https://ojs.unida.ac.id/jpnu/issue/feed Jurnal Peternakan Nusantara 2021-04-30T01:36:31+00:00 Deden Sudrajat deden.sudrajat@unida.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Peternakan Nusantara (JPN) or Indonesian Archipelago Journal of Animal Science (IAJAS) is published by Animal Science Study Program, Faculty of Agriculture, Djuanda University, Bogor, Indonersia. This scientific journal disseminates results of researches on topics of animal science and technology which have not been published in other media. The topics are on animal breeding, nutrition, feed technology, production, reproduction, and post-harvest technology. The journal is published biannually in April and October. All manuscripts for publication shall be written following IAJAS writing style and form and pass a peer-review process. </p> <p>IAJAS is a Sinta S-4 accredited journal based on the Decree No. SK 36/E/KPT/2019 dated 1 December 2019, valid until Vol 9 No. 2 Year 2023. </p> <p>p-issn: 2442-2541 e-issn: 2550-0740 </p> <p> </p> https://ojs.unida.ac.id/jpnu/article/view/4215 PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG INDIGOFERA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN SERAT KASAR RANSUM PEDET FRIES HOL 2021-04-30T01:36:31+00:00 Muhammad Hesa Ali Gofur hesaghopur@gmail.com Deden Sudrajat deden.sudrajat@unida.ac.id Burhanudin malik burhanudinmalik@gmail.com <p class="Alinea1JSH">Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tepung indigofera yang diberikan ke pedet terhadap KCBK, KCBO, dan SK. Penelitian menggunakan RAL dengan perlakukan sebagai berikut: Ro) Kosentrat 40%+Hijauan 60% R1) Hijauan 60% + (5% tepung indigofera + 35% konsentrat R2) Hijauan 60%+(10% tepung indigofera + 30% konsentrat . Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pedet FH yang diberi ransum Konsentrat+Hijauan (rumput gajah)+ tepung indigofera tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05).</p> 2021-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Peternakan Nusantara https://ojs.unida.ac.id/jpnu/article/view/3599 KAKTERISTIK KIMIA SALAMI DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK ANGKAK (Red Mold Rice) 2021-04-30T01:36:31+00:00 Dyah Triasih triasihdyah@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia salami daging yang ditambah dengan <em>water extract</em> angkak sebagai pengganti bahan <em>curing</em>. Perlakuan yang digunakan yaiti P<sub>0</sub> (<em>curing </em>dengan nitrit), P<sub>1</sub> (<em>curing </em>dengan <em>water extract</em> angkak<em> </em>2,5%), P<sub>2</sub> <em>(Curing </em>dengan <em>water extract </em>angkak 5%), P<sub>3</sub> <em>(</em>Curing dengan <em>water extract </em>angkak 7.5%). Data hasil uji kimia diolah dengan ANOVA <em>(Analysis of Variance)</em> dan terdapat pengaruh akan diuji lanjut dengan metode DMRT <em>(Duncan’s Multiple Range Test)</em>. Hasil uji analisa kadar lemak menunjukkan hasil yang berbeda pada masing – masing perlakuan. P<sub>0</sub> memiliki kadar lemak 16%, P<sub>1</sub> 15,6%, P<sub>2 </sub>15,3%, P<sub>3 </sub>15,2%, kandungan protein P<sub>0 </sub>16,70%, P<sub>2 </sub>1637%. 16,07%, P<sub>3</sub> 15,80% dan kadar air P<sub>0</sub> 57,9%, P1 58,4%, P<sub>2</sub> 58,8 dan P<sub>3</sub> 59,3%. Uji lanjut DMRT menunjukkan hasil yang sangat nayata dengan signifikansi 0,00 pada parameter kadar air dan kadar protein, sedangkan kadar lemak menunjukkan hasil yang nyata dengan nilai signifikansi 0.018 (Sig&gt;0.05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan <em>water extract</em> dapat meningkatkan kadar air salami, sehingga kadar lemak dan protein menurun. kandungan kadar meningkat karena <em>water extract </em>yang ditambahkan mengandung air yang tinggi. Kadar air memiliki hubungan yang terbalik dengan kadar lemak dan protein.