ANALISIS KORELASI DAN SIDIK LINTAS PEUBAH PERTUMBUHAN TERHADAP PRODUKSI CABAI MERAH (Capsicum Annuum L.)

Sjarif Avitijadi Adimihardja

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari korelasi antara peubah pertumbuhan dengan hasil
produksi Cabai Merah (Capsicum annuum L), untuk mencari komponen penentu produksi cabai
berdasarkan nilai korelasi, pengaruh langsung, dan pengaruh tidak langsung. Penelitian dilaksanakan
pada bulan April sampai dengan Agustus 2013 di Kebun Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan
Swadaya (P4S) Antanan di Kampung Tarikolot, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Bogor.
Penelitian ini menggunakan rancangan survei. Populasi tanaman cabai dengan varietas TM-999
diambil sampel secara acak sebanyak 30 tanaman sampel yang merupakan satuan amatan. Data hasil
pengamatan dianalisis dengan menggunakan korelasi pearson dilanjutkan dengan analisis lintasan
berdasarkan persamaan simultan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peubah yang memiliki
koefisien korelasi dan pengaruh langsung yang positif terhadap jumlah produksi bunga cabai adalah
jumlah daun, diameter batang, dan jumlah cabang. Peubah yang memliki koefisien korelasi positif
terhadap terhadap produksi buah cabai adalah tinggi tanaman, diameter batang dan lebar tajuk.
Komponen pertumbuhan yang memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap produksi cabai
adalah diameter batang, lebar tajuk, jumlah cabang, jumlah buah, panjang buah, dan bobot perbuah.
Peubah diameter batang, lebar tajuk jumlah cabang dan jumlah buah dapat menjadi komponen
penentu dalam menduga hasil produksi cabai.

Full Text:

PDF

References

Amirullah. 2000. Tingkat Kandungan Klorofil

daun dan kontribusinya serta

pengaruh pemupukan NPKMg

dan pemberian mentanol terhadap

kandungan klorofil, pertumbuhan

dan produktivitas tanaman

cabai merah (Capsicum annuum

L.) [thesis]. Program pascasarjana.

Institusi Pertanian Bogor.

BBPPTP [Balai Besar Pengkajian

engembangan Teknologi Pertanian].

Teknologi Budidaya Cabai

Merah. Bogor: Badan Penelitian

dan Pengembangan Pertanian.

Berke TG. 2000. Hybrid Seed Production in

Capsicum, p 49-67. In Hybrid Seed

Production in Vegetables, Tomato

and Papper. Departamento de

Ciencias Vegetables, Pontificia

Universidad Catolica de Chile.

BP3K [Badan Pelaksana Penyuluhan

Pertanian dan Kehutanan]

Kabupaten Sumedang, 2011.

Varietas-varietas Cabai Merah.

http//bp3ktanjungsari.blogspot.com/

/03/vaietas- Varietas-cabemerah.

html. [19 Febuari 2014

BP4K [Badan Pelaksana Penyuluhan

Pertanian, Perikanan dan

Kehutanan] Kabupaten Sukabumi

Budidaya Cabai Merah.

Diakses dari

http://bp4kkabsukabumi.net/index.p

hp/ Hortikultura/Budidaya-Cabe-

Merah.html. [15 Mei 2012]

BPS [Badan Pusat Statistik]. 2011. Luas

panen, Produksi, dan Produktivitas

Cabai Merah.

http://www.bps.go.id/tab_sub/vieu.p

hp. [2013]

Budiarti, S.G, Y.R Rizki, Y.W.E. Kusumo.

Analisis koefisien lintas

beberapa sifat pada Plasma

nutfah gandum (Triticum aestivium

L.) koleksi Balitbiogen. Zuriat

(1): 31-40.

Deviona, Rahmi Y, Muhamad S, M.Ridha A I.

Analisis korelasi Dan Sidik

Lintas Karakter Fenotipik 15

Genotipe Cabai (Capsicum Annuum

L.) koleksi IPB. Prosiding Seminar

Nasional Perhorti 2011 Lembang

-227

Djarwaningsih T. 2005. Capsicum spp

(Cabai): Asal, persebaran dan nilai

ekonomi. J Biodiversitas. 6 (4):

-296

Genefianti, Yulian, Antik N Suprapti. 2006.

Korelasi dan Sidik Lintas antara

Pertumbuhan, Komponen Hasil dan

Hasil dengan Gugur Buah pada

Tanaman Cabai. J. Akta

Agrosia.9(1)

Gardner, F. P., R. B. Pearce, and R.L Mitchell.

