PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA PESISIR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN

Rukin Rukin

Abstract

Penelitian ini didasari dari fenomena yang masih rendahnya pembangunan yang terjadi didaerah-daerah desa Konservasi pengembangan dibidang ekonomi. Untuk penelitian ini dilakukan guna mempelajari rendahnya investasi masyarakat pesisir Pesisir sumber daya alam (SDA) Pesisir sangat melimpah. Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan publik yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan wilayah pesisir. Namun demikian yang terjadi pada masyarakat desa Pesisir masih sangat rendah. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kajian fenomenologi yang diperoleh temuan-temuan tentang rendahnya anggaran masyarakat desa Pesisir ini. Penyebab rendahnya anggaran ini Selain itu, pola hidup masyarakat yang kurang tepat juga menjadi pemicu rendahnya pendapatan mereka. Kurangnya pemberdayaan yang jelas dari pemerintah guna meningkatkan ekonomi mereka. Belum diberdayakannya secara maksimal SDA wilayah Pesisir ini oleh masyarakat Pesisir dan juga sarana prasarana prasarana desa. Diharapkan adanya peran serta pemerintah dalam pengelolaan serta pemberdayaan ekonomi mereka. Salah satu solusi yang daapat diambil adalah pembenahan kebijakan publik yang terkait dengan pembangunan desa Pesisir. Selain itu, program pavingisasi dan penerangan jalan juga menjadi program prioritas. Pembinaan dan pemberdayaan ekonomi harus segera dilakukan.

Keywords

JSH

Full Text:

PDF

References

Agossou (2000) Village Participation in Rural Development. Royal Tropical Institute / World Bank. ISBN 90 6832 136 6.

Apriliani (2014) Economics development analysis. Journal Universitas Negeri Semarang. ISSN 2252-6765.

Bappenes. 2014, Rencana Pembangunan Jangja Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Denzin and Lincoln, 2009, Handbook of Qualitative Research. Edisi Bahasa Indonesia. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Indarti & Wardana (2013) Metode pemberdayaan masyarakat pesisir melalui penguatan kelembagaan di wilayah pesisir Kota Semarang. BENEFIT Jurnal Manajemen dan Bisnis, 17 (1):75-88.

Kusnadi. 2002, Konflik Sosial Nelayan, Kemiskinan dan Perebutan Sumberdaya Perikanan (Yogyakarta: LKiS, 2002).

Lasabuda (2013) Pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan. Jurnal Ilmiah Platax, I-2. ISSN: 2302-3589.

Mardjoeki (2012) Pemberdayaan masyarakat pesisir pantai utara daerah Kabupaten Cirebon. Jurnal Ekonomi, 1 (1). ISSN: 2302-7169

Miraza R (2009) Implementasi Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Universitas Sumatera Utara.

Merriam SB (2002) Introduction to Qualitative Research. JOSEY-BASS, A Wiley Company – San Fransisco.

Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 57 Tahun 2013 Tentang Rencana Rinci Masterplan Kawasan Strategis Pesisir Kabupaten Sidorjo.

Rukin (2015) Pariwisata pesisir sebagai salah satu alternatif pemberdayaan perekonomian masyarakat desa pesisir. Jurnal Ilmiah Sosial & Humaniora, 9 (1):36-46. Universitas Surabaya, 2015.

Rukin, B. Rahman, A. Toha, and N.D. Gianawati. 2018. Coastal rural community economic development as a poverty reduction efforts. The International Journal of Social Sciences and Humanities Invention, Volume 5 Issues 4 page 4627-4633. DOI: 10.18535/ijsshi/v5i4.12, ISSN: 2349-2031, 2018, THEIJSSHI.

Rukin. 2018. Economic development as a way to fight against poverty in a coastal society, Journal Masyarakat, Kebudayaan & Politik, Volume 31 Issues 2 page 230-240. Universitas Airlangga, 2018.

Saraswati (2014) Peranan istri nelayan dalam menunjang kehidupan keluarga. Jurnal Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.

Sara (2014) Pengelolaan Wilayah Pesisir. Gagasan Memelihara Aset Wilayah Pesisir dan Solusi Pembangunan Bangsa. Alfabeta Bandung.

Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.