</p> 2021-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 JURNAL PETERNAKAN NUSANTARA https://ojs.unida.ac.id/jpnu/article/view/3254 EFEK PEMBERIAN MINYAK IKAN SALMON (Oncorhynchus masou) TERHADAP PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR ISA BROWN 2021-04-30T01:36:31+00:00 Deki Zulkarnain deki.zulkarnain@uho.ac.id Rusli badaruddin rusli.badaruddin79@uho.ac.id Laode Muh Munadi lmmunadi@gmail.com <p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak ikan salmon terhadap konsumsi pakan, berat telur, produksi telur dan konversi pakan ayam petelur <em>Isa brown. </em>Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Teknologi dan Produksi Ternak Unit Ternak Unggas Fakultas peternakan Universitas Halu Oleo pada bulan November 2019 selama 1 bulan. Materi penelitian ini adalah 16 ekor ayam petelur Strain <em>Isa brown </em>yang berumur 8 bulan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, berat telur, produksi telur dan konversi pakan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan pemberian minyak ikan salmon yang terdiri dari: kontrol tanpa minyak ikan (P0), 2 kapsul/ekor/hari (P1), 4 kapsul/ekor/hari (P2) dan 6 kapsul/ekor/hari (P3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kapsul minyak ikan salmon dosis 2 sampai 6 kapsul/ekor/hari belum memberikan pengaruh nyata terhadap konsumsi pakan, berat telur, produksi telur dan konversi pakan ayam petelur <em>Isa brown.</em><em></em></p><p><strong>Kata kunci</strong>: Ayam petelur, Produktivitas, minyak ikan<em>.</em></p> 2021-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 JURNAL PETERNAKAN NUSANTARA https://ojs.unida.ac.id/jpnu/article/view/2963 KORELASI PRODUKSI SUSU DENGAN BCS SAPI FRIESIAN HOLSTEIN LAKTASI PERTAMA DI BBPTU-HPT BATURRADEN 2021-04-30T01:36:31+00:00 Wida Nur Ningsih widanurnaningsih@gmail.com <p>The purpose of this study was to determine the relationship between milk production of PFH dairy cows with BCS at the first lactation at BBPTU HPT Baturraden. The study was conducted from March 20 to April 20 2018, with research material consisting of 250 production data records and 250 BCS data records that were corrected in lactation months 1 to 10 originating from BBPTU HPT Baturraden. Data analysis shows that milk production has a close relationship with lactation month, the results are shown by the equation y = -0.1223x2 + 0.6068x + 13.493 with R2 of 0.97. These results are reflected in the milk production curve which shows in the first month to the third month that there is an increase in milk production, with peak production being reached in the third month. Average peak milk production is 14.74 liters / head / day and average milk production Daily 12.12 liters / head / day. The results of the BCS analysis show that BCS has a close relationship with the lactation month, the results are shown by the equation y = 2.9133 + 0.0132x2 + 0.0365x shown with R2 of 0.95. The results on the BCS graph show that BCS is increasing as the lactation period progresses, the largest average BCS is obtained 3.79 in the 10th month. The relationship between milk production and BCS based on the analysis shows the equation y = -3,9224x2 + 18,894x - 7,6087, indicated by an R2 of 0.98.