PERKEMBANGAN EMBRIO DAN PERFORMA AWAL LARVA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanennfeldii)

Main Article Content

Fitra Yani
Cahyanti W

Abstract

This experiment was conducted from May 2021 – September 2021 at the Freshwater Fishery Germplasm Research Installation in Cijeruk, Bogor, West Java. This study aimed to determine the stages of embryonic development and early larval performance that occurred in Tengadak fish (Barbonymus schwanenfeldii). This experimental study used two female fish, two male fish, and anaesthetic drugs. Parameters observed included observation of embryos and early performance of squirrelfish larvae. The embryo data were analyzed in a qualitative descriptive manner with pictures of each egg development phase and then data on egg hatching time. The results showed that the early development of the embryo in trout generally includes cleavage stages, morula, blastula (blastoderm formation), gastrula (closure of the yolk sac), segmentation and hatching. The initial performance of the scorpion fish larvae reared at a temperature of 28oC showed an abnormality value of 5.7±2.5%. The average diameter of the egg yolks of the tee-fish was 39.42±4.41 µm, and the average initial length of the trout larvae was 18.46±1.32 µm.

Article Details

How to Cite
Yani, F., & W, C. (2021). PERKEMBANGAN EMBRIO DAN PERFORMA AWAL LARVA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanennfeldii). JURNAL MINA SAINS, 7(2). Retrieved from https://ojs.unida.ac.id/jmss/article/view/4687
Section
Articles

References

Agatha FS, Mustahal, Syamsunarno MB, Herjayanto M. 2021. Early study on embryogenesis O.woworae at different salinities. Jurnal Biologi Tropis. 21(2): 343-352.

Aidil D, Zulfahmi I, Muliari. 2016. Pengaruh suhu terhadap derajat penetasan telur dan perkembangan larva ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus var. sangkuriang). JESBIO. 5(1): 30-34.

Andriyanto W, Slamet B, Ariawan IMDJ. 2013. Perkembangan embrio dan rasio penetasan telur ikan kerapu raja sunu (Plectropoma laevis) pada suhu media berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 5(1): 192-203.

Ardhardiansyah, Subhan U, Yustiati A. 2017. Embriogenesis dan karakteristik larva persilangan ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) jantan dengan ikan baung (Hemibagrus nemurus) betina. J. Perikanan dan Kelautan. 7(2): 17-27.

Ath-Thar MHF. 2014. Analisis fenotipe dan performa perkembangan awal ikan sepat siam Trichopodus pectoralis Regan 1910 potensial budidaya asal Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Tesis. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Budianita L, Junaidi M, Nurliah. 2019. Pengaruh suhu terhadap perkembangan embrio dan stadia awal larva ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Jurnal Perikanan. 9(1): 7-16.

Cahyanti W, Radona D, Kristanto HA. 2020. Perkembangan embrio dan performa awal larva tiga spesies ikan tor Indonesia. Jurnal Ilmu-ilmu Hayati. 1(19): 231-359.

Cindelaras S, Prasetio AB, Kusrini E. 2015. Perkembangan embrio dan awal larva ikan cupang alam (Betta imbellis LADIGES 1975). Widyariset. 1(1): 1-10.

Effendi I. 2004. Pengantar Akuakultur. Jakarta: Penebar Swadaya.

Gusrina. 2014. Genetika dan Reproduksi Ikan. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Herjayanto M, Carman O, Soelistyomati DT. 2017. Embriogenesis, perkembangan larva dan vibialitas reproduksi ikan pelangi Iriatherina werneri Meinken, 1974 pada kondisi laboratorium. Jurnal Akuakultur Indonesia. 2(1): 1-10.

Hijriyati KH. 2012. Kualitas telur dan perkembangan awal larva ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis, Valenciennes 1928) di Desa Air Saga, Tanjung Pandan, Belitung. Tesis. Depok: Program Studi Magister Ilmu Kelautan, Universitas Indonesia.

Huwoyon GH, Kusmini II. 2010. Keragaan pertumbuhan ikan tengadak alam (hitam) dan tengadak budidaya (merah) (Barbonymus schwanenfeldii) dalam pemeliharaan bersama pada kolam beton. Jurnal Iktiologi Indonesia. 10(1): 47-54.

Islama D, Nirmala K, Widiyati A. 2014. Peningkatan pertumbuhan benih ikan tengadak, Barbonymus schwanenfeldii (Bleeker 1853) melalui pengaturan salinitas dan kalsium. Jurnal Iktiologi Indonesia. 14(2):135-143.

Iswanto B, Tahapari E. 2013. Perkembangan embrio dan larva ikan patin nasutus (Pangasius nasutus Bleeker, 1863) (Pangasiidae; Pisces). Berita Biologi. 12(3): 285-296.

Kusmini II, Radona D, Putri PF. 2018. Pola pertumbuhan dan faktor kondisi benih ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) pada wadah pemeliharaan yang berbeda. LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia. 25(1): 1-9.

Lestari TP. 2016. Induksi hormonal, penambahan spirulina dan kunyit dalam pakan untuk meningkatkan kinerja reproduksi ikan tengadak Barbonymus schwanenfeldii. Tesis. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Mariska A, Muslim, Fitriani M. 2013. Laju penyerapan kuning telur tambakan (Helostoma temminckii C.V) dengan suhu inkubasi berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. 1(1): 34-45.

Muslim M. 2019. Teknologi Pembenihan Ikan Betok (Anabas testudineus). Bandung: PT. Panca Terra Firma.

Naskuroh NZ, Tarsim, Hudaidah S. 2018. Performa daya tetas telur ikan tawes (Barbonymus gonionotus) pada suhu yang berbeda. Jurnal Sains Teknologi Akuakultur. 2(2): 1-6.

Nurjanah SK. 2014. Optimasi salinitas untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan tengadak Barbonymus schwanenfeldii. Skripsi. Bogor: Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Pangreksa, Amelia, Mustahal, Indaryanto FR, Nur B. 2016. Pengaruh perbedaan suhu inkubasi terhadap waktu penetasan dan daya tetas telur ikan sinodontis (Synodontis eupterus). Jurnal Perikanan dan Kelautan. 6(2): 147-160.

Poto LMA. 2019. Buku Informasi Menetaskan Telur PBD.AT02.020.01. Cianjur: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Prakoso AV, Putri PF, Kusmini II. 2017. Pertumbuhan ikan lalawak (Barbonymus balleroide) generasi pertama hasil domestikasi. Jurnal Riset Akuakultur. 12(3): 213-219.

Rahardjo MF, Sjafei DS, Affandi R, Sulistiono. 2011. Iktiologi. Lubuk Agung, Bandung. 394p.

Redha AR, Raharjo EI, Hasan H. 2014. Pengaruh suhu yang berbeda terhadap perkembangan embrio dan daya tetas telur ikan kelabau (Osteochilus melanopleura). Jurnal Ruaya. 4(1):1-7.

Soenardirahardjo PB. 2017. Teratologi Pada Hewan Ternak. Surabaya : Airlangga University Press.

Wahyuningtias I, Diantar R, Otong ZA. 2015. Pengaruh suhu terhadap perkembangan telur dan larva iakan tambakan (Helostoma temminckii). Jurnal Teknologi Perikanan dan Budidaya Perairan. 4(1) : 1-10.

Yuliani D, Mumpuni FS, Muarif M. 2020. Pengaruh perlakuan suhu yang berbeda terhadap waktu penetasan, daya tetas telur dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan brushmouth albino (Ancistrus cirrhosus). J. Mina Sains. 6(1):1–7.