PEMETAAN FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU BABY SMOKER DI SUKABUMI

Erisa Septiyani, Lusi Kusherawati, Dhea Puspitasari, Billyardi Ramdhan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor dominan yang
mempengaruhi perilaku baby smoker di Sukabumi. Pada tahun 2017
Indonesia dinobatkan sebagai negara “baby smoker”. Hal ini merupakan
salah satu hal yang memalukan bagi Indonesia, sehingga perilaku tersebut
harus dicegah dan diputuskan. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini merupakan metode studi kasus dengan teknik pengambilan
data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Peneliti
menggunakan lima respon yang diwawancarai untuk membandingkan
beberapa pernyataan dari responden tersebut. Hasil dalam penelitian yaitu
ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku baby smoker,
diantaranya faktor lingkungan yang terdiri dari lingkungan keluarga dan
lingkungan masyarakat, agama dan pendidikan. Hasil analisis faktor-
faktor kemudian dilakukan kategorisasi dan dipetakan faktor dominan
yang mempengaruhi perilakunya. Dari hasil analisis, ditemukan faktor
yang dominan mempengaruhi perilaku baby smoker adalah lingkungan
keluarga dan masyarakat. Namun, faktor terbesar adalah keluarga yang
berasal dari pola asuh dan bimbingan keluarga itu sendiri ketika anak
memasuki meniru anak. Kesimpulannya, pemetaan faktor dominan yang
mempengaruhi perilaku baby smoker di Sukabumi dipengaruhi oleh pola
asuh dan pengawasan orang tua yang kurang baik, sehingga anak akan
meniru perilaku yang dilihat disekitarnya.

Keywords

Baby smoker, fase oral, fase meniru, lingkungan keluarga, lingkungan Masyarakat

Full Text:

PDF

References

Atkison, R. (2010). Pengantar Psikologi Jilid Satu. Tangerang: Interaksa.

Bandura, A. (1997). Social Learning Theory. New Jersey: Prentice-Hall.

Bensley, R. J. (2009). Metode Pendidikan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC.

Darling, dan Nancy. (1999). Parenting Stule and Its Correlates. US Departemen of Education:

ERIC Digest.

Faridah, F. (2015). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok Remaja di SMK “X”

Surakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3 (3),887-897.

Hasanah, H. (2017). Baby Smoker: Perilaku Konsumsi Rokok Pada Anak dan Strategi

Dakwahnya. Jurnal SAWWA,9 (2).

Karami, M, F. 2017. Kampanye Sosial Tentang Bahaya Asap Rokok Terhadap Balita (Bagi

Ayah Perokok Aktif). Jurnal e-Proceeding of Art & Design, 4 (3).

Melda, S. (2017). Faktor-Faktor Penyebab Remaja Merokok (Studi Kasus Remaja Laki-Laki di

Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda). E-

Journal Sosiatri-Sosiologi, 5 (4), 102-116.

Mohammad, M. (2018). “Ketika Puntung Rokok Bikin Balita di Sukabumi Jadi Pemarah”.

[Online]. Tersedia pada liputan6.com. Dipunggah pada [30 Agustus 2018].

Nasution, H. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Merokok Kepala

Keluarga Di Kelurahan Ujung Padang Kota Padang Sidimpuan Tahun 2017. Jurnal

llmiah Kohesi, 1 (3).

Safitri, et al. (2013). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Remaja.

Tazkiyah Journal of Psychology, 18 (1), 47-65.

Santrock, J.W. (2003). Adolescenes., eleventh edition. Remaja, edisi sebelas. Benedictine

Widyasinta (terj). Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.

Rahayuningsih, F. (2015). “Hubungan antara Persepsi Perilaku Merokok dengan Perilaku

Merokok Siswa SMK X di Kota Semarang”. (Skripsi). Semarang: Fakultas Kesehatan

Masyarakat Universitas Diponegoro.

Ramayulis. (1987). Pendidikan Islam Dalam Rumah tangga. Jakarta: Kalam Mulia

Riskesdas. (2010). Riset Kesehatan Dasar. Riskesdas 2010. Jakarta: Kementerian Kesehatan

Indonesia.

Santoso, B. (2018). Diduga Kecanduan, Balita Sukabumi Isap 2 Bungkus Rokok Sehari.

[Online]. Tersedia pada suara.com. Dipunggah pada [30-Agustus-2018].

Sugiyono. (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: PT. Lukis Pelangi Aksara

Wardianti Y, dan D, Mayasari. (2016). Pengaruh Fase Oral Terhadap Perkembangan Anak.

Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 1 (2),36-37.

Wulan, D. K. (2012). Faktor Psikologis Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Remaja.

Jurnal Humaniora, 3 (2), 504-514.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.