</p> 2021-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 JURNAL PETERNAKAN NUSANTARA https://ojs.unida.ac.id/jpnu/article/view/2874 FRAKSI SERAT SILASE KULIT BUAH KAKAO DENGAN PENAMBAHAN LEVEL TEPUNG JAGUNG DAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA 2021-04-30T01:36:31+00:00 Ismi Mayangsari neniannisaharahap@yahoo.co.id Anwar Efendi Harahap neniannisaharahap@yahoo.co.id Zumarni Zumarni zumarni@uin-suska.ac.id One alternative in reducing feed production costs is by utilizing the waste of cocoa pods (<em>Theobroma cocoa L</em>). This study aims to determine the cocoa fruit silage fraction by adding different levels of corn flour and fermentation time. The method used in this study is an experimental method with a completely randomized design (CRD) factorial pattern consisting of 2 factors with 3 replications namely Factor A = Level of Corn Flour, A1 = 0% without Corn Flour, A2 = 7% Corn Flour, A3 = 14% Corn Flour. Factor B = Length of fermentation, B1 = Fermentation 0 days, B2 = Fermentation 14 days, B3 = Storage 28 days. The results showed that the duration of fermentation had a significant effect(P&lt;0,05)on the content of NDF, ADF, cellulose, hemicellulose and lignin of cocoa peel. The conclusion of this study that the treatment of 14% corn flour and 28 days fermentation time is the best treatment because it can reduce NDF%, ADF% and Lignin% silage of cocoa pods 2021-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 JURNAL PETERNAKAN NUSANTARA https://ojs.unida.ac.id/jpnu/article/view/4216 PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA L) DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP PRODUKTIVITAS TELUR BURUNG PUYUH (COTURNIX-CORTUNIX JAPONICA) 2021-04-30T01:36:31+00:00 Dede Syahrul Ramadhani Syahrulramdhan72@gmail.com Ristika Handarini ristika.handarini@unida.ac.id Dewi Wahyuni dewi.wahyuni@unida.ac.id <p class="Alinea1JSH">Penelitian tepung kencur bertujuan untuk mengetahui konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur, konversi pakan serta mortalitas burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan pada Agustus – Oktober 2020 dikampung Cipayung kecamatan Cibinong kabupaten Bogor. Bahan-bahan penelitian terdiri atas burung puyuh 64 ekor umur 30 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Angka Lengkap (RAL) dengan perlakuan 4 Perlakuan P0 (kontrol), P1 (0.5% tepung kencur), P2(1% tepung kencur) P3 (1.5% tepung kencur) dan masing-masing perlakuan 4 ulangan. Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian tepung kencur dapat disimpulkan tidak berpengaruh nyata (P&gt;0.05)konsumsi pakan 19.41-19.70 g, produksi telur 60.05-65.54 %, bobot telur 9.24-9.61 g, konversi pakan 2.77-2.69. dan mortalitas 0%. Penambahan tepung kencur hingga taraf 1.5 % pada pakan komersial dapat mempertahankan produktivitas telur burung puyuh.</p>Kata kunci : Tepung kencur, Burung puyuh, Produktivitas Telur Burung Puyuh. 2021-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Peternakan Nusantara https://ojs.unida.ac.id/jpnu/article/view/4075 PEMANFAATAN CAIR TEMPURUNG KELAPA DAN PENGARUHNYA TERHADAP ORGANOLEPTIK DAN KIMIAWI DAGING SAPI 2021-04-30T01:36:31+00:00 Yessy Tamu Ina yessytamuina@unkriswina.ac.id Iven Patu Sirappa ivenpatusirappa@unkriswina.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentasi asap cair terbaik sebagai bahan pembuat dendeng sapi dengan menganalisis kadar fenol, kadar protein, Benzo (a) pirene, Benzo (a) anttracena dan organoleptik pada dendeng sapi. Penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu perendaman daging dengan konsentrasi asap cair yang berbeda. Penggunaan asap cair tempurung kelapa mempunyai 3 taraf konsentrasi pengasapan yaitu P1=3%, P2=6%, dan P3=9%. Kebutuhan untuk perendaman daging dengan menggunakan asap cair adalah 15 sampel. Variabel yang diukur adalah kadar fenol, kadar protein, kadar benzo (a) pirene, kadar benzo (a) antracena, dan organoleptik meliputi warna, rasa, tekstur dan kesukaan. Pengujian parameter terlebih dahulu di uji normalitasnya dengan menggunakan uji <em>Shapiro-Wilk.