KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN ELEKTRONIK (E-LEARNING) SEBAGAI PENGGANTI PERKULIAHAN KONVENSIONAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALITIS MAHASISWA

Anita Anggraini

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran elektronik (e-learning) sebagai pengganti perkuliahan konvensional untuk meningkatkan kemampuan analitis mahasiswa.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment design.  Populasi penelitian adalah mahasiswa semester 1 program studi Akuntansi Universitas Pamulang tahun ajaran 2017/2018 dengan sampel dua kelas yang berjumlah 47 orang dan diambil dengan teknik cluster random sampling.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, studi dokumentasi, dan tes kemampuan berpikir analitis, dan dianalisis menggunakan paired sample t-test.  Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tidak efektifnya penggunaan e-learning sebagai pengganti perkuliahan konvensional (non e-learning) sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis peserta didik terhadap permasalahan-permasalahan pada mata kuliah Pengantar Akuntansi I.  Tetapi walaupun demikian, rata-rata kemampuan berpikir analitis kelompok e-leaning juga cukup besar, yaitu 67,23 sehingga e-learning juga cukup bagus untuk digunakan, tetapi mungkin tidak sebagai pengganti pembelajaran konvensional, melainkan sebagai suplemen (tambahan) dan/atau komplemen (pelengkap) pembelajaran.

Full Text:

PDF

References

Anderson, L. W. et. al. (2015). Kerangka landasan untuk pembelajaran, pengajaran, dan asesmen (Agung Prihantoro, Penerjemah). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Brown, D. H. (2000). Principles of Language Learning and Teaching. San Fransisco: Longman.

Effendi, Empy & Zuang, Hartono. (2005). E-learning Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit Andi Yogyakarta.

Gunawan, Adi W. (2003). Genius Learning Strategy. Petunjuk Praktis untuk Menerapkan Accelerated Learning. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Umum.

Horton, William dan Horton, Katherine. (2003). E-Learning Tools and Technologies: A Consumer Guide for Trainers, Teachers, Educators, and Instructional Designers. USA: Wiley Publishing, Inc.

Kamarga. (2000). Sistem E-Learning. Jakarta: Salemba Empat.

Kumar, Jaya C. (2002). Aplikasi E-Learning dalam Pengajaran dan Pembelajaran di Sekolah Malaysia. Jakarta.

Lewy, Zulkardi dan Nyimas Aisyah. (2009). Pengembangan Soal Untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Pokok Bahasan Barisan dan Deret Bilangan Di kelas IX Akselerasi SMP Xaverius Maria Palembang. Jurnal Pendidikan Matematika Volume 3(2), 16

Osborne, J. (2013). The 21st Century Challenge for Science Education: Assessing Scientific Reasoning. Thinking Skills and Creativity , 10, 265-279.

Rahmawati. (2015). Menggali Lebih Dalam Kelemahan Siswa Indonesia Berdasarkan Hasil Analisis TIMSS 2015. Jakarta: Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Kemdikbud.

Rodliyah, N. (2015). Deskripsi kemampuan berpikir analitis dalam memecahkan masalah matematika siswa kelas akselerasi 1 SMP Negeri 1 Purwokerto ditinjau dari creativity quotient (CQ). Jurnal Pendidikan Matematika, 1-10.

Rosenberg. (2001). Pemanfaatan Multimedia dalam Pendidikan. New York: Addison Wesley Longman.

Sanjaya, W. (2013). Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Siahaan, S.M. (2002). Analisis Motif Mengajar Guru dalam Membangun Pemahaman Instrumental dan Pemahaman Relasional Siswa dengan Menggunakan Skema Pemecahan Masalah Berdasarkan Model Argumentasi Toulmin. Bandung: SPs. UPI.

Sudjana, Nana. (2002). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: RemajaRosdakarya.

Winarti. (2015). Profil Kemampuan Berpikir Analisis dan Evaluasi Mahasiswa dalam Mengerjakan Soal Konsep Kalor. Jurnal Inovasi Dan Pembelajaran Fisika. Volume 2, Nomor 1, Hal: 19-24.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.