EVALUASI PENANGANAN CACING SUTERA Tubifex sp. DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMBENIHAN IKAN

Main Article Content

Andri Hendriana
Dian Eka Ramadhani
Cecilia Eny Indriastuti
Andri Iskandar
Nabilla Putri Endrassanto
Muhammad Fajar Rejcky

Abstract

Kendala dalam cacing sutera yaitu penanganan yang masih belum optimal sehingga ketersediaan untuk kegiatan pembenihan terhambat. Untuk itu perlu penanganan yang efisien, efektif dan ramah lingkungan Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode penanganan cacing sutera yang terbaik untuk menunjang kinerja pembenihan ikan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Lapang Perikanan Sekolah Vokasi IPB. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan yang terdiri dari perlakuan dan penanganan cacing sutera. Penelitian perlakuan cacing terdiri dari 6 perlakuan yaitu A (cacing dengan plastik packing tertutup), B (cacing dengan plastik packing tertutup dan diberi oksigen 1:2), C (cacing dengan plastik packing tertutup dan ditambah air 2 cm), D (cacing dengan plastik packing tertutup ditambahkan air 2 cm dan oksigen 1:2), E (cacing dengan plastik packing tertutup dan ditambahkan es batu di dalam plastik), dan F (cacing dengan plastik packing tertutup dan ditambahkan es batu di luar plastik). Sedangkan penelitian penanganan cacing sutera terdiri dari 4 perlakuan yaitu G (penanganan cacing di wadah terbuka dan diberi air), H (penanganan cacing di wadah terbuka dan diberi aliran air sedikit), I (penanganan cacing di wadah terbuka dan ditambah air 2 cm), dan J (penanganan cacing di wadah terbuka diberi air 2 cm dan aerasi). Hasil penelitian perlakuan dan penanganan cacing sutera menunjukkan bahwa perlakuan D dan J menghasilkan biomassa rata-rata cacing 19,70±0,46 g dan 19,77±0,21 g. Sedangkan nilai SR tertinggi sebesar 98,67±2,31% dan 98,83±1,04%. Nilai terendah rata-rata biomassa pada perlakuan A sebesar 0,77±0,68 g dan 4,13±0,42 g sedangkan SR terendah sebesar 3,83±3,40% dan 20,67±2,08%. Nilai kualitas air parameter suhu sebesar 26,5-27,6°C dan nilai pH berkisar 7,7-8,0 pada semua perlakuan penelitian. Nilai kualitas air tersebut masih dalam standar untuk cacing sutera.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian pada perlakuan D dan penelitian penanganan perlakuan J untuk cacing sutera merupakan perlakuan terbaik dibandingkan perlakuan lainnya.

Article Details

How to Cite
Hendriana, A., Ramadhani, D. E., Indriastuti, C. E., Iskandar, A., Endrassanto, N. P., & Rejcky, M. F. (2022). EVALUASI PENANGANAN CACING SUTERA Tubifex sp. DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMBENIHAN IKAN. JURNAL MINA SAINS, 8(1). https://doi.org/10.30997/jmss.v8i1.5467
Section
Articles

References

APHA. 2012. Standar Methods for Examination of Water and Waste. 21h Ed. American Public Health association. Washington DC.146p

Bintaryanto BW, Taufikurohmah T. 2013. Pemanfaatan campuran limbah padat (sludge) pabrik kertas dan kompos sebagai media budidaya cacing sutera (Tubifex sp.). Unesa Journal of Chemistry. 2, 1–7.

Effendie H. 1979. Biologi Perikanan I. Bogor : Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Efendi M. 2013. Beternak Cacing Sutera Cara Modern. Jakarta : Penebar Swadaya

Hadiroseyani Y, Nurjariah, Wahjuningrum D. 2007. Kelimpahan bakteri dalam budidaya cacing Limnodrilus sp yang dipupuk kotoran ayam hasil fermentasi. Jurnal Akuakultur Indonesia. 6, 79–87.

Hamron N, Johan Y, Brata B. 2018. Analisis pertumbuhan populasi cacing sutera (Tubifex sp) sebagai sumber pakan alami ikan. Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 7, 79–90.

Mandila PS, Hidajati N. 2013. Identifikasi asam amino pada cacing sutera (Tubifex sp.) yang diekstrak dengan pelarut asam asetat dan asam laktat (Identification of Amino Acids From Silk Worms (Tubifex sp.) Extracted Using Acetic Acid and Lactic Acid Solvents). Unesa Journal of Chemistry. 2, 103–108.

Nimrat S, Boonthai T, Vuthiphandchai V. 2011. Effects of probiotic forms, compositions of and mode of probiotic administration on rearing of pacific white shrimp (Litopenaeus vannamei) Larvae And Postlarvae. Animal. Feed Science and Technologi. 169, 244–258.

Nuraini, Nasution S, Tanjung A, Syawal H. 2019. Budidaya cacing sutera (Tubifek sp) sebagai makanan larva ikan. Journal of Rural and Urban Community Empowerment 1, 9–14.

Oplinger RW, Bartley M, Wagner EJ. 2011. Culture of tubifex sp Tubifex sp: effect of feed type, ration, temperature, and density on juvenile recruitment, production, and adult urvival. North American Journal of Aquaculture, 73 (1): 68-75.

Pursetyo KT, Satyantini WH, Mubarak AS. 2011. Pengaruh pemupukan ulang kotoran ayam kering terhadap populasi cacing Tubifex tubifex. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 3, 177–182.

Shafrudin D, Efiyanti W, Widanarni. 2005. Pemanfaatan ulang limbah organik dari substrak Tubifex sp. di Alam. Jurnal Akuakultur Indonesia. 4, 97–102.

Suryadin D, Helmiati S, Rustadi R. 2017. Pengaruh ketebalan media budidaya cacing sutera (Tubifex sp.) menggunakan lumpur limbah budidaya lele. Jurnal Perikananan Universitas Gadjah Mada. 19(2): 97-105