THE ROLE OF AGRICULTURAL WASTE AND FERTILIZATION LEVEL NPK ON GROWTH AND RESULTS Shallots (Allium ascalonicum L.) IN THE LAND OF THE TIDEOVERLOAD TYPE D

Main Article Content

Erni Hawayanti
Desi Tri Astuti
Dea Rizki Ananda
Dela Ayu Sinta
Nico Sebayang

Abstract

Efforts to increase national food production include applying production technology through the use of organic fertilizers. These fertilizers can restore soil fertility. Various types of agricultural waste that can be used to make organic fertilizers are rice straw, banana weeds, water hyacinth, coconut fiber. This organic fertilizer is applied to the soil in solid form on shallot plants grown on tidal soil type D overflow, in Sukajadi village, sub-district. Talang Kelapa Banyuasin Regency. This study used a split plot design with 9 treatment combinations with 3 replications, 27 plots and 5 sample plants were obtained. The treatment factors are as follows: 1. Main Plot : fertilization rate of Compound NPK Fertilizer (N) N1 = 25% of Recommended Dose, N2 = 50% of Recommended Dose, N3 = 75% of Recommended Dose, 2. Sub-plots : Fertilizer Dose Agricultural waste (L) L1 = 5 tons/ha, L2= 0 tons/ha, L3 = 15 tons/ha. The data obtained were tested statistically using SPSS 26 software program. The variables observed in this study were plant height (cm), tuber weight per clump and tuber weight per plot. The purpose of the study was to obtain a dose of organic fertilizer from agricultural waste that could reduce the use of inorganic NPK fertilizer in tidal land, and it was hoped that it would be very useful for users as an applicative technology that was economically profitable and technologically easy to apply, for the government to overcome the problem of scarcity of fertilizers and for the community. especially farmers can increase production and standard of living. The results showed that the application of organic fertilizer from agricultural waste 15 tons/ha with 75% NPK fertilizer resulted in the best growth and yield of shallots at 11.30 tons/ha.


 


Usaha untuk meningkatkan produksi pangan nasional antara lain dengan menerapkan teknologi produksi melalui penggunaan pupuk organik. Pupuk tersebut dapat mengembalikan kesuburan lahan.Berbagai jenis limbah pertanian yang dapat digunakan untuk membuat pupuk organik  adalah Jerami Padi, Bonggol Pisang, enceng gondok, sabut kelapa. Pupuk organik ini diaplikasi ke tanah dalam bentuk padat pada tanaman bawang merah yang ditanam pada tanah pasang surut tipe luapan D, di desa Sukajadi kec. Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot disign dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 ulangan  didapatkan 27 petak dan 5 tanaman contoh. Adapun faktor perlakuan sebagai berikut : 1. Petak Utama : tingkat pemupukan  Pupuk NPK Majemuk (N) N1 = 25 % Dari Dosis Anjuran, N2 = 50 % Dari Dosis Anjuran,  N3 = 75 % Dari Dosis Anjuran,   2. Anak Petak : Dosis Pupuk Limbah pertanian (L) L1 = 5 ton/ha,   L2= 0 ton/ha, L3  = 15 ton/ha. Data yang diperoleh diuji secara rganicc dengan menggunakan software program SPSS 26.Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), berat umbi per rumpun dan berat umbi perpetak. Tujuan penelitian untuk mendapatkan takaran pupuk organik limbah pertanian yang dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK anorganik di lahan pasang surut, dan diharapkan sangat berguna bagi pengguna sebagai teknologi aplikatif yang secara ekonomi menguntungkan dan secara teknologi mudah diterapkan, bagi pemerintah dapat mengatasi masalah kelangkaan pupuk dan bagi masyarakat khususnya petani dapat meningkatkan produksi dan taraf hidupnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk rganic limbah pertanian 15 ton/ha dengan pupuk NPK 75 % menghasilkan pertumbuhan dan  hasil bawang merah terbaik





 


 
 




 yaitu 11,30 ton/ha.

Article Details

How to Cite
Hawayanti, E. ., Tri Astuti, D., Rizki Ananda, D., Ayu Sinta, D. ., & Sebayang, N. (2022). THE ROLE OF AGRICULTURAL WASTE AND FERTILIZATION LEVEL NPK ON GROWTH AND RESULTS Shallots (Allium ascalonicum L.) IN THE LAND OF THE TIDEOVERLOAD TYPE D. Jurnal Pertanian, 13(1), 14–18. https://doi.org/10.30997/jp.v13i1.5039
Section
Articles

References

Ganesh, C.D. Composting of water hyacint

using saw dust/rice straw as a

bulking agentInternational Journal Of

Environmental Sciences Vol.2 No.3.

Ihsan, M. 2013. Manfaat Serbuk cocopeat /Serbuk sabut kelapa.http://ceritanurmanadi.wordpress.com. Diakses pada tanggal 30 Maret 2021.

Imelda S Marpaung 2014. Efektifitas pupuk organik untuk meningkatkan produktifitas padi di lahan pasang surut.Balai pengkajian teknologi pertanian Sumatera Selatan.

Maspary.2012. Kehebatan MOL Bonggol Pisang.http://www.gerbangpertanian.com/2012/05/apa-kehebatan-mol-bonggol-pisang.html. Diakses Tgl 8 April 2021

Muhtar, A. 2008.Penggunaan Tanaman Eceng Gondok sebagai Pre-Treatmen Pengolahan Air Minum pada Air Selokan Mataram. Tugas Akhir Strata-Teknik Lingkungan : Tugas Akhir Tidak Diterbitkan. Yogyakarta : UII.

Ningsih, E. M. N., Y. A. Nugroho, dan N. R. S. Tihuma. 2007. Kajian paduan bokashi sampah kota dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kedelai. Jurnal Agrika Vol. 1 (1): 58 – 67

Nigsih, R. D. Dan A. Noor, 2016. Penampilan Beberapa Varietas Bawang Merah di Lahan Pasang Surut Kalimantan Selatan.BPTP Kalimantan Selatan.Kalimantan Selatan.

Rahayu, S. 2012. Respon aplikasi pupuk organik terhadap pertum buhan dan hasil beberapa varietas tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum.L). Agri-tek 13 (1) : 50 – 57.

Simamora, S. Dan Salundik. 2006, Meningkatkan Kualitas Kompos AgroMedika Pustaka. Jakarta.

Soenandar, M & Tjachjono, H. R. 2012. Membuat Pestisida Nabati. P.T AgroMedia Pustaka. Jakarta.

Suhastyo, A.A. 2011. Studi Mikrobiologi dan Sifat Kimia Mikroorganisme Lokal yang Digunakan pada Budidaya Padi Metode SRI (System of Rice Intensification).Tesis.Pascasarjana.Institut Pertanian Bogor.