PELATIHAN PRODUKSI SABUN CAIR DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK GALAM (Melalauca leucadendron Linn.) DAN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa) SEBAGAI ALTERNATIF WIRAUSAHA MAHASISWA

Main Article Content

Maryani Maryani
http://orcid.org/0000-0003-4133-4800

Abstract

Di tengah kasus pandemi virus corona  dan adanya imbauan stay at home dari pemerintah banyak dampak yang ditimbulkan. Dampak yang  ditimbulkan seperti kerja hingga belajar saat ini dikerjakan dari rumah yang dikenal dengan istilah WFH (Work From Home). Dampak lain adalah ganngguan kecemasan yang timbul akibat virus corona yang tidak kunjung selesai, salah satunya yang terdampak adalah mahasiswa. Faktor yang dapat menimbulkan gangguan kecemasan pada mahasiswa yakni faktor kesulitan ekonomi. Karena di tengah pandemi ini, banyak penghasilan dalam keluarga yang hilang, yang membuat berkurangnya uang saku, sedangkan di satu sisi mahasiswa masih terus mengandalkan penghasilan dari orangtuanya. Untuk mengurangi kecemasan mahasiswa maka salah satu jalan yang dapat dilakukan adalah alternatif wirausaha pembuatan sabun cair dengan memanfaatkan tanaman obat lahan gambut khas Kalimantan Tengah yakni tanaman Galam (Melalauca leucadendron Linn.) sebagai pengharum dan Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) sebagai pewarna dalam pembuatan sabun cair dan sebagai khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari pelaksanaan program pengabdian pada masyarakat ini yaitu : (1) Meningkatkan wawasan mitra mengenai teknik pencegahan penularan virus corona melalui penyuluhan tentang pentingnya melakukan pencegahan penularan dengan mencuci tangan memakai sabun; (2) Peningkatan keterampilan berwirausaha bagi mitra, yakni usaha pembuatan sabun di tengah pandemic Covid-19; (3) Meningkatkan keterampilan cara mengekstraksi bahan aktif pada tanaman lokal untuk digunakan sebagai campuran dalam pembuatan sediaan sabun cair; (4) Meningkatkan keterampilan membuat sabun cair dengan memanfaatkan campuran ekstrak tanaman lokal yang berfungsi sebagai pengharum dan pewarna.

Article Details

How to Cite
Maryani, M. (2021). PELATIHAN PRODUKSI SABUN CAIR DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK GALAM (Melalauca leucadendron Linn.) DAN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa) SEBAGAI ALTERNATIF WIRAUSAHA MAHASISWA. Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 139–145. https://doi.org/10.30997/qh.v7i2.3361
Section
Articles

References

Anggraini, T., S.D. Ismanto., Dahlia. 2015. The Making of Transparent Soap from Green Tea Extract. International Journal on Advanced Science Engineering Information Technology. Vol. 5 (2015), No. 4, ISSN: 2088-5334.

Aprijon. 2013. Kewirausahaan dan Pandangan Islam. Menara. 12(1):1-11

Austin. Gorge T. 1984. Shereve’s Chemical Process Industries. 5th ed. McGra- Hill Book Co. Singapura.

Djatmiko, B. & Widjaja, A.P. 1985. Teknologi Lemak dan Minyak Ikan. Bogor : Agro Industri Press. Fateta-IPB.

Fessenden, R. J. & Fessenden, J. S. 1992. Kimia Organik, Jilid 2, Edisi ketiga. Penerbit Erlangga, Jakarta

Hermani. 2010. Furmula Sabun Transparan Antijamur dengan Bahan Aktif Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga L.Swartz.), Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Institut Pertanian Bogor, Bogor

Jordheim, M. 2007. Isolation, Identifikation and Poperties of Pyranoanthocyanins and Anthocyanin Form. Disertasi.Norway : Department of Chemistry University of Bergen.

Jumiati,dkk. 2008. Kajian Potensi Tanaman Karamunting Sebagai Tanaman Obat di Kota Tarakan Kalimantan Timur (Laporan Hibah Bersaing)

Krisyanella, Dachriyanus dan Marlina. 2014. Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Serta Isolasi Senyawa Aktif Antibakteri dari Daun karamunting. Http.://www.pasca.unand.ac.id. Diakses pada tanggal 3 April 2014

Kusumaningsih, W.S., S. Hastuti. 2014. Pengaruh Ektrak Etanol dan Dekokta kulit manggis sebagai pewarna terhadap kualitas sabun organik transparan berbasis minyak jelantah yang dimurnikan dengan ektrak mengkudu dengan pengaroma kulit jeruk purut ( Citrus hystrix). Indonesia Journal On medical Science, Volume 1, N0 2, ISN: 2355 -1313, pp. 47 -54

Meredith, G. 2003. Kewirausahaan Teori dan Praktek. Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo

Mulyadi, T., 2005, Studi pengelolaan kayu putih Melaleuca leucadendron Linn. Berbasis ekosistem di BDH Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta, tesis, Program Pascasarjana S2 Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Rimbawanto, A., Kartikawati, N.K., Baskorowati, L., Susanto, M., Prastyono., 2009, Status terkini pemuliaan Melaleuca cajuputi, Hasil-hasil Penelitian Hal. 148-157, B2PBPTH, Yogyakarta.

Rimbawanto, A., Susanto, M., 2004, Pemuliaan Melaleuca cajuputi subsp cajuputi untuk Pengembangan Industri Minyak Kayu Putih Indonesia, Prosiding Ekspose Hasil Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Hal.83- 92, Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Yogyakarta.

Salamah. S., E. Sulistiawati., A. Aktawan. 2017. Pelatihan Teknologi Kimia Terapan Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring, Sabun Mandi Herbal Dan Tepung Ampas Kelapa Ibu-Ibu „Aisyiyah Ranting Perumnas Condong Catur, Depok, Sleman. Jurnal Pemberdayaan, Vol.1, No. 2, Oktober 2017, hal. 465-472. ISSN: 2580-
2569.

Siregar, N., 2010, Isolasi dan Analisis Komponen Minyak Atsiri dari Daun Kayu Putih (Melaleucae Folium) Segar dan Kering Secara GC-MS, Skripsi, Fakultas Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Sumadiwangsa, S., 1976, Teknik pengolahan dan kualitas minyak kayu putih, Laporan No. 67 Lembaga Penelitian Hasil Hutan, Departemen Pertanian, Bogor.