JURNAL HUKUM DE RECHTSSTAAT https://ojs.unida.ac.id/LAW <p><strong>Jurnal Hukum DE'RECHTSSTAAT</strong> (P-ISSN:<a href="https://unida.ac.id/LAW/manager/setup/2442-5303">2442-5303</a> &amp; E-ISSN:<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1487716409&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2549-9874</a>) merupakan jurnal online atau media publikasi bagi kajian-kajian ilmu hukum yang dibangun berdasarkan semangat menyebar luaskan Ilmu Pengetahuan hukum Ke masyarakat secara Luas. Sebagai sebuah jurnal ilmiah nasional yang dapat menjadi referensi bagi banyak Sarjana Hukum atau Akademisi dan praktisi di Bidang Hukum. Kami memberikan kesempatan terbuka bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam penulisan artikel (dapat dikirim melalui: jurnal.hukum@unida.ac.id) atau melakukan <a href="https://unida.ac.id/index.php/LAW/user/register">REGISTRASI melalui OJS</a>, selanjutnya akan dilakukan proses seleksi dan Peer Review dengan menggunakan double blind Review serta proses revisi (jika diperlukan). Berikut adalah kelengkapan yang harus dilengkapi dalam penerbitan artikel:</p> <ul> <li><a href="https://drive.google.com/file/d/0B7wOPbHJT26VbVR6WGgwc2RXY2M/view?usp=sharing">Surat Orisinalitas</a></li> <li> <p><a href="https://drive.google.com/file/d/0B7wOPbHJT26VdVdDSHduZEtkZkU/view?usp=sharing">Surat Pernyataan Pemindahan Hak Cipta</a></p> </li> </ul> <p>Jurnal Hukum DE'RECHTSSTAAT diterbitkan oleh Fakultas Hukum Universitas Djuanda Bogor yang memilki Fokus dan Ruang Lingkup yang berisi tentang :</p> <p>- Ilmu Hukum</p> <p>- Hukum ketanagakerjaan</p> <p>- Hukum perkawinan</p> <p>- Hukum persaingan Usaha</p> <p>- Hukum Internasional</p> <p>- Hukum Adat</p> <p>- Hukum Pemerintahan</p> <p>- dll.</p> <p>Jurnal Hukum DE'RECHTSSTAAT Diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September. </p> en-US <p>Authors who publish with <strong>Jurnal Hukum </strong><strong>DE’RECHTSSTAAT</strong> agree to the following terms:</p><ol><li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license" target="_blank">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in <strong>Jurnal </strong><strong><strong>Hukum </strong><strong>DE’RECHTSSTAAT</strong>.</strong></li><li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in <strong>Jurnal </strong><strong>Hukum </strong><strong>DE’RECHTSSTAAT</strong>. </li><li>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work</li></ol><p align="center"><strong><br /></strong></p><p align="center"><strong>SURAT PERNYATAAN PEMINDAHAN HAK CIPTA</strong><a title="" href="#_ftn1">[1]</a><strong></strong></p><p align="center">Yang bertanda tangan di bawah ini adalah penulis naskah yang berjudul:</p><p align="center"> ......................................................................................... yang diajukan untuk dipublikasikan pada <strong>Jurnal DE’RECHTSSTAAT</strong> P-ISSN:2442-5303. E-ISSN:2549-9874 dengan ini menyatakan bahwa:</p><p>Kami bersedia memindahkan hak publikasi, distribusi, dan menjual naskah kami yang berjudul tersebut di atas sebagai bagian dari <strong>Jurnal DE’RECHTSSTAAT</strong> kepada Dewan Redaksi <strong>Jurnal DE’RECHTSSTAAT</strong> <span> P-ISSN:2442-5303. E-ISSN:2549-9874</span></p><p>Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sadar, penuh rasa tanggung jawab, dan tanpa paksaan dari pihak mana pun!</p><p> </p><table width="654" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0"><tbody><tr><td valign="top"><p>No</p></td><td valign="top" width="200"><p>Nama Penulis (lengkap dengan gelar akademik)</p></td><td width="278"><p align="center">Nama dan Alamat Institusi, email</p></td><td width="66"><p align="center">Tanda Tangan</p></td><td width="76"><p align="center">Tanggal</p></td></tr><tr><td valign="top"><p>1</p></td><td valign="top" width="200"><p> </p></td><td valign="top" width="278"><p> </p></td><td valign="top" width="66"><p> </p></td><td valign="top" width="76"><p> </p></td></tr><tr><td valign="top"><p>2</p></td><td valign="top" width="200"><p> </p></td><td