EKSTRAKSI FIKOSIANIN DARI SPIRULINA PLANTESIS SEBAGAI BIOPIGMEN DAN ANTIOKSIDAN

Siti Irma Rahmawati, Syarif Hidayatullah, Mira Suprayatmi

Abstract


Pewarna alami lebih disukai karena tidak memiliki efek yang negatif terhadap tubuh manusia sehingga mempunyai tingkat keamanan pangan yang tinggi, selain itu juga pewarna alami mudah diuraikan. Bahan pewarna alami bisa diperoleh dari berbagai jenis sumber, salah satunya yaitu spesies alga yang merupakan tumbuhan tingkat rendah di perairan. Alga terdapat 2 jenis yaitu makroalga yang berukuran besar dan mikroalga yang berukuran kecil (renik). Spesies mikroalga yang dapat menghasilkan pewarna alami salah satunya adalah Spirulina. Jenis pewarna alami yang terkandung pada mikroalga tersebut yaitu fikosianin. Pada penelitian ini, dilakukan ekstraksi fikosianin dari Spirulina platensis dengan menggunakan tiga metode berbeda yaitu Maserasi, Ultrasound-Assisted-Extraction (UAE) dan Freezing untuk mengetahui metode mana untuk menghasilkan yield dan antioksidan tertinggi dari ekstrak yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa berdasarkan nilai yield tertinggi dan kandungan fikosianin, freezing merupakan metode ekstraksi terbaik dengan kandungan fikosianin yang paling tinggi yaitu sebesar 26,53%. Sedangkan nilai aktivitas antioksidan terbesar dihasilkan oleh metode ekstraksi maserasi dengan nilai IC50 sebesar 49,59 ppm. Fikosianin yang dihasilkan dari ketiga metode ekstraksi termasuk antioksidan kuat.

Keywords


ekstraksi, Spirulina plantesis, fikosianin, biopigmen, antioksidan

Full Text:

PDF

References


Antelo, FS., Anschau, A., Costa, JAV., Kalil, SJ. 2010. Extraction and Purification of C-phycocyanin from Spirulina platensis in Conventional and Integrated Aqueous Two-phase Systems. J. Braz. Chem. Soc. 2010, 21, 921–926.

Arlyza IS. 2005. Fikosianin dari Mikroalga Bernilai Ekonomis Tinggi sebagai Produksi Industri. Oseana XXX (3): 27-36.

Arlyza, IS. 2005. Isolasi Pigmen Biru Phycocyanin dari Mikroalga Spirulina platensis. Oceanologi dan Limnologi di Indonesia. Pusat Penelitian Oceanografi-LIPI, No. 38: 79-92.

Becker, EW. (1994). Microalgae Biotechnology and Microbiology. England: Cambridge University Press; p. 178-185.

Bennet A, Bogorad L. 1973. Complementary chromatic adaptation in a filamentous blue-green alga. Th e Journal of Cell Biology 58: 419-435.

Berk Z. 2009. Food Process Engineering and Technology. USA: Elsevier Inc. Hal 511-524.

Boussiba, S. and A.E. Richmond 1979. Isolation and characterization of Phycocyanins from the blue-green algae Spirulina platensis. Arch. Microbiol.190: 155-159.

Bradford MM. 1976. A rapid and sensitive method for the quantitation of microorganisms quantities of protein in utilizing the principle of protein‐dye binding. Anal. Biochem 72:248‐254.

Cahyadi, W. 2006. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Bumi Aksara. Jakarta.

CARRA and HEOCHA 1976. The photosynthetic pigments In: MARGALITH P.Z. (ed.) Pigment Microbiology, Cambridge, England: 84-88.

Colla LM, Reinehr CO, Reichert CJ, Costa AV (2007). Production of biomass and nutraceutical compounds by Spirulina platensis under different temperature and nitrogen regimes. Bioreso. Technol., 98: 1489–1493.

Djamil R, Anelia T. (2009). Penapisan fitokimia, uji BSLT, dan uji antioksidan ekstrak metanol beberapa spesies Papilionaceae. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 7(2):65-71.

Doke JM. 2005. An improved and effisient method for the extraction of phycocyanin from Spirulina sp. Journal of Food Engineering. Vol. 1. Issue 5. Article 2.

