PENGARUH JUMLAH ANGGOTA, TOTAL ASET, MODAL SENDIRI, DAN MODAL PINJAMAN TERHADAP SHU PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA BOGOR

Tini Kartini

Abstract

Keberhasilan perkembangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) secara umum didukung oleh aktivitas pengelolaan yang melibatkan anggota, pengurus, dan pengawas. Hal inilah yang dapat memacu pertumbuhan jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman. Perkembangan dan pertumbuhan tersebut, diharapkan searah dengan membaiknya kinerja koperasi yang nampak pada pertumbuhan profitabilitas sehingga ikut mempengaruhi kebijakan Sisa Hasil Usaha (SHU). Penelitian ini bertujuan 1) untuk menganalisis perkembangan jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman, serta kebijakan SHU pada KSP di Kota Bogor; 2) untuk menguji pengaruh jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman terhadap kebijakan SHU secara simultan pada KSP di Kota Bogor; 3) untuk menguji pengaruh jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman terhadap kebijakan SHU secara parsial pada KSP di Kota Bogor; 4) untuk mendesain strategi dan kebijakan KSP di Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan kualittaif dengan pendekatan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi sebanyak 21 unit KSP. Sedangkan, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling di mana sampel diambil dengan kriteria tertentu. KSP yang memenuhi kriteria diperoleh sebanyak 6 unit KSP. Teknik analisis menggunakan regresi linier berganda dan didukung informasi kualitatif melalui wawancara dengan teknik in depth interview. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian hipotesis secara simultan dengan menggunakan uji F dan secara parsial menggunakan uji t dengan tingkat probabilitas sebesar 5 persen (0,05). Hasil penelitian uji F menerangkan bahwa jumlah anggota, total aset, modal sendiri, dan modal pinjaman secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU pada KSP di Kota Bogor. Hasil uji t menunjukkan bahwa jumlah anggota, total aset, dan modal sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU. Sebaliknya, modal pinjaman tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap SHU pada KSP di Kota Bogor.

 

 

Keywords

Jumlah anggota, total aset, modal sendiri, modal pinjaman, sisa hasil usaha

Full Text:

PDF

References

Gunawan, Imam. 2016. Pengantar Statistika Inferensial. Rajawali Pers. Jakarta

Ghozali, Imam. 2009. Ekonometrika: Teori, Konsep dan Aplikasi dengan SPSS 17. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Keown, Arthur J. 2004. Manajemen Keuangan: Prinsip-prinsip Keuangan dan Aplikasi. Alih Bahasa, Haryandini. PT. INDEKS Kelompok GRAMEDIA. Jakarta.

Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menegah Nomor: 129/KEP/M.KUKM/XI/2002, Tanggal 29 November 2002 tentang Pedoman Klasifikasi Koperasi.

Keputusan Menteri Koperasi dan UMKM Nomor 29 Tahun 2002.

Meagher, P., Campos, P., Christen, R.P., Druschel, K.,Gallardo, J., Martowijoyo, J. 2006. Microfinance Regulatory in Seven Countries: A Comparative Study. Submitted to Sa-Dhan, New Delhi bye The IRIS Center, University of Maryland.

Priyatno, Duwi, 2011. Buku Saku Analisis Statistik Data SPSS. Mediakom. Yogyakarta.

Permen Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 15/Per/M.Kukm/Ix/2015 tentang Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.

Riyanto, Bambang. 2008. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan (Edisi 4). BPFE-UGM. Yogyakarta.

Sugiyono, 2016, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), Cetakan Ketiga, Alfabeta, Bandung.

________, 2000, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung.

Tambunan, 2009. Kenapa Koperasi di Negara-Negara Kapitalis/Semi Kapitalis Lebih Maju. www.google.com, Des 2013.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian

Refbacks

  • There are currently no refbacks.