valign="top" width="278"><p> </p></td><td valign="top" width="66"><p> </p></td><td valign="top" width="76"><p> </p></td></tr><tr><td valign="top"><p>3</p></td><td valign="top" width="200"><p> </p></td><td valign="top" width="278"><p> </p></td><td valign="top" width="66"><p> </p></td><td valign="top" width="76"><p> </p></td></tr><tr><td valign="top"><p>4</p></td><td valign="top" width="200"><p> </p></td><td valign="top" width="278"><p> </p></td><td valign="top" width="66"><p> </p></td><td valign="top" width="76"><p> </p></td></tr><tr><td valign="top"><p>5</p></td><td valign="top" width="200"><p> </p></td><td valign="top" width="278"><p> </p></td><td valign="top" width="66"><p> </p></td><td valign="top" width="76"><p> </p></td></tr></tbody></table><p> </p><div><br clear="all" /><hr align="left" size="1" width="33%" /><div><p><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a> Dikirim ke Dewan Redaksi <strong>Jurnal DE’RECHTSSTAAT</strong>, Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Djuanda Bogor, Gedung B Lantai I Jl Tol Ciawi No. 1 Kotak Pos 35 Ciawi Bogor 16720, <span>Tlpn/Fax. 0251-8245107</span> jurnal.hukum@unida.ac.id</p></div></div> jurnal.hukum@unida.ac.id (Siti Maryam) jurnal.hukum@unida.ac.id (Yuniar Anisa Ilyanawati) Sat, 17 Apr 2021 16:24:57 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG POLIS ASURANSI JIWA TERHADAP MIS-SELLING OLEH AGEN ASURANSI DI PT. BNI LIFE INSURANCE https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/3844 <div><p><em>Financial services are an important and inseparable aspect of our life, one of them is life insurance provided by insurance company. In running their business, a company certainly have employees who work for them to reach company’s targets. Insurance company must follow the standards set in the relevant regulations. Even though an insurance company has followed the applicable regulations in day-to-day operations, mistakes made by employees are still unavoidable; one of the mistake is mis-selling by insurance agents to life insurance policyholders. Mis-selling can be defined as an event where an insurance agent fails to explain clearly and comprehensively to a prospective life insurance policyholder about an insurance product from an insurance company, so that the life insurance policyholder incurs a loss. The purpose of this study is to explain the definition of mis-selling, to explain the legal protection of life insurance policyholders against mis-selling by insurance agents, and to explain the responsibility of PT. BNI Life Insurance as an insurance company in overcoming disputes caused by mis-selling done by insurance agents. The author uses the empirical juridical research method, where at first the data studied is secondary data for initial data, then continued by examining primary data, namely real practice and direct data from the field. This study showed the result that there are regulations that protect life insurance policyholders and PT. BNI Life Insurance in the process of resolving problems or disputes, mis-selling by insurance agents, and that the Company acts firmly, simply, and responsibly by following the problem resolution procedure written in the relevant regulations.</em></p><p> </p><p> </p><p>Jasa keuangan merupakan salah satu aspek penting yang tak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat, salah satu jenisnya adalah asuransi jiwa yang disediakan oleh perusahaan asuransi. Dalam menjalankan usahanya perusahaan asuransi tentu memiliki tenaga pemasar yang yang mewakili perusahaan asuransi untuk memasarkan produk asuransi. Dalam menjalankan usaha, perusahaan asuransi harus mengikuti standar yang telah ditetapkan pada peraturan-peraturan yang berkaitan. Meskipun suatu perusahaan asuransi telah mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku dalam menjalankan usaha, namun kesalahan yang dilakukan oleh tenaga pemasar masih belum dapat terhindarkan. Salah satu kesalahan dari tenaga pemasar tersebut adalah <em>mis-selling</em> yang dilakukan oleh agen asuransi terhadap pemegang polis asuransi jiwa. <em>mis-selling </em>dapat diartikan kejadian dimana agen asuransi gagal untuk menjelaskan secara jelas dan menyeluruh atau komprehensif kepada calon pemegang polis asuransi jiwa tentang suatu produk asuransi dari perusahaan asuransi, sehingga pemegang polis asuransi jiwa mengalami kerugian. