu (Saccharum officinarum L.). Jurnal Produksi Tanaman. 6(7): 1354-1362.
  2. Anggrawati PS, Ramadhania ZM. 2016. Review Artikel: Kandungan senyawa kimia dan bioaktivitas dari jambu air (Syzygium aqueum Burn. F. Alston). Farmaka Suplemen. 14(2):331-34.
  3. Ariany, Sahiri N, Syakur A. 2013. Pengaruh kuantitas cahaya terhadap pertumbuhan dan kadar antosianin daun dewa (Gynura pseudochina (L.) Dc) secara in vitro. e-J Agrotekbis. 1(5):413-420.
  4. Gaol LAL, Meiriani, Purba E. 2015. Respons pertumbuhan setek jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) pada berbagai bahan tanam dan konsentrasi IBA (Indole Butyric Acid). Jurnal Agroteknologi. 4(1):1815-1821.
  5. Ghayur MNAH, Gilani, Khan A, Amor EC, Villaseñor IM, Choudhary MI. 2006. Presence of calcium antagonist activity explains the use of Syzygium samarangense in diarrhoea. Phytotherapy Research. 20(1):49-52.
  6. Hartmann HT, Kester DE, Davies FT. 2002. Plant Propagation Principles and Practices 5th Ed. New Jersey. Prentice Hall.
  7. Lahay E, Simanungalit T. 2015. Pengaruh kompos media tanaman dan lama perendman auksin pada bibit tebu teknik bud chip. Jurnal Agroteknoologi. 3(1):378-389.
  8. Lim TK. 2012. Edible Medicinal and Non-Medicinal Plants, Volume 3 Fruits: Syzygium aqueum. Dordrecht: Springer.
  9. Miftah. 2018. Pengaruh Konsentrasi Indole Butyric Acid terhadap Pertumbuhan Stek Tiga Varietas Tanaman Jambu Air (Syzygium aqueum Burm. F. Alston). [Skripsi]. Bandung [ID]: Program Studi Agroteknologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.
  10. Prastowo NH, Roshetko JM, Maurung GES, Nugraha E, Tukan JM, Harum F. 2006. Tehnik Pembibitan dan Perbanyakan Vegetatif Tanaman Buah. Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF) & Winrock International.
  11. Pujawati ED. 2009. Pertumbuhan setek jeruk lemon (Citrus medica) dengan pemberian urin sapi pada berbagai konsentrasi dan lama perendaman. Jurnal Hutan Tropis Borneo. 10(26):201-209.
  12. Rebin. 2013. Teknik Perbanyakan Jambu Air Citra Melalui Setek Cabang. Solok:Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika.
  13. Richards MR, Rupp LA. 2012. Etiolation Improves Rooting of Bigtooth Maple Cuttings. American Society for Horticultural Science. 22(3):305-310.
  14. Rosier CL, Frampton J, Goldfarb B, Blazich FA, Wise FC. 2004. Growth stage, auxin type, and concentration of stem cuttings of Frase fir. Horticultural Science. 39(6):1397-1402.
  15. Sezgin M, Kahya M. 2018. Phytohormones. Journal of Science and Technology. 8(1):35-39.
  16. Sibuea MBM, Thamrin, Tarigan J. 2013. Kajian efisiensi pemasaran jambu air king rose apple. Jurnal Agrium. 18(2):162 168.
  17. Suprapto. 2004. Zat pengatur tumbuh penting meningkatkan mutu stek tanaman. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Tidar Magelang. 21(1):81-90.
  18. Supriyanto, Prakas KE. 2011. Pengaruh zat pengatur tumbuh rootone-F terhadap pertumbuhan stek dua banga Mollucana blume. Jurnal Silvikultur Tropika, 3(1):59-65.
  19. Tamba RAS, Martino D, Sarman. 2019. Pengaruh pemberian auksin (NAA) terhadap pertumbuhan tunas tajuk dan tunas cabang akarbibit karet (Hevea brasiliensis Meull. Arg.) okulasi mata tidur. Agroecotenia. 2(2):11-20.
  20. Vladimir T. 2017. Rooting of Norway maple (Acer platanoides L.) Cuttings. Forestry Ideas 23(1):57–64.
  21. Widodo. 2015. Jambu Semarang dan Jambu Air. Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>