FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS SAYURAN DETERMINANT FACTORS OF VEGETABLE PRODUCTIVITY

Dwi Rachmina

Abstract

Produktivitas faktor total (TFP) memiliki peranan penting dalam meningkatkan produksi sayuran.
Banyak faktor yang mempengaruhi TFP. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi TFP pada usahatani sayuran. Tujuan penelitian ini yaitu mengukur TFP dan
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi TFP pada usahatani sayuran. Penelitian dilakukan
ditingkat usahatani di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dengan jumlah sampel 76 yang
tersebar di enam desa sentra produksi sayuran yang memiliki kondisi infrastruktur yang berbedabeda.
Produktivitas (TFP) usahatani sayuran bervariasi antara 0,71 – 3,14 dengan rata-rata 1,43.
Variasi TFP tersebut sangat responsif terhadap perubahan indeks diversifikasi tanaman. Pendidikan
petani dan luas lahan yang diusahakan, dan akses ke pasar input berpengaruh positif siginifikan
dengan elastisitas yang relatif kecil. Pengaruh positif teknologi konservasi dan infrastruktur irigasi
kurang kuat. Sementara teknologi benih justru ada indikasi dapat menurunkan TFP, tetapi
pengaruhnya tidak nyata.

Full Text:

PDF

References

Adhola SM, P.B. Hazell, B. Blarel, and F.

Place. 1993. Indigenous Land Rights

Systems in Sub Saharan Africa: A Constrain

on Productivity? In The Economics of Rural

Organization: Theory, Practice, and Policy.

Edited by Hoff K, A Braverman, and JE

Stiglitz. Oxford University Press, New York.

Ashok KR and R Balasubramanian. 2006. Role

of Infrastructure in Productivity and

Diversification of Agriculture. South Asia

Network of Economic Research Institutes

(SANEI), Pakistan Institute of Development

Economics, Islamabad, Pakistan.

Badan Pusat Statistika Jawa Barat. 2011. Jawa

Barat dalam Angka Tahun 2010. Badan Pusat

Statistika Provinsi Jawa Barat, Bandung.

Badan Pusat Statistika Kabupaten Bandung.

Kabupaten Bandung dalam Angka

Tahun 2010. Kerjasama Badan Pusat

Statistika Kabupaten Bandung dengan Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah

Kabupaten Bandung, Bandung.

Fuglie KO. 2004. Productivity Growth in

Indonesia Agriculture, 1961-2000. 2004.

Bulletin of Indonesian Economic Studies,

Vol. 40, No. 2.

Fuglie K.O. 2010. Sources of Growth in

Indonesian Agriculture. Journal of

Productivity Analysis (2010) 33:225-240,

Doi 10.1007/s11123-009-0150-x.

Iyengar NS and Sudarshan P. 1982. ‘A Method

of Classifying Regions from Multivariate

data’, Economic and Policy Weekly, Vol. 17

(51), pp: 2048-2052.

Kalyvitis S. 2002. Public Investment Rules and

Endogenous Growth with Empirical

Evidence from Canada. Scot J Polit Econ.

(1):90-100. doi: 10.1111/1467-

00256.

Kumar P, S Mittal dan M Hossain. 2008.

Agricultural Growth Accounting and Total

Factor Productivity in South Asia: A Review

and Policy Implications. Agricultural

Economics Research Review. Vol 21 July –

December 2008 pp 145 – 172.

Looney RE. 1994. The Impact of Infrastructure

on Pakistan’s Agricultural Sector. The

Journal of Developing Areas, 28 (July 1994)

: 469-486.

Martinez–Cordero FJ, WJ Fitgerald and PS

Leung. 1999. Evaluation of Productivity in

Extensive Aquaculture Practices Using

Interspatial TFP Index, Sulawesi, Indonesia.

Asian Fisheries Science, 12 : 223 – 234.

Asian Fisheries Society, Manila, Philippines.

Nayak P. 1999. Infrastructure: Its Development

and Impact on Agriculture in North-East

India. Journal of Assam University, vol. IV

(1): 59-65.

Weiping C and D Ying. 2007. Total Factor

Productivity in Chinese Agriculture: The

Role of Infrastructure. 2 (2) : 212 – 223.

DOI 10.1007/s11459-007-0011-3, Front,

Econ, China.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.