ANALISIS PERILAKU SISWA/I SMA/SEDERAJAT DI WILAYAH TENGAH KABUPATEN BOGOR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI

Arti Yoesdiarti

Abstract

Persaingan di dunia akademi, terutama perguruan tinggi, semakin ketat. Pemahaman akan perilaku konsumen pangsa pasar potensial akan sangat berharga bagi perguruan tinggi untuk melakukan pemasaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil siswa/i SMA sederajat, mengidentifikasi proses pengambilan keputusan dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi, menganalisis atribut yang dianggap penting dalam memilih perguruan tinggi, dan menganalisis perguruan tinggi yang diminati oleh siswa/i SMA/sederajat di Wilayah Tengah Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan bulan September – Oktober 2017 dengan mengambil lokasi di 4 SMA negeri, 1 SMA swasta, 1 MA Negeri dan 1 MA swasta secara purposif dengan jumlah responden 302 orang. Data diolah secara deskriptif. Penilaian kepentingan kriteria pemilihan perguruan tinggi menggunakan skala Likert. Hasil menunjukkan bahwa orang tua responden mayoritas berpenghasilan ≤ Rp 5.000.000. Asal jurusan di sekolah mayoritas dari IPA. Minat responden cukup tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hampir seluruh responden menilai bahwa melanjutkan ke perguruan tinggi adalah hal penting. Pengambilan keputusan untuk memilih perguruan tinggi didominasi oleh diri sendiri. Orang tua menjadi pengambil keputusan di peringkat kedua. Perguruan tinggi yang dipilih mayoritas berstatus negeri. Perguruan tinggi swasta hanya dipilih oleh 15,61% responden. Empat fakultas/program studi dengan peminat terbanyak berturut-turut adalah kedokteran, pendidikan, syariah/ilmu agama dan teknik. Secara keseluruhan, responden lebih banyak memilih jurusan berbasis IPS dibandingkan IPA. 39,50% Responden mengaku masih ragu dalam memilih jurusan, sementara 36,74% sudah merasa yakin akan keputusannya, dan 23,76% tidak yakin. Dari 10 media promosi, rata-rata responden mengakses 3 sampai 4 media. Media paling banyak diakses berturut turut adalah : media sosial, website, informasi dari guru. Tiga kriteria tertinggi dalam mmilih perguruan tinggi adalah tersedianya jurusan yang diminati, kualitas perguruan tinggi, lalu gedung dan sarana yang lengkap. Perguruan tinggi yang banyak dipilih adalah Universitas Indonesia (23,77%), IPB (16,59%), dan UGM (12,56%).

Keywords

perilaku siswa, perguruan tinggi.

Full Text:

PDF

References

Engel. 2001. Consumer Behavior. Harcourt CollegePublisher, Orlando, Florida.

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. PT Indeks. Jakarta.

Kemeristekdikti. 2015. Statistik Pendidikan Tinggi 2014/2015. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Jakarta.

Kemeristekdikti. 2016. Laporan Tahunan 2016. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Jakarta.

BPS. 2017. Potret Pendidikan Indonesia, Statistik Pendidikan 2017. Biro Pusat Statistik, Jakarta.

Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat. 2014. Data Siswa Madrasah Aliyah Negeri Dan Swasta Di Jawa Barat Tahun Pelajaran 2013/2014. Diakses Januari 2018. https://Jabar2.Kemenag.Go.Id/Artikel/42042/Data-Siswa-Madrasah-Aliyah-Negeri-Dan-Swasta-Di-Jawa-Barat-Tahun-Pelajaran-2013-2014

Ujang Sumarwan et al. 2013. Riset Pemasaran dan Konsumen, Panduan Riset dan Kajian : Kepuasan, Perilaku Pembelian, Gaya Hidup, Loyalitas dan Persepsi Risiko. IPB Press. Bogor

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diakses Januari 2018. http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/pd/2/020500

Refbacks

  • There are currently no refbacks.