KONTESTASI ETNIS DI KANCAH POLITIK

Authors

  • Wasis Suprapto STKIP Singkawang
  • Dodik Kariadi STKIP Singkawang

DOI:

https://doi.org/10.30997/jsh.v8i2.888

Keywords:

contestation, ethnicity, Singkawang

Abstract

Kota multikultural sangat identik dengan Singkawang. Kondisi ini terlihat data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2004 yang mengatkan bahwa 40,38% warganya adalah Etnis Tionghoa, 36,72% Melayu, 7,26% Dayak, 5,69% Madura, dan 15,64% lainnya. Pakta demografi yang beragam ini tentu dapat menjadi awal munculnya kontestasi antar etnis. Kajian ini dilakukan untuk menganalisis potensi kontestasi politik di Singkawang. Secara umum analisis yang dilakukan bersifat studi literatur. Tahun 2009 lalu Kota Singkawang melakukan pemilihan Anggota DPRD melalui mekanisme pemilihan umum kepala daerah (pemilukada). Adapun jumlah posisi yang diperebutkan mencapai 30 kursi. Berdasarkan analisis literatur diketahui bahwa 30 anggota DPRD yang terpilih berasal dari suku yang berbeda. Setelah dilakukan pengkajian ternyata 30% adalah Etnis Tionghoa, 27% Melayu, 20% Dayak, 7% Madura, Jawa, dan Batak serta 3% Tambi. Berdasarkan data ini maka dapat disimpulkan bahwa persentase etnis berkorelasi dengan keterwakilan etnis pada Pemilukada Kota Singkawang.

KATA KUNCI: kontestasi, etnis, dan Singkawang

 

 

ETHNIC CONTESTATION IN POLITICAL SCOPE


ABSTRACT

Multicultural city is very synonymous with Singkawang. This condition is seen from the Central Bureau of Statistics (BPS) data in 2004 which states that 40.38% of its citizens are ethnic Chinese, 36.72% Malays, 7.26% Dayak, 5.69% Madura, and 15.64% others. This diverse demographic pact can certainly be the beginning of ethnic contestation. This review was conducted to analyze the potential for political contestation in Singkawang. In general, the analysis conducted is literature study. In 2009, Kota Singkawang elected DPRD members through the election mechanism of regional head (Pemilukada). The number of contested positions reached 30 seats. Based on the literature analysis it is known that 30 elected DPRD members are from different tribes. After the assessment, 30% were ethnic Chinese, 27% Malays, 20% Dayak, 7% Madurese, Javanese, and Batak and 3% Tambi. Based on this data, it can be concluded that ethnic percentage correlates with ethnic representation in Pemilukada Kota Singkawang.



Author Biographies

Wasis Suprapto, STKIP Singkawang

STKIP Singkawang

Dodik Kariadi, STKIP Singkawang

STKIP Singkawang

References

Arikunto, Suharsimi, (2002), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bandung: Rineka Cipta.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Singkawang. 2004. Kota Singkawang dalam Angka 2004. Singkawang: BPS Kota Singkawang.
Cholisin, dkk. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Yogyakarta: Uny Press
Moleong, Lexy. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Winarno, Surachman 1990. Pengantar Penelitian Ilmiah: Dasar, Metode, Teknik. Bandung: Tarsita

Downloads

Published

2017-10-24

How to Cite

Suprapto, W., & Kariadi, D. (2017). KONTESTASI ETNIS DI KANCAH POLITIK. Jurnal Sosial Humaniora, 8(2), 119–125. https://doi.org/10.30997/jsh.v8i2.888

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 332 times