IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERILAKU MEMILIH DALAM PILPRES 2014 DI KABUPATEN BOGOR

Gotfridus Goris Seran

Abstract

Pemilu presiden dan wakil presiden (Pilpres) pasca Orde Baru ditandai dengan partisipasi rakyat secara langsung untuk memilih presiden dan wakil presiden. Partisipasi langsung rakyat dalam Pilpres tergolong aktivitas politik yang masih langka mengingat Pilpres baru diselenggarakan tiga kali di tahun 2004, 2009, dan 2014. Pilpres 2014 diikuti dua pasangan calon yang bersaing (contestants), yaitu: Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Penelitian ini mendefinisikan perilaku memilih (voting behavior) berdasarkan partisipasi dan pilihan politik pemilih (voter) dan bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu (determinants) perilaku memilih (voting behavior) dalam Pilpres 2014 di Kabupaten Bogor. Hasil identifikasi menunjukkan dua hal. Pertama, faktor ketokohan calon, hubungan emosional, identifikasi partai, orientasi isu, dan peran media massa menjadi faktor-faktor penentu perilaku memilih dalam Pilpres 2014 di Kabupaten Bogor. Dari hasil identifikasi, faktor penentu yang paling dominan terhadap perilaku memilih dalam Pilpres 2014 di Kabupaten Bogor adalah ketokohan calon, yang kemudian secara berturut-turut diikuti oleh identifikasi partai, peran media massa, hubungan emosional, dan orientasi isu. Kedua, jika membandingkan di antara faktor-faktor penentu perilaku memilih tersebut, maka pemilih di Kabupaten Bogor cenderung lebih memilih Prabowo Subianto-Hatta Rajasa karena ketokohan calon, hubungan emosional dan identifikasi partai ketimbang Joko Widodo-Jusuf Kalla karena peran media massa dan orientasi isu.

Keywords

Pemilih, Perilaku Memilih, Pilpres

Full Text:

PDF

References

Alie, Marzuki. (2013). Pemasaran Politik Di Era Politik Multi Partai. Jakarta: Penerbit Expose/PT Mizan Publika.

Blumler, J. G. and Katz, E. (eds.). (1974). The Uses of Mass Communications: Current Perspectives on Gratifications Research. Beverly Hills, CA and London: Sage.

Burns, James MacGregor, et al. (1989). Government by the People. Englewood Cliffs-New Jersey: Prentice Hall.

Dokumen Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Kabupaten Bogor, KPU Kabupaten Bogor, 2014.

Firmanzah. (2007). Marketing Politik. Jakarta: Yayasan Obor.

Fuholin, Elisa. (2001). “Image of Substance? Candidate of Campaign? A Case Study of a Presidential Election Campaign in Finland”, dalam: Corporate Communications: An International Journal, 6(3).

Karp, J. A., J. Vowless, S. A. Banducci, and T. Donovan. (2002). “Strategic Voting, Party Activity, and Candidate Effect: Testing Explanations for Split Voting in New Zealand’s New Mixed System”, dalam: Electoral Studies, 21 (1).

Kenney, Patrick J. and Tom W. Rice. (1992). “A Model of Nomination Preferences”, dalam: American Politics Quarterly, Vol. 20 No. 3, July 1992.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor. (2015). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesukarelaan Politik Warga (Political Voluntarism) pada Pemilu 2014 di Kabupaten Bogor. Bogor: KPU Kabupaten Bogor.

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2015). Partisipasi Pemilih dalam Pemilu 2014 (Studi atas Kehadiran dan Ketidakhadiran di TPS, Perilaku Pemilih, Politik Uang, Melek Politik, dan Kesukarelaan Warga). Jakarta: KPU RI.

Liddle, R. William dan Saiful Mujani. (2005). “Comparing the 1999 and 2004 Indonesian Legislatives Elections”, presented at the Association for Asian Studies Annual Meeting.

------------------------------------------------- (2007). “Leadership, Party, and Religion: Explaining Voting Behavior in Indonesia,” dalam: Comparative Political Studies, 40/7.

Lijphart, Arendt. (1977). “Religious Vs. Ethnic Vs. Class Voting: The Crucial Experiment in Comparing Belgium, Canada, South Africa and Switzerland”, The American Political Science Review, 73.

Marijan, Kacung. (2010). Sistem Politik Indonesia: Konsolidasi Demokrasi Pasca-Orde Baru. Jakarta: Penerbit Kencana, Prenada Media Group.

Mujani, Saiful. (2007). Muslim Demokrat: Islam, Partisipasi Politik, dan Budaya Demokrasi Indonesia Pasca Orde Baru. Jakarta: Penerbit Gramedia.

------------------ dan R. William Liddle. (2010). “Personality, Party, and Voter,” dalam: Journal of Democracy, 21/2.

----------------------------------------------------- dan Kuskridho Ambardi. (2012). Kuasa Rakyat: Analisis tentang Perilaku Memilih dalam Pemilihan Legislatif dan Presiden Indonesia Pasca Orde Baru. Jakarta: Mizan Publika.

Newman, B. I. and J. N. Shet. (1985). “A Model of Primary Voter Behavior”, dalam: Journal of Consumer Research, Vol. 12.

Nursal, Adnan. (2004). Political Marketing: Strategi Memenangkan Pemilu, Sebuah Pendekatan Baru Kampanye Pemilihan DPR, DPD, Presiden. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

O’Cass, A. and A. Pecotich. (2005). “The Dynamics of Voter Behavior and Influence Processes”, dalam: Marzuki Alie. (2013). Pemasaran Politik Di Era Politik Multi Partai. Jakarta: Penerbit Expose/PT Mizan Publika.

Olsen, M. E. (1972). “Social Participation and Voting Turnout: A Multivariate Analysis”, dalam: American Sociological Review, 37.

Rosyada, Dede, dkk. (2003). Pendidikan Kewargaan (Civic Education): Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah dan Prenada Media.

Seran, Gotfridus Goris. (1995). Rekrutmen Elite dalam Rangka Penguasaan Partisipasi Politik Pemilih, Studi terhadap Golkar dalam Pemilu 1992 di Belu Nusa Tenggara Timur. Tesis S2 Ilmu Politik. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

------------------------------. (2013). Kamus Pemilu Populer: Kosa Kata Umum, Pengalaman Indonesia dan Negara Lain. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.

------------------------------. (2015). Pilkada Malaka dalam Perspektif Politik Elektoral. Pos Kupang, Selasa 31 Maret 2015.

------------------------------, Haniza, Nurul dan Liana, Chendi. (2015). “Pengaruh Komunikasi Politik terhadap Voting Behavior dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Kabupaten Bogor”, dalam: Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi 2015: Konsep, Kerangka Kerja, Kreativitas Karya Kaya Kultur Jilid 2. Jakarta: Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI).

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi (editor). (1989). Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.

Undang-Undang Dasar 1945 beserta Amandemennya.

Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.