PENGARUH TUMPANG SARI CABAI+TOMAT DAN MULSA PLASTIK HITAM PERAK TERHADAP PERKEMBANGAN VEKTOR VIRUS, INSIDEN SERANGAN VIRUS, DAN HASIL CABAI (CAPSICUM ANNUM) DI LAPANGAN

Pasetriyani Wasito

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tumpang sari cabai+tomat dan mulsa plastik
hitam keperakan terhadap perkembangan vektor virus, insiden serangan virus, dan hasil tanaman
cabai. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Bandung Raya
pada bulan September 2009 sampai dengan Januari 2010. Metode penelitian ini adalah percobaan
dan meggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4
kali. Perlakuan tersebut antara lain: cabai monokroping (A), cabai dan tomat ditanam bersamaan
dengan selang barisan (B), tomat ditanam satu mimggu setelah cabai dengan selang barisan (C),
tomat ditanam dua minggu setelah cabai dengan selang barisan (D), tomat ditanam tiga minggu
setelah cabai dengan selang barisan (E), cabai monokroping dengan mulsa plastik hitam keperakperakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemakaian mulsa plastik hitam keperakperakan
dapat menekan perkembangan vektor virus, insiden serangan virus dan menaikkan hasil
cabai dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

Full Text:

PDF

References

Aventis. 2001. Hama, penyakit cabai, dan

pengendaliannya. Bonus Trubus, 376, Jakarta.

Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura

Jakarta. 2005. Pengendalian hama terpadu: suatu

rekayasa teknologi pengendalian OPT.

Duriat AS, TA Soetarso, L Prabaningrum, dan R

Sutarya. 1994. Penerapan pengendalian hama

penyakit terpadu pada budidaya cabai. Balai

Penelitian Hortikultura Lembang, Bandung.

Nawangsih AA. 1994. Cabai hot beauty. Penebar

Swadaya, Jakarta.

Prabaningrum L dan Tonny MK. 1996. Hamahama

tanaman cabai dan pengendaliannya.

Balitsa Puslitbang Hortikultura. Badan Litbang

Pertanian.

Pracaya. 2009. Hama & penyakit tanaman.

Penebar Swadaya, Jakarta.

Prajnanta F. 1995. Agribisnin cabai hibrida.

Penebar Swadaya, Jakarta.

Rukmana. 1994. Budidaya cabai hibrida sistem

mulsa plastik. Kanisius, Jakarta.

Sastrodihardjo S. 1994. Evaluasi fisiologis

senyawa penghambat pertumbuhan populasi

serangga. ITB, Bandung.

Suryaningsih E, R Sutarya dan AS Duriat. 1996.

Penyakit tanaman cabai dan pengendaliannya.

Balitsa Puslitbang. Badan Litbang Pertanian.

Vos JGM. 1995. Integrated crop management of

hot pepper in tropical lowland.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.