PEMECAHAN MASALAH PENYAKIT PADA IKAN HIAS DISCUS (Symphysodon Discus) MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN

Main Article Content

Rizka Rahmana Putri
Mulyana Mulyana
Muarif Muarif
Heru Fahrudin

Abstract

Penyakit dalam budidaya ikan hias menjadi masalah utama yang dihadapi oleh pembudidaya ikan hias Discus di Kota Bogor. Minimnya pengetahuan tentang cara pencegahan munculnya penyakit yang menyebabkan masalah penyakit muncul dalam budidaya sehingga kualitas ikan yang diperoleh sangat rendah. Kepedulian kami terhadap permasalahan tersebut mendorong kami untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada pembudidaya ikan hias Discus. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi, pengetahuan, dan membantu memecahkan masalah dalam budidaya ikan hias Discus. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah metode POD (Pendekatan Orang Dewasa) yang dilakukan secara partisipatif dengan ceramah dan diskusi kelompok. Dari proses tanya jawab yang dilakukan bersama para pembudidaya, diketahui bahwa penyakit yang sering menyerang ikan hias Discus adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa. Munculnya protozoa disebabkan kesalahan dalam pengelolaan air sumber yang digunakan untuk memelihara ikan. Kami memberikan saran untuk perbaikan cara budidaya dan memanajemen kualitas sumber air yang akan digunakan oleh ikan hias. Selain itu, kami juga memberikan pengetahuan tentang cara pencegahan penyakit. Dengan pemberian solusi ini, pembudidaya ikan hias Discus pada akhirnya mengerti tentang pentingnya melakukan pencegahan penyakit dan memanajemen budidaya dengan baik agar hasil yang diperoleh mempunyai kualitas dan memberi keuntungan.

Article Details

How to Cite
Putri, R. R., Mulyana, M., Muarif, M., & Fahrudin, H. (2021). PEMECAHAN MASALAH PENYAKIT PADA IKAN HIAS DISCUS (Symphysodon Discus) MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN. Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(3), 153–156. https://doi.org/10.30997/qh.v12i3.3485
Section
Articles

References

Ghufran, M., Kordi H. Panggulangan K,. 2004. Hama dan Penyakit Ikan. Penerbit Bina Adiaksara. Jakarta.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI. 2007. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP. 02/MEN/2007 tentang Cara Budidaya Ikan yang Baik. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Ramadan AR, Nurlita A, Ninis T. 2012. Perbandingan Prevalensi Parasit pada Insang dan Usus Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Tertangkap di Sungai Aloo dan Tambak Kedung Peluk, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Jurnal Sains dan Seni ITS, 1(1):E36-E39.
Winaruddin dan Eliawardani. 2007. Inventarisasi Ektoparasit yang Menyerang Ikan Mas yang Dibudidaya dalam Jaring Apung di Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. J. Ked. Hewan Vol. 1 No. 2 September 2007.