PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) YANG DIAPLIKASIKAN PUPUK KANDANG DAN BOKASHI KIAMBANG

Main Article Content

Khadijah Khadijah
Akhmad Rizali
Noorkomala Sari
http://orcid.org/0000-0002-6232-0929

Abstract

Produktivitas tanaman bawang merah di Indonesia dari tahun 2013 hingga 2017 berfluktuasi setiap tahunya, hal ini disebabkan oleh faktor sarana produksi dalam budidaya yaitu kualitas lahan. Kesuburan lahan di Kalimantan Selatan mengalami penurunan akibat degradasi lahan akibat input bahan kimia pada kegiatan pertanian secara berlebihan, diperlukan input bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan respon pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dari kombinasi beberapa jenis pupuk kandang dan dosis bokashi kiambang, untuk mengetahui apakah ada interaksi antara pupuk kandang dan bokashi kiambang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Hasil penelitian parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering menunjukkan perbedaan yang nyata antara perlakuan terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) dari perlakuan kombinasi beberapa jenis pupuk kandang dan dosis bokashi kiambang. Sedangkan parameter jumlah umbi tidak signifikan. Rekomendasi perlakuan terbaik adalah K1B1a, baik dalam meningkatkan tinggi tanaman, bobot basah dan bobot kering dan K1B2a baik untuk menambah jumlah daun dan jumlah umbi.

Article Details

How to Cite
Khadijah, K., Rizali, A., & Sari, N. (2021). PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) YANG DIAPLIKASIKAN PUPUK KANDANG DAN BOKASHI KIAMBANG. Jurnal Pertanian, 12(2), 77–88. https://doi.org/10.30997/jp.v12i2.4264
Section
Articles

References

Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura. (2017). Produktivitas Bawang Merah Menurut Provinsi , 2013-2017.

Direktoral Jendral Hortikultura. (2011). Deskripsi Varietas Bawang Merah. https://pkht.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/Deskripsi-bwg-merah-tajuk.pdf.

Direktorat Jendral Hortikultura. (2015). Statistik Produksi Hortikultura 2014. Direktorat Jendral Hortikultura, Kementrian Pertanian. http://hortikultura.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2016/02/Statistik-Produksi-2014.pdf

Endang. (2007). Pengaruh Pembarian Dolomit dan Pupuk Organik Kiambang (Salvinia molesta) pada Lahan Gambut terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis. Skripsi.

Firmansyah, I., & Sumarni, N. (2016). Pengaruh Dosis Pupuk N dan Varietas Terhadap pH Tanah, N-Total Tanah, Serapan N, dan Hasil Umbi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Tanah Entisols-Brebes Jawa Tengah. Jurnal Hortikultura, 23(4), 358. https://doi.org/10.21082/jhort.v23n4.2013.p358-364

Handayani, S. A. (2014). Optimalisasi Pengelolaan Lahan untuk Sayuran Unggulan Nasional. In Tabloid Sinar Tani. Julianto. http://tabloidsinartani.com/content/read/optimalisasi-pengelolaan-lahan-untuksayuranunggulan-nasional/.

Indrawan1, I., Kusumastuti, A., & Bambang Utoyo. (2015). Pengaruh Pemberian Kompos Kiambang dan Pupuk Majemuk pada Pertumbuhan Bibit Kakao ( Theobroma cacao L .) ( The Effect of Giant Salvinia Compost and Compound Fertilizer on Growth of Cocoa Seedling [ Theobroma cacao L .]). Aip, 3(1), 47–58. https://core.ac.uk/download/pdf/325991449.pdf

Karoba, F., Nurjasmi, R., Respati, U., & Jakarta, I. (2015). Pengaruh Perbedaan pH terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae) Sistem Hidroponik Nft (Nutrient Film Tecnique). Jurnal Ilmiah Respati, 7(2), 5–6. http://ejournal.urindo.ac.id/index.php/pertanian/article/download/222/205

Lakitan, B. (2000). Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. In ISBN (Vols. 979-421–37). Raja Grafindo Persada.

Lesmana, A. P. (2018). Pemanfaatan KOmpos Kiambang dan POC Limbah Ikan Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao ( Theobroma cacao L.) S K R I P S I. https://core.ac.uk/download/pdf/225831873.pd

Lingga, P., & Marsono. (2013). Petunjuk Penggunaan Pupuk (Revisi). Penebar Swadaya.

Musnawar. (2003). Pupuk Organik Cair dan Padat. Penebar Swadaya.

Putrasamedja Sartono, & Suwandi. (1996). Bawang Merah Di Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Sayuran Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hortikultura Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. http://repository.pertanian.go.id/bitstream/handle/123456789/10056/M-05 Varietas Bawang Merah di Indonesia.pdf?sequence=1

Sismiyanti, Hermansah, & Yulnafatmawita. (2018). Klasifikasi Beberapa Sumber Bahan Organik dan Optimalisasi Pemanfaatannya Sebagai Biochar. ISSN, p-ISSN 182, 8–16. file:///C:/Users/USER/Downloads/133-222-3-PB.pdf

Sukmawati. (2020). Budidaya Kakao (Theobroma cacao L.) secara organik dengan pengaruh beberapa jenis pupuk organik.

Sutapradja. (1996). Kaitan Antara Pemberian Cu dan Dosis K, Mg serta Ca Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah. Jurnal Hort. Pengembangan Pertanian. Hort, 5(5), 17–22.

Sutejo, M. M. (2010). Pupuk dan Cara Pemupukan (9th ed.). Rineka Cipta. https://core.ac.uk/download/pdf/225831873.pd

Wibowo, S. (2009). Budidaya Bawang Putih, Bawang Merah, Bawang Bombay. Penebar Swadaya.

Widawati, S., Suliasih, & Syaifudin. (2002). Pengaruh Introduksi Kompos Plus terhadap Produkasi Bobot Kering Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) pada Tiga Macam Media Tanah. J. Biol. Indon., 3(3), 245–253. https://media.neliti.com/media/publications/228212-pengaruh-introduksi-kompos-plus-terhadap-e8ebdc5e.pdf

Wiraatmaja, I. W. (2017). Defisiensi dan Toksisitas Hara Mineral Serta Responnya Terhadap Hasil. Bahan Ajar. https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_1_dir/8845246192c4d15f3aa034af1b88a4d4.pdf

Yuwono, D. (2008). Kompos. Penebar Swadaya.