AKLIMATISASI TIGA JENIS ANGGREK PADA MEDIA TANAM YANG BERBEDA

Main Article Content

Candra Catur Nugroho
Ince Raden

Abstract

Tanaman anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang popular di Indonesia. Permintaan akan bibit anggrek cukup tinggi di Indonesia sehingga penyediaan bibit anggrek unggul secara cepat perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis media paling tepat digunakan untuk aklimatisasi ketiga jenis anggrek agar dapat meningkatkan dan mempercepat pertumbuhannya. Penelitian dilaksanakan di net house Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara pada bulan April sampai Juni 2019. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK), dan setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Sebagai perlakuan adalah jenis media tanam yang terdiri atas cocopeat, arang, akar pakis, sekam bakar, cocopeat + arang, dan akar pakis + sekam bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan tinggi tanaman tertinggi anggrek C. pandurata, C. asperata, dan Oncidium linda isler x Odorais princess yH tween star berturut-turut diperoleh ketika bibit ditanam di media cocopeat + arang (3,30 cm), cocopeat (2,37 cm), serta cocopeat dan akar pakis (2,45 cm). Persentase hidup bibit tanaman anggrek yang ditanam di media cocopeat dan cocopeat + arang sebesar 88,89% jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan keempat media tanam lainnya. Anggrek jenis C. pandurata memiliki persentase hidup tertinggi (72,22%) dibandingkan dengan anggrek C. asperata (55,56%) dan Oncidium linda isler x Odorais princess yH tween star (50,00%). Media tanam cocopeat baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan arang merupakan media aklimatisasi terbaik untuk jenis anggrek C. pandurata, C. asperata, dan Oncidium linda isler x Odorais princess yH tween star.


 

Article Details

How to Cite
Nugroho, C. C., & Raden, I. (2021). AKLIMATISASI TIGA JENIS ANGGREK PADA MEDIA TANAM YANG BERBEDA . Jurnal Pertanian, 12(2), 109–116. https://doi.org/10.30997/jp.v12i2.4443
Section
Articles

References

Adi, N.K.A.P., I.A. Astarini, dan N.P.A. Astiti. 2014. Aklimatisasi Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) hasil perbanyakan in vitro pada media berbeda. Jurnal Simbiosis. II(2): 203-214.

Adlyfirma. 2012. Fungsi unsur hara bagi tanaman. Penebar Swadaya, Jakarta.

Agustin. 2010. Manfaat krodium organik dari fungi Ganoderma locidum dalam

meningkatkan efesiensi metabolisme dan performa produksi ternak

ruminasia. Disertasi. IPB. Bogor.

Candra, A.I., Wardati, dan M.K. Amrul. 2015. Pemberian pupuk bokhasi dan urine

sapi pada pembibitan tanaman kakao (Theobroma cacao L). Jom Faperta. 2(2).

Claudia, V., I.A. Astarini, dan S.K. Sudirga. 2013. Perbanyakan Anggrek Hitam (Coelogyne

pandurata Lindl.) secara in vitro. Jurnal Simbiosis. 1(2): 79-84.

Deswiniyanti, N.W. dan N.K.D. Lestari. 2017. Persilangan interspesifik Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) dengan Anggrek Mutiara (Coelogyne asperata). Jurnal Metamorfosa. IV(1): 102-107.

Direktorat Perbenihan Hortikultura. 2012. Anggrek species Indonesia. Direktorat Perbenihan Hortikultura, Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Jariyah, A. 2017. Pengaruh kombinasi jenis media dan zat organik kompleks terhadap pertumbuhan tunas hasil silangan F1 Anggrek Oncidium spp. Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB. Bogor.

Kartana, S.N. 2017. Uji berbagai media tanam dalam meningkatkan pertumbuhan bibit anggrek bulan yang berasal dari alam. Jurnal Penelitian PIPER. 24(13): 19-25.

Lestari, N.K.D., dan N.W. Deswiniyanti. 2015. Perbanyakan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) dengan media organik dan Vacin Went secara in vitro. Jurnal Virgin. 1(1): 30-39.

Litbang Pertanian. 2005. Prospek dan arah pengembangan agribisnis Anggrek. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.

Serliana, Mukarlina, R. Linda. 2017. Pertumbuhan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) secara in vitro dengan penambahan ekstrak tomat (Solanum lycopersicum L.) dan benzyl amino purine (BAP). Protobiont. 6(3): 310-315.

Tinambunen, R.F., dan H. Abdullah. 2018. Pengaruh penggunaan media tanam dan pupuk Hyponex terhadap pertumbuhan planlet anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) pada tahap aklimatisasi. Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pembelajarannya. Universitas Negeri Medan, Medan.

Tini, E.W., P. Sulistyanto, dan G.H. Sumartono. 2019. Aklimatisasi anggrek (Phalaenopsis amabilis) dengan media tanam yang berbeda dan pemberian pupuk daun. J. Horti. Indonesia. 10(2): 119-127.

Untari, R., dan D.M. Puspitaningtyas. 2006. Pengaruh bahan organik dan NAA terhadap Pertumbuhan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) dalam kultur in vitro. Biodiversitas. 7(3): 344-348.

Wardani, S., H. Setiado, dan S. Ilyas. 2010. Pengaruh media tanam dan pupuk daun terhadap aklimatisasi anggrek Dendrobium (Dendrobium Sp.). JOM Pertanian USU. Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian USU, Medan.

Widiarsih, S., D. Ita. 2008. Pengaruh dosis iradiasi sinar gamma terhadap laju pertumbuhan anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis (L.) BI.) pada fase aklimatisasi dan vegetatif awal. Prosiding Simposium dan Pameran Teknologi Isotop dan Radiasi. BATAN. Jakarta.

Wuryan. 2008. Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tanaman

hias pot spathiphyllum sp. Buletin Penelitian Tanaman Hias. 2(2): 81-89.