Physiology of crop plants

(fisiologi

Tanaman Budidaya, alih bahasa :

Susilo dan Subiyanto). Jakarta : UI

Press

Gomez, K.A. dan A.A. Gomez. 2007.

Prosedur Statistika Untuk Penelitian

Pertanian. Terjemahan dari:

Statistical Prosedur for Agriculture

Research. Penerjemahan: E.

Sjamsudin dan J.S Baharsjah. Depok:

Penerbit Universitas Indonesia.

Kusandriani Y, Muharam A. 2005. Produksi

Benih Cabai. Bandung: Balai

Penelitian Tanaman Sayuran.

Martodireso, Sudadi dan Widada Agus

Suryanto. 2011. Terobosan

Teknologi Pemupukan Dalam Era

Pertanian Organik. Cetakan ke VII.

Yogyakarta: Kanisius

Nwachukwu CU, Mbagwu FN, Onyeji AN.

Morphological and leaf

epidermal feature of Capsicum

annuum and Capsicum frutescens.

Solanacceae. Nature and Science,

(3): 54-60

Purwanto J. 2007. Bertanam Cabai Rawit Di

Pekarangan. Jakarta: CV. Sinar

Cemerlang Abadi

Rompas JP. 2001. Efek Isolasi Bertingkat

Colletotrichum capsici terhadap

penyakit Antraknosa Pada Cabai.

Prosiding Kongres Nasional XVI dan

Seminar Ilmiah, Bogor, 22-24

Agustus 2001. perhimpunan

Fitopatologi Indonesia. 163.

Sanjaya L,Wattimena GA, Guharja E, Yusuf

M, Aswidinnoor H, Stam P. 2002.

Keragaman Ketahanan Aksesi

Capsicum terhadap antraknosa

(Colletotrichum capsici) Berdasarkan

Penanda RAPD. Jurnal Biotenologi

Pertanian 7(2): 36-42

Setiadi. 2005. Bertanam Cabai. Bogor:

Penebar Swadaya.

Sharma, V,K., C.S. Semwal S.P Uniyal. 2010.

Genetic variability and character

association Analysis in bell pepper

(Capsicum annuum L.). J. Hortic.

For . 2(3): 058-065.

Singh, R.K. and R.D. Chaudary. 1979.

Biometrical Methods in

Quantitiave Genetic

Analysis.Kalyani Pubishers. New

Delhi: Kalyani Pubishers.

Smitha, R.P., N. Basvaraja. 2007. Variability

and Selection Strategy for Yield

Impovement in Chili. Karnataka J.

Agric Sci. 20(1):109-111.

Sudiono. 2006. Pengaruh Fungsida dan Waktu

Aplikasi terhadap penyakit

Antraknosa Buah Cabai.

LAPTINILAPP, diakses dari

http://digilib.unila.ac.id/go.php . [

Mei 2012]

Sunaryono, H. 1996, Budidaya Cabai Merah.

Bandung: Sinar Baru Algesindo

Surahmat dan Fahrudin. 2011. Pengelolaan

Tanaman Cabai Keriting Hibdira

TM 999 (Capsicum annuum)

secara konvensional dan PHT.

[Skripsi]. Bogor. Institusi

Pertanian Bogor

Syukur M, Sriani S, Rahmi Y, Khaerin N.

Pendugaan Komponen

Ragam, Heritabilitas dan Korelasi

untuk Menentukan Kriteria

Seleksi Cabai (Capsicum annuum

L.) Populasi F5. J.Hort. Indonesia

(3): 74-80. Agustus 2010.

Tarjoko, Mujiono dan A. Suryanto.1996.

Respon Beberapa Galur Tanaman

Kedelai Terhadap Serangan Hama

Lalat Bibit (Ophymia phaseoli

Tryon) Prosiding Seminar Nasional

Kedelai Lembaga Penelitian

Universitas Jendral Sudirman.

Purwokerto

Tosin D, Sari NR. 2010. Sukses Budidaya

Cabai. Yogyakarta: Atma Media

Press.

USDA [United States Department of

Agriculture]. 2010b. plants Database Plants Profile.

http://plants.usda.gov/java/profile?

symbol=caan4. [14 Desember

USDA [United States Department of

Agriculture]. 2012b. National

Nutrient Database for Standard

Reference Release 25

http://ndb.nal.usda.gov/ndb/foods/s

how/3569. [14 Desember 2013].

Refbacks

  • There are currently no refbacks.