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan definisi dari <em>mis-selling</em>, menjelaskan perlindungan hukum pemegang polis asuransi jiwa terhadap <em>mis-selling</em> oleh agen asuransi, dan untuk menjelaskan pertanggungjawaban dari PT. BNI Life Insurance selaku perusahaan asuransi dalam mengatasi permasalahan <em>mis-selling</em> oleh agen asuransi. Penulis menggunakan metode penelitian yuridis empiris, dimana data yang diteliti lebih dahulu adalah data sekunder untuk data awal, kemudian dilanjutkan dengan meneliti data primer, yaitu praktik nyata dan data langsung dari lapangan. Penelitian ini memiliki hasil bahwa sudah ada peraturan-peraturan yang melindungi pemegang polis asuransi jiwa dan PT. BNI Life Insurance dalam proses penyelesaian masalah atau sengketa <em>mis-selling </em>oleh agen asuransi bertindak tegas, sederhana, dan bertanggung jawab dengan mengikuti prosedur penyelesaian masalah yang tertulis di peraturan-peraturan yang berkaitan.</p></div> Dirga Adil Fauzan Copyright (c) 2021 JURNAL HUKUM DE'RECHTSSTAAT https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/3844 Sat, 17 Apr 2021 00:00:00 +0000 PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MEREK DAGANG PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) PANGAN DI KABUPATEN BOGOR https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/4183 <p>Merek memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi global, dan keberadaan merek itu sendiri berguna untuk membedakan produk sejenis. Jika pemilik merek belum terdaftar atau belum memperoleh lisensi, ia dapat merugikan dirinya sendiri karena persaingan komersial yang semakin ketat dan adanya penipuan atau peniruan terhadap barang bermerek tersebut. Perlindungan merek dagang di Indonesia mengikuti prinsip konstitutif (pendaftaran) dan prinsip <em>first-to-file</em>. Artinya merek dagang hanya dapat dilindungi jika didaftarkan pada pemerintah melalui Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dalam hal ini menjadi tanggung jawab Direktorat Kekayaan Intelektual. Apabila pelaku IKM memiliki produk berupa barang atau jasa yang menggunakan merek dagang tetapi tidak terdaftar, maka pelaku IKM akan kehilangan perlindungan hukum atas mereknya tersebut. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan secara yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan merek dagang pada Industri Kecil Menengah pangan di Kabupaten Bogor, dan mendapatkan informasi perlindungan merek dagang pada Industri Kecil Menengah pangan di wilayah Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil penelitian upaya dalam memberikan perlindungan merek dagang terhadap pada Industri Kecil Menengah pangan adalah dengan cara mendaftarkan mereknya. Sehingga, pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian melakukan upaya untuk meningkatkan pelaku industri kecil menengah agar mendaftarkan merek produknya seperti, memberikan sosialisasi dan proses pendampingan Hak Kekayaan Intelektual bagi para IKM pangan, dan memberikan fasilitasi berupa pendaftaran merek untuk industri binaan secara gratis.</p> Andrie Budiman, Nurwati Nurwati, Aal lukmanul hakim Copyright (c) 2021 DE RECHTSSTAAT https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/4183 Sat, 17 Apr 2021 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS TANAH WAKAF UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG KOMERSIAL BERBASIS BUILD OPERATE TRANSFER (BOT) https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/4134 <p>Wakaf yang diberikan kpd lembaga keagamaan pada mulanya dimaksudkan untuk mendukung sumber keuangan utk memutar aktifitas kelembagan sesuai dengan tujuan ataupun maksud pendiriannya. Wakaf sebagaimana telah diatur pada UU Wakaf memiliki rigiditas sebagaimana pembatasan yang sama diatur dalam Kaedah agama Islam yang membatasi dan melarang benda wakaf utk dihibahkan, dijual belikan dan diwariskan. Pembatasan tsb mengakibatkan benda wakaf berada pada area rigiditas dan kurang produktif. Keadaan ini berdampak kpd sukarnya lembaga keagamaan khususnya pendidikan berbasis yayasan yang dilahirkan dg benda wakaf berkembang dan memasuki persaingan bebas.