HUBUNGAN KERJA ANTARA JURAGAN DAN ANAK BAGAN DALAM KEHIDUPAN NELAYAN

Sri Haryati Putri

Abstract

Secara kasat mata, profesi nelayan dianggap sebagai kualifikasi masyarakat miskin, karena didera keterbatasan dibidang kualitas sumber daya manusia, akses, penguasaan teknologi, pasar dan modal. Ternyata, tidak semua nelayan dikategorikan dengan kehidupan terbelakang. Juragan sebagai pemodal bertindak sebagai induk semang hidup berkecukupan dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Penulisan ini menggunakan metode penulisan sejarah yang bertujuan untuk mengungkapkan sisi lain dari kehidupan nelayan, terutama nelayan buruh yang hanya bermodalkan tenaga beserta alat pancing sederhana, hanya menggantungkan penghidupannya pada seorang juragan selaku pemilik bagan. Maka, terjadilah relasi patron-klien antara juragan dan anak bagan. Sisi lain mengungkapkan bahwa hubungan antara juragan dan anak bagan mengandung unsur eksploitasi dan dominasi. Tetapi, pola hubungan patron-klien lebih halus dan tak terlihat. Klien (anak bagan) tidak merasa adanya eksploitasi tersebut, karena pemberian bantuan berupa hutang dari juragan jauh lebih besar dan berlangsung intensif serta dalam jangka panjang.

Keywords

Anak bagan, juragan, nelayan, patron-klien.

Full Text:

PDF

References

AB. Lapian. 2008. Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17. Jakarta: Komunitas Bambu.

______. 2011. Orang Laut Bajak Laut Raja Laut, Jakarta: Komunitas Bambu.

Abd Rahman Hamid. 2015. Sejarah Maritim Indonesia.Yogyakarta: Ombak.

Arif Satria. 2002. Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Jakarta: Cidesindo.

Badan Pusat Statistik.2011 Kecamatan Linggo Sari Baganti dalam Angka Tahun 2011, BPS Kec. Linggo Sari Baganti Pesisir Selatan

Benda-Beckman, Keebet Von. 2000. Goyahnya Tangga Menuju Mufakat. Jakarta: Grasindo.

Cortesao, Armando. 2014. Suma Oriental Karya Tome Pires: Perjalanan dari Laut Merah ke Cina dan Buku Fransisco Rodriques. Yogyakarta: Ombak.

Djoko Pramono. 2005. Budaya Bahari. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Gusti Asnan. 2007. Dunia Maritim Pantai Barat Sumatera. Yogyakarta: Ombak.

______. 2016. Sungai dan Sejarah Sumatera. Yogyakarta: Ombak.

Haslim BA. 1997. Pesisir Selatan Membangun. Painan: Kantor Deppen Kabupaten Pesisir Selatan

Helius Sjamsudin. 2012. Metodologi Sejarah. Yogayakarta: Ombak.

Jopie Wangania. 1980. Jenis-Jenis Perahu di Pantai Utara Jawa-Madura. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Jumhari, “Melacak Kearifan Tradisional dan Alih Pengetahuan Teknologi Pembuatan Kapal Tradisional di Daerah Air Haji Lewat Tuturan Si Tukang Tuo Bagan”, Jurnal Suluah Vo.15 No.19.

Kusnadi. 2009. Keberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

______. 2009. Ekologi Politik Nelayan. Yogyakarta: LKiS.

Nur, Mhd. 2000. Bandar Sibolga di Pantai Barat Sumatera pada Abad ke 19 Sampai Pertengahan Abad ke-20. Disertasi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Purniati, Nina. 2014. Konflik Nelayan di Kecamatan Linggo Sari Baganti dan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan, Studi Kasus: Air Haji Tanjung Kandis dan Pulau Rajo Inderapura. Skripsi. Padang: STKIP PGRI Sumatera Barat.

Rahardjo Adisasmita. 2015. Pembangunan Wilayah, Kepulauan, Kelautan Maritim, Terisolasi, Terpencil, Tertinggal, Perbatasan, Pesisir, Pulau-Pulau Kecil, Archipelago dan Semeja. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rahmat, Aulia. 2018. Partisipasi Politik Masyarakat nelayan Sungai Limau Dalam Pemilu Legislatif Tahun 1999. Jurnal. Padang. Jurnal Bakaba, Volume 8, Nomor 2, bulan Desember.

Rilus A Kinseng. 2011. Konflik Kelas Nelayan di Indonesia, Tinjauan Kasus Balik Papan, Bogor: IPB Press .

Rokhmin Dahuri. 2001. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: Pradnya Paramita.

Setiawan. Ocky. 2005. Transmigrasi Lokal di Nagari Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pessir Selatan Tahun 1988-2000. Skripsi Padang: Universitas Andalas.

Sudirman. 2013. Mengenal Alat dan Metode Penangkapan Ikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sufirudin. 2016. “Hubungan Patron-Klein Di antara Masyarakat Nelayan di Desa Kangkunawe Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara”. Jurnal Holistik No.17A.

Supriyanto. 2013. Pelayaran Perdagangan di Pelabuhan Palembang 1824-1864. Yogyakarta: Ombak.

Syahrizal, dkk. 2011. “Aspek Tindakan dan Perilaku dalam Kemiskinan: Studi Pada Masyarakat Nelayan Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat”. Jurnal Humanus Vol.X. No.1.

Zubir, Zaiyardam. 2008. Profil Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan”. Laporan Penelitian. Padang: Kerjasama Bappeda Pesisir Selatan dan PSH Unand.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.