KERAGAAN PERTUMBUHAN TANAMAN JARAK PAGAR (JATROPHA CURCASS) DI PEMBIBITAN AKIBAT PEMBERIAN MIKORIZA DI DUA LOKASI BERBEDA BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT

Roni Assafaat Hadi

Abstract

Penelitian ini mengkaji keragaan pertumbuhan tanaman jarak pagar (Jatropha curcass) di pembibitan akibat pemberian mikoriza di dua lokasi berbeda berdasarkan ketinggian tempat untuk ketiga kultivar IP-3P, IP-3A, IP-3M. Berdasarkan tujuan tersebut maka sifat dari penelitian ini adalah verifikatif dilakukan dengan pendekatan eksperimen di laboratorium dan di lapangan.

            Penelitian dilaksanakan di rumah kaca, laboratorium dan lapangan di dua lokasi berdaarkan ketinggian tempatnya dataran rendah Cirebon (0-50 mdpl) dan dataran medium Jatinangor (850 mdpl) Balai Benih Pasir Banteng, dengan ketinggian tempat 850 m dpl. Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari satu faktor kombinasi yaitu tiga taraf jenis kultivar jarak pagar dan lima taraf dosis konsorsium FMA. Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, maka jumlah keseluruhan : 3 x 5 x 3 = 45 plot.

      Hasil penelitian tersebut menunjukkan keragaan pertumbuhan tanaman jarak pagar (Jatropha curcass) di pembibitan untuk ketiga kultivar jarak pagar IP-3P, IP-3A, IP-3M akibat pemberian mikoriza di dua lokasi berbeda berdasarkan ketinggian tempat yaitu dosis FMA konsorsium sebanyak 10 gram memberikan hasil yang terbaik untuk kolonisasi mikoriza, biomassa akar dan FMA, serta tinggi tanaman.

Keywords

Mikoriza, Jarak Pagar, Kultivar

Full Text:

PDF

References

Cucu Suherman VZ. 2011. Peningkatan Pertumbuhan, Hasil Dan Rendemen Minyak Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn) Melalui Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula Dan Pupuk Fosfat Pada Inceptisol Jatinangor. Disertasi. Program Pascasarjana Unpad. Bandung.

Delvian. 2003. Keanekaragaman cendawan mikoriza arbuskula (CMA) di hutan pantai dan potensi pemanfaatannya. Studi kasus di hutan cagar alam Leuweung Sancang Kabupaten Garut, Jawa Barat. Disertasi. IPB.

Direktorat Budidaya Tanaman Tahunan. 2007. Pedoman Budidaya Tanaman Jarak Pagar. Melalui < http://ditjenbun.deptan.go.id/tahunanbun/tahunan > [12/6/2009].

Erliza Hambali, Ani Suryani, Dadang, Hariyadi, Hasim Hanafie, Iman Kartolaksono Reksowardojo, Mira Rivai, Muhamad Ihsanur, Prayoga Suryadarma, Soekisman Tjitrosemito, Tatang Hernas Soerawidjaja, Theresia Prawitasari, Tirto Prakoso, Wahyu Purnama. 2007. Jarak Pagar Tanaman Penghasil Biodiesel. Penebar Swadaya, Jakarta.

Gonzalo. B.E. And A. Miguel. 2006. Mycorrhizal An Eclogical Alternative for Sustainable Agriculture. Melalui http://www.micorhizal.html

Heller, J. 1996. Physic nut, Jatropha curcas L. Promoting the conservation and use of underutilized and neglected crop I. International Genetic Resouurces Institute, Rome. 66p.

Henning, R. 1996. Combating desertification: The Jatropha Project of Mali, West Africa. Aridland No.40, Fall/Winter 1996. The CCD, Part I: Africa and The Mediterranean. http://ag.arizona.edu/OALS/ALN/aln40/jatropha.html [januari 2017].

Minerdi, D., V. Bianciotto, P. Biofante. 2002. Endosymbiotic bacteria in mycorrhizal fungi: from their morphology to geonomic sequences. Plant and Soil 244: 211-219.

Nuhamara, ST. 1994. Peranan Mikoriza Untuk Reklamasi Lahan Kritis. Program Pelatihan Biologi dan Bioteknologi Mikoriza.

Preston, S. 2007. Alternative Soil Amandements. NCAT Agriclture Specialist. National Sustainable Agricukture Information Service. ATTRA Publication. Melalui http://www.attra.ncat.org/attra-pub/PDF/altsoil.pdf [8/3/2007].

Schelkle, M., and R.L. Peterson. 1996. Suppression of common root pathogens by helper bacteria and ectomycorrhizal fungi in vitro. Mycorrhiza. 6: 481-485.

Setiadi, Y. 2003. Arbuscular mycorizal inokulum production. Program dan Abstrak Seminar dan Pameran : Teknologi Produksi dan Pemanfaatan Inokulan Endo-Ektomikoriza untuk Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan. 16 September 2003. Bandung. Pp 10.

Smith, S.E. and D. Read. 2008. Mycorhiza Sybiosis. Academic Press. New York.

Suherman, C. 2008. Pertumbuhan Bibit Cengkeh (Eugenia aromatic O.K) Kultivar Zanzibar Yang Diberi Fungi Mikoriza Arbuskula Dan Pupuk Majemuk NPK. Jurnal Agrivigor Vol. 8 No. 1.

Suherman, C., Anne Nuraini dan Harya Gusni. 2010. Pemanfaatan Cendawan Mikoriza Arbuskular Dan Zat Perangsang Tumbuh Akar Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit, Pertumbuhan, Hasil Serta Rendemen Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Tepat Guna Polinela, 5-6 April 2010. Politeknik Negeri Lampung. Lampung.

Sieverding, E. 1991.Vesicular arbuscular Mycorrhiza Management in Tropical Agrosystems. Deutsche Gessellschaft fur Technische Zusammenarbeit (GTZ), Eschborn, Germany.

Smith, S.E., D.J. Read 1997. Mycorrhizal Symbiosis. Second Edition. Academik Press. UK. 605 p.

Varma, A. 2008. Ecophysiology and application of arbuscular mycorrhizae fungi in arid soils. P 561-591. In A. Varma and B. Hock (ed) Mycorrhiza, structure, function, molecular biology and biotechnology. Springer. Verlag, Berlin.

Wahid, P. 2006. Jarak pagar dan lingkungan. Info Tek Jarak Pagar 1(5):18.

Warsa, T. dan Cucu S. A. 1982. Teknik Perancangan Percobaan Serial Pengenalan Dasar-dasar Statistika Terapan. Kelompok Staf Statistika Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran, Bandung.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.