</p><p>Penelitian ini dimaksud mencari solusi dari kekosongan hukum terhadap produktifitas benda wakaf yang justru menjadi beban bagi pengelola, seperti kewajiban perawatan dan pemelihataa benda wakaf termasuk beban pajak dan iuran, dengan merekonstruksi rigiditas tanah wakaf dengan model BOT sebagaimana dilakukan antara pemerintah atau lembaga swasta lain agar dpt meningkat produktifitas tanah wakaf, Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan yuridis normatif, dengan melihat kedalaman kaidah dan asas yang mengatur dan berhubungan demgan hukum wakaf, disamping pendekatan yuridis sosiologis dengan melakukan indept interview kpd pengelola tanah wakaf antara lain nazir wakaf, pimpinan perguruan dan yayasan pendidikan islam yang didirikan diatas tanah wakaf, penelitian ini di tujukan untuk memberikan alternatif solusi peningkatan produktifitas tanah wakaf dg mengkombinasikan praktik hukum perdata dan hukum bisnis dalam ruang lingkup tanah wakaf. key words : Produktifitas, Tanah Wakaf,.</p> Nova Monaya, Adi Sulistiyono, Burhanudin Burhanudin Copyright (c) 2021 DE RECHTSSTAAT https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/4134 Sat, 17 Apr 2021 00:00:00 +0000 Tinjauan Pelaksanaan Perjanjian Bagi Hasil Tanah Pertanian Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960 tentang Perjanjian Bagi Hasil https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/3054 <p>In the Warnasari Village Sukabumi Sub-district Sukabumi District there are still many farmers who carry out agricultural land production sharing agreements (maparo bati) to fulfill their daily needs. Production sharing agreements between landowners and tenants are made orally. The problem that often occurs in production sharing agreements in Warnasari Village is that the cultivators do not report the actual results of the claim to the land owner. The research method used in writing this thesis is a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The study was conducted with library research supported by field research. Secondary data collection techniques with library research and supported by primary data in the form of interviews which are then analyzed by qualitative juridical methods. Based on the results of the discussion, it can be concluded that the implementation of agricultural land-sharing agreements in the Warnasari Village, Sukabumi Sub-district, Sukabumi District has not yet fully applied the provisions of the Production Sharing Law. In the elucidation of Article 7 of the Production Sharing Law it is determined that the profit sharing balance is 1: 1 but the community uses a 60% balance for tenants and 40% for landowners. Legal protection of landowners in Warnasari Village as a result of verbally sharing agreements on agricultural land is carried out by applying the principles of good faith, reprimanding, and deliberation.<br />Keywords: Profit Sharing Agreement, Agricultural Land, Law Number 2 of 1960.</p> Wilda Nurfitriani Copyright (c) 2021 JURNAL HUKUM DE'RECHTSSTAAT https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/3054 Sat, 17 Apr 2021 00:00:00 +0000 PERTANGGUNGJAWABAN RUMAH SAKIT ATAS KELALAIAN YANG DILAKUKAN OLEH TENAGA KESEHATAN TERHADAP PASIEN https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/3706 Masalah kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berada dalam tanggungjawab rumah sakit yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang manusia. Sering kali menjadi salah satu perbincangan panas di tengah masyarakat kita, tentunya hal ini menimbulkan presepsi yang liar di tengah masyarakat. Sehingga dalam hal ini pengkajian mengenai letak (1) Tanggungjawab rumah sakit yang menjadi tempat pelayanan kesehatan tersebut kepada pasien serta (2) Tanggungjawab tenaga kesehatan atas kelalain yang ditimbulkan yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Bertujuan untuk mencari letak tanggungjawab masing-masing pihak terutama tanggungjawab hukum. Mengingat masing-masing pihak tersebut berdiri sendiri akan tetapi saling terkait dengan hubungan kerja.