PENGARUH KEMIRINGAN LAHAN DAN SISTEM KONSERVASI TERHADAP EFISIENSI USAHATANI KENTANG DATARAN TINGGI

Wini Nahraenni

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi
efisiensi teknik, alokatif, dan ekonomi usahatani kentang dataran tinggi di Jawa Barat serta
menganalisis pengaruh kemiringan lahan dan sistem konservasi terhadap efisiensi teknik, alokatif
dan ekonomi dari 203 petani sampel di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan model stochastic
frontier dengan model fungsi produksi frontier Cobb Douglas dengan teknik Maximum Likelihood
Estimation (MLE) yang kemudian digunakan untuk menurunkan fungsi biaya dual frontier. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa produksi kentang sangat responsif terhadap luas lahan, diikuti oleh
benih dan pupuk kandang. Kemiringan lahan signifikan memengaruhi produksi, semakin tinggi
kemiringan lahan maka efisiensi semakin kecil. Sistem konservasi signifikan mempengaruhi
efisiensi. Sistem konservasi searah kontur dan teras bangku dapat meningkatkan efisiensi teknik.
Sebaran efisiensi teknik, alokatif dan ekonomi berkisar antara 21–94%, 19-99% dan 15-85% dengan
rata-rata 84%, 47% dan 38%. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi,
pemerintah harus tegas membuat aturan kemiringan atau ketinggian lahan yang diperbolehkan untuk
ditanami kentang dengan sistem konservasi yang dapat mengurangi erosi seperti penanaman searah
kontur.

Full Text:

PDF

References

Abedullah, K Bakhsh, and B Ahmad. 2006.

Technical efficiency and its determinants in

potato production, evidence from Punjab,

Pakistan. The Lahore Journal of Economics.

(2): 1-22.

BPS (Badan Pusat Statistik) Jawa Barat. 2010.

Jawa Barat dalam Angka. Bandung.

Battese GE and TJ Coelli. 1992. Frontier

production functions, technical efficiency

and panel data: with application to paddy

farmers in India. The Journal of Productivity

Analysis 3(1): 153-169.

Battese GE. 1992, Frontier Production

Functions and Technical Efficiency: A

Survey of Empirical Applications in

Agricultural Economics. Agricultural

Economics. 7: 185-208.

Coelli, TJ and Battese G.1996. Identification of

factors which influence the technical

inefficiency of Indian farmers. Australian

Journal of Agricultural Economics. 40: 103-

Bravo-Ureta BE and Pinheiro AE. 1993.

Efficiency analysis of developing country

agriculture: A review of the frontier function

literature. Agricultural and Resource

Economics Review. 22: 88-101.

Bravo-Ureta BE and Pinheiro AE. 1997.

Technical, economic and allocative

efficiency in peasant farming: evidences

from the Dominican Republic. The

Developing Economies. 35(1): 48-67.

Solis D, BE Bravo-Ureta, and RE Quiroga.

Technical efficiency among peasant

farmers participating in natural resource

management programmes in Central

America. Journal of Agricultural

Economics. 60(1): 202-219.

Doi:10.1111/j.1477-9552.2008.00173.x

Nahraeni et al. Efisiensi usahatani kentang dataran tinggi

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat.

Luas Panen, Produksi dan

Produktivitas Sayuran. Bandung Jawa Barat.

Dinas Kehutanan Prop. Jabar, 2010. Luas

Lahan Kritis di Jawa Barat. Perum Perhutani

Unit III, Dinas Kehutanan Kab/Kota dan

Balai Pengelola DAS.

Debertin DL. 1986. Agricultural Production

Economics. Mcmillan Publishing Company,

New York.

Katharina R. 2007. Adopsi konservasi sebagai

bentuk investasi usaha jangka panjang (Studi

kasus usahatani kentang lahan kering dataran

tinggi Pengalengan). Jurnal Manajemen dan

Agribisnis. 4(1).

Jondrow J, CAK Lovell, IS Materov, and P

Schmidt. 1982. On the estimation of

technical inefficiency in the stochastic

frontier production function model. North

Holland Publishing Company. Journal of

Econometrics 19: 233-238.

(1): 33-77.

Meeusen W and JVD Broeck. 1977. Efficiency

estimation from Cobb-Douglas production

function with composed error. International

Economic Review. 18: 435-444.

Reddy M. 2002. Implikation of Tenancy Status

on Productivity and Efficiency: Evidence

from Fuji. Sri Langkan Journal of

Agricultural Economics. 4(1): 19-37.

Wadud A and B White. 2000. Farm household

efficiency in Bangladesh: A comparison of

stochastic frontier and DEA methods.

Applied Economics 32: 1665–1673.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.