ANALISIS MANAJEMEN RISIKO BERBASIS ISO 31000:2009 PADA MODEL OPTIMASI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA SPIRITUAL

Yuviani Kusumawardh

Abstract

Sektor pariwisata di Indonesia memiliki kontribusi yang besar pada perekonomian negara. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pengembangan pariwisata perlu dilakukan dalam rangka menarik wisatawan lebih banyak lagi. Pengembangan pariwisata yang saat ini sedang tren salah satunya adalah wisata spiritual. Wisata spiritual dinilai menghargai budaya lokal, mencintai alam dan lingkungan, serta wisatawan yang datang juga diajarkan untuk mengenal budaya lokal. Pura Parahyangan Agung Jagatkartta memiliki keindahan alam karena letaknya dibawah kaki Gunung Salak. Tempat ini berpotensi untuk dijadikan suatu objek wisata spiritual, karena Pura ini masih dijadikan tempat beribadah oleh umat Hindu hingga saat ini.

Pada pengembangan destinasi wisata spiritual ditemukan banyak risiko-risiko yang akan dihadapi oleh pihak pengembang. Penelitian ini bertujuan menemukan risiko-risiko apa saja yang timbul pada proses implementasi model optimasi kemudian merumuskan manajemen risiko berbasis ISO 31000:2009. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa manajemen risiko berbasis ISO 31000:2009 yang telah dirancang untuk model optimasi dapat membantu memaksimalkan kinerja model optimasi itu sendiri pada proses implementasinya, yaitu dengan meminimalkan risiko-risiko yang terjadi. Kendala atau risiko yang ada dapat ditanggulangi secara cepat dengan cara pemberdayaan masyarakat dan penggunaan teknologi lokal yang tepat guna secara efektif dan efisien.

Keywords

Menejemen resiko, wisata spiritual

Full Text:

PDF

References

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2015. Tingkat Pertumbuhan Kedatangan Turis Asing ke Indonesia 2007-2015 [Internet]. [diunduh 2017 8 April]. Tersedia pada: http://bps.go.id

[Disbudpar] Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat. 2015. Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Taman Sari Gunung Salak Tahun 2015 [Internet]. [diakses 2016 Mei 10]. Tersedia pada: http//www.disbudpar.jabarprov.go.id

Budiastawa, Putu. 2009. Wisata Eko-Spiritual sebagai alternatif pengembangan Bukit Bangli di Kabupaten Bangli (Tesis Program Magister Pariwisata). Denpasar (ID): Universitas Udayana.

Djohanputro B. 2008. Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi. Jakarta (ID): PPM.

Hadiguna R. 2010. Perancangan Sistem Penunjang Keputusan Rantai Pasokan dan Penilaian Risiko Mutu Pada Agroindustri Kelapa Sawit Kasar [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

ISO 31010. 2009. International Standard: Risk Management-Risk Assessment Technique. Geneva, Switzzerland: IEC (Internation Electrotechnical Commission).

Kountur, R. 2008. Manajemen Risiko Operasional Perusahaan. Jakarta (ID) : PPM.

Kusumawardhani, Yuviani. 2016. Optimization Model Analysis to Develop Destination Travel : The 8th International graduate School and Scholars’ Conference in Indonesia, 26-27 Oktober 2016. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Marimin, Maghfirof N. 2010. Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Rantai Pasok. Bogor (ID): IPB Pr.

Muslich M. 2007.Manajemen Risiko Operasional Teori dan Praktek. Jakarta (ID): PT Bumi Aksara.

Muttaqin, T, Ris Hadi Purwanto, dan Siti Nurul Rifiqo. 2011. Kajian Potensi dan Strategi Pengembangan Ekowisata di Cagar Alam Pulau Sempu Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Jurnal GAMMA (6)2: 152-161.

Rustam, Bambang Riyanto. 2013. Manajemen Risiko Perbankan di Indonesia. Jakarta (ID) : Salemba Empat

Siahaan, H. 2007. Manajemen Risiko. Jakarta (ID): PT Elex Media Computindo.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.