STUDI ETNOBOTANI KERAGAMAN TANAMAN PANGAN LOKAL ETNIS LIO FLORES KABUPATEN ENDE

Main Article Content

Josina Irene Hutubessy
Maria Tensiana Tima
Murdaningsih Murdaningsih

Abstract

Etnobotani dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tradisioal yang telah menggunakan berbagai macam tumbuhan, untuk menunjang kebutuhan seperti tanaman pangan. Salah satu daerah di Kabupaten Ende yang masih teguh memegang tradisi budaya adalah suku lio. Lio adalah salah suku yang berada di Pulau Flores – NTT. Tradisi masyarakat dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber pangan lokal yang merupakan tradisi turun temurun yang memperkaya budaya sehingga perlu dilakukan penkajian terkait pengelolaan tradisi agar tidak punah. Pengetahuan terhadap tumbuh – tumbuhan dan budaya dalam kehidupan sehari – hari erat hubungannya dengan Etnobotani. Penelitian ini dilakukan di 3 desa yaitu : Desa Saga, Wologai dan Nggela. Metode wawancara, kuisioner, FGD dan tracking. Berdasarkan penelitian mendapatkan 23 jenis (Uwi Leke. Ubi Talas (Colocasia esculenta), Ubi Jalar  (Ipomoea batatas ), Ubi Uwi  (Dioscorea spp), Padi ladang Merah, Jagung (Zea mays L), Ubi Kayu (Manihot esculenta), Ubi gumbili (Diascorea esculenta L). Sorgum  merah (Sorgum bicolor (L) Moench ,Sorgum Putih, Uwi Boti ,Padi Ladang Hitam, Padi Ladang, Ubi Gadung (Dioscorea hispida), Jelali (Hordeum vulgare), Umbi Ganyong (Canna discolor), Kacang merah (Hordeum vulgare), Kacang Hitam (Vigna radiate) Kacang Tanah (Arachis hypogaea) uwi manu, uwi rita dan uwi bara bera.Masyarakat  memanaatkan tanaman  sebagai pangan, pakan dan seromonial adat.


 

Article Details

How to Cite
Hutubessy, J. I., Tima, M. T. ., & Murdaningsih, M. (2021). STUDI ETNOBOTANI KERAGAMAN TANAMAN PANGAN LOKAL ETNIS LIO FLORES KABUPATEN ENDE. Jurnal Pertanian, 12(2), 96–104. https://doi.org/10.30997/jp.v12i2.4079
Section
Articles
Author Biography

Josina Irene Hutubessy, Universitas Flores Fakultas Pertanian

Dosen Fakultas Pertanian

References

Cornara, L. et al. (2014) ‘Ethnobotanical and phytomedical knowledge in the North-Western Ligurian

Alps’, Journal of Ethnopharmacology, 155(1), pp. 463–484. doi: 10.1016/j.jep.2014.05.046.

Gumilang Pramesti Fitria Arum , Amin Retnoningsih, A. I. (2012) ‘Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Desa Keseneng Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Jawa Tengah’, Unnes Journal of life Science, 1(2), pp. 128–132.

Rauf, A. W. and Lestari, S. (2009) ‘Pemanfaatan komoditas pangan lokal sebagai sumber pangan alternatif di Papua.’, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 28(0967), pp. 54–62.

Tardío, J., M. Pardo-De-Santayana, R. M. (2006) ‘Ethnobotanical review of wild edible plants in Spain.’, pp. 27–71.

Timur, N. T., Ine, S. and Li, U. (2016) ‘Suku Lio , Nusa Tenggara Timur’.

Trotter, R. and Logan, M. (1986) ‘Trotter RT, Logan MH 1986. Informant consensus: A new approach for identifying potentially effective medicinal plants. In: NL Etkin (Ed.): Plants in Indigenous Medicine and Diet: Biobehavioral Approaches. New York: Redgrave Publishing Company, pp. 91–112.’, pp. 91–112.

Wijaya, I. and Oktarina, O. (2014) ‘Sumbangan Ilmu Etnobotani dalam Memfasilitasi Hubungan Manusia dengan Tumbuhan dan Lingkungannya [Contributions In Science Ethnobotany Facilitate …’, Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian …, 7(2), pp. 375–391. Available at: http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/AGRITROP/article/view/706.

Yulianti Rombe Payung, M. dan R. P. (2016) ‘Studi Etnobotani Tumbuhan Pangan Suku Kaili Ija Di Desa Bora Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah’, Biocelebes, 10(1), pp. 76–90.