<div>Kerugian mengenai kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang manusia. Serta beberapa kesimpulan lainnya berdasarkan aturan yang tersedia dan sumber data yang lainnya maka hasil kesimpulannya (1) rumah sakit adalah sebuah korporasi yang bergerak dibidang kesehatan yang mana ketika terjadi masalah hukum terutama kelalaian yang diakibatkan oleh tenga kesehatannya. Pengurus dari koporasi atau rumah sakit turut menanggung konsekuensi hukumnya. (2) selain rumah sakit pihak tenaga kesehatan juga menanggung akibat atas kelalaian yang menimbulkan kehilangan nyawa seorang pasien tersebut. Sehingga dengan timbulnya masing-masing konsekuensi hukum ini masing-masing pihak memiliki tanggungjawab dan kesadarannya dalam menjalankan tugasnya.</div> Yuliana Yuliana Copyright (c) 2021 JURNAL HUKUM DE'RECHTSSTAAT https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/3706 Sat, 17 Apr 2021 00:00:00 +0000 PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENGHUNI DAN PEMILIK SATUAN RUMAH SUSUN DALAM PENGELOLAAN RUMAH SUSUN https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/4164 <p>Undang-Undang Rumah Susun (UURS) mewajibkan pelaku pembangunan untuk memisahkan Rusun atas satuan Rusun, bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama, ketika pelaku pembangunan membangun suatu Rusun. Untuk itu pembentukan pengembangan kelembagaan Perhimpunan Pemilik Dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi pemilik dan penghuni rumah susun. Untuk itu perlindungan bagi pemilik dan penghuni satuan rumah susun perlu di perjuangkan untuk melindungi hak atas pengelolaan rumah susun. P3SRS seharusnya difasilitasi oleh pengembang dengan melakukan sosialisasi, sehingga tidak ada Pemilik dan Penghuni yang merasa dirugikan. Kewajiban Pelaku Pembangunan rumah susun tidak sepenuhnya ikut campur dalam proses pembuatan P3SRS namaun sebagai fasilitator para Pemilik dan/atau Penghuni Rusun.</p> sudiman sihotang, Martin Roestamy, Adi Sulistiyono Copyright (c) 2021 DE RECHTSSTAAT https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/4164 Sat, 17 Apr 2021 00:00:00 +0000 PENGAWASAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) TERHADAP BANK SYARIAH DALAM MEWUJUDKAN SISTEM PERBANKAN YANG SEHAT DI INDONESIA https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/3308 Perbankan syariah di Indonesia telah mengalami perkembangan, dalam ativitas bank syariah sesuai dengan dibuatnya beberapa aturan yang mengaturnya. Bahwa aktivitas bank syariah,untuk menjalankan aktivitasnya sesuai dengan prinsip syariah. Maka harus meluruskan yang tidak lurus dan mengoreksi yang salah. Sehingga bank syariah dalam opersionalnya atas produk dan jasanya berdasarkan prinsip syariah.Sesuai dengan UU N0.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, bahwa setiap Bank Syariah wajib memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS), tugas dan fungsinya adalah peran DPS untuk mengawasi Bank Syariah yang harus menerapkan prinsip syariah, adapun pengawasan dilaksanakan setiap semester, dan setelah dilakukan pengawasan, DPS melaporkan atas pengawasannya kepada direksi, jika memang bank syariah telah menerapkan prinsip syariah, dibuat pernyataan, kemudian dilaporkan kepada Bank Indonesia, yang sekarang harus kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam hal ini peran DPS belum optimal, merupakan suatu kendala, diakibatkan SDM dan kinerja DPS kurang memahami system dan mekanisme operasional lembaga keuangan syariah. sri hartini, Abdu Rahmat Rosyadi, Imas Nurhayati Copyright (c) 2021 JURNAL HUKUM DE'RECHTSSTAAT https://ojs.unida.ac.id/LAW/article/view/3308 Wed, 21 Apr 2021 00:00:00 +0000