Eriksen, N.T. 2008. Production of phycocyanin-a pigment with application in biology, biotecnology, food and medicine (abstract). J. Appl. Microbiol. Biotechnol. 80 (1): 1-14.

Fu L, Tao Xu B, Rong Xu X, You Gan R, Zhang Y, Qin Xia E, Bin Li H. 2011. Antioxidant capacities and total phenolic content of 62 fruits. Food Chemistry 129: 345-350.

Gonzalez R, Gonzalez A, Remirez D, Romay C, Rodriguez S, Ancheta O, Merino N.2003. Protective eff ects of phycocyanin on galactosamine-induced hepatitis in rats. Biotechnology Aplicada 20: 107-110.

Harborne, JB. (1986). Metode fitokimia penuntun cara modern menganalisis tumbuhan (2nd ed.). (Terj.) Padmawinata K, Soediro I. Bandung: penerbit ITB. h. 13-21, 27-9.

Henrikson R. 2009. Earth Food Spirulina. Ed Ke-6. Hawai: Ronore Interprise, Inc. Hal 37.

Hirata, T., Tanaka, M., Ooike, M., Tsunomura, T., Sakaguchi, M. (2000). Antioxidant activities of phycocyanobilin prepared from Spirulina platensis. Journal of Applied Phycology. 12:435-9.

KABINAWA, I. N. K, H. NAGASE, K. HIRATA and K. MIYAMOTO 1996. Growing the Cyanobacterium Spirulina platensis in an artificial wastewater medium. Annual Report of IC Biotech. International Center for Biotechnology, Osaka University, Osaka, Japan.

Mishra, SK., Shrivastav, A., Mishra, S. 2008. Effect of Preservatives for Food Grade C-PC from Spirulina platensis. Process Biochemistry 43: 339-345.

Mohammad J. 2007. Produksi dan Karakterisasi Biopigmen Fikosianin dari Spirulina fusiformis Sera Aplikasinya Sebagai Pewarna Minuman [skripsi]. Bogor: Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK). Institut Pertanian Bogor (IPB).

Molyneux P. 2004. Th e use of stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Journal of Science Technology 26: 211 219.

Pirenantyo P dan Limantara L. 2008. Pigmen senyawa Spirulina sebagai senyawa anti kanker. Indonesia Journal of Cancer (4): 155 – 163.

Richmond A. 1988. Spirulina. Di dalam Borowitzka MA dan Borowitzka LJ, editor. Micro-algal biotechnology. Cambridge: Cambridge University Press.

Silveira ST, Burkert JFM, Costa JAV, Burkert CAV, Kalil SJ. 2007. Optimization of phycocyanin extraction from Spirulina platensis using factorial design. Bioresources Technology 98: 1629–1634.

Spolaore P, Joannis-Cassan C, Duran E, Isambert A. 2006. Commercial application of microalgae. Journal of Bioscience and Bioengineering 101(2): 87-96.

Ukieyanna, E., Suryani., Roswiem, A.P. 2012. Aktivitas

Antioksidan kadar fenolik dan flavonoid total tumbuhan suruhan. Skripsi. Bogor: Departemen Biokimia Institut Pertanian Bogor.

Vinatoru, M. 2001. An Overview Of The Ultrasonically Assisted Extraction Of Bioactive Principles From Herbs. Ultrason Sonochem Journal. 8:303–313

Wang, B., Z. Yu, & L.S. Hwang. 1995. Quantitative Analysis of Chlorophylls and their derivatives by thin layer chromatography. J. Chinese Agricultural Chemical Society, 33(5): 550-560

WEIL, A. 2000. Green food Spirulina, Blue-green algae and Chorella . http://www.wellness.com

Winarsih H. (2007). Antioksidan alami dan radikal bebas (5nd ed.). Yogyakarta: Kanisius.

Yudiati E, Sedjati S, Sunarsih, Agustian R. 2011. Aktivitas antioksidan dan toksisitas ekstrak metanol dan pigmen kasar Spirulina sp. Ilmu Kelautan 16 (4): 187 – 192.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PERTANIAN

E-ISSN 2550-0244 P-ISSN 2087-4936

LPPM Universitas Djuanda Bogor

Jl. Tol Ciawi No 1 Kotak Pos 35 16720

Gedung A REKTORAT Lantai 2

 

indexing by:

    

 

 

 

View My Stats

 

Creative Commons Licence
JURNAL PERTANIAN This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.