</em> Apabila sebaran datanya normal dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5%, apabila terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji Wilayah Ganda Duncan. Kadar <em>benzo (a) pirene</em> <em>dan kadar benzo</em> (a) <em>antarcena</em> di uji secara deskriptif dan pengujian sifat organoleptik (warna, rasa, tekstur dan tingkat kesukaan) menggunakan uji Non Parametrik <em>Krus</em><em>kal</em><em> – Walis</em> dan dilanjutkan, uji beda nyata <em>Man Whitney</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi asap cair berbeda dapat memberikan pengaruh yang nyata (P&lt;0,05) terhadap kadar protein, kadar fenol dan organoleptik. Konsentrasi asap cair tertinggi dapat meningkatkan kadar fenol, organoleptic tetapi dapat menurunkan kadar protein. Sedangkan kadar benzo (a) pirene pada semua perlakuan adalah &lt;0,51mg/kg dan kadar benzo (a) antracena pada semua perlakuan adalah &lt;9,08 dan secara kesehatan pemanfaatan asap cair sampai pada 9% masih aman untuk dikonsumsi.</p> 2021-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 JURNAL PETERNAKAN NUSANTARA https://ojs.unida.ac.id/jpnu/article/view/3072 FITUR MORFOLOGI SECARA KUANTITATIF SAPI BALI KECAMATAN PAMENANG DAN BANGKO KABUPATEN MERANGIN 2021-04-30T01:36:31+00:00 Maimunah . maimunahmay1998@gmail.com Depison . depison.nasution@yahoo.com Eko Wiyanto ekowiyanto@unja.ac.id Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fitur morfologi secara kuantitatif sapi Bali Kecamatan Pamenang dan Bangko Kabupaten Merangin. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survey. Teknik pengambilan sampel secara purpossive sampling. Umur ternak yang diambil adalah umur I<sub>1</sub> dan jumlah sampel masing-masing kecamatan sebanyak 60 ekor yang terdiri dari 30 ekor jantan dan 30 ekor betina. Data yang dihimpun adalah Bobot Badan (BB), pertambhan bobot badan harian (PBBH) dan ukuran-ukuran tubuh meliputi: Panjang Badan, Tinggi Pundak, Lingkar dada, Dalam Dada, Lebar Dada, Lingkar Kanon dan Tinggi Pinggul. Data dianalisis menggunakan uji t. Analisis komponen utama untuk mengetahui faktor penentu ukuran dan bentuk sapi Bali serta analisis korelasi dan determinasi digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara ukuran tubuh dengan bobot badan. Hasil penelitian menunjukan bahwa BB, PBBH dan ukuran-ukuran tubuh sapi Bali jantan antara Kecamatan Pamenang dan Bangko, serta sapi Bali betina di Kecamatan Pamenang dengan betina Bangko berbeda tidak nyata (P&gt;0,05), namun antara sapi Bali jantan dan betina di Kecamatan Pamenang dan Bangko berbeda nyata (P&lt;0,05). Kesimpulan BB, PBBH dan ukuran-ukuran tubuh sapi Bali jantan dan betina di Kecamatan Pamenang lebih tinggi dibandingkan Kecamatan Bangko. Penentu penciri ukuran dan bentuk tubuh sapi Bali jantan dan betina di Kecamatan Pamenang dan Bangko secara berurutan adalah Lingkar Dada dan Tinggi Pundak. Korelasi antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan yang tertinggi pada sapi Bali jantan maupun betina di dua kecamatan adalah Lingkar Dada. Ukuran tubuh sapi Bali jantan dan betina di Kecamatan Pamenang dan Bangko sudah memenuhi persyaratan minimum SNI kelas III. 2021-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 JURNAL PETERNAKAN NUSANTARA