KARAKTERISTIK NON KARKAS KELINCI YANG DIBERI PAKAN TAMBAHAN TEPUNG DAUN SIRSAK DAN ZEOLIT

Made Dwi Abdullah, Hanafi Nur, Anggraeni Anggraeni

Abstract


Kelinci berpotensi sebagai alternatif sumber protein hewani. Daging kelinci mengandung protein tinggi dan kandungan lemak yang rendah dibandingkan dengan daging ternak lain. Saat ini, informasi terkait performa karkas kelinci Rex dan lokal masih sangat kurang. Penelitian ini dilaksanakan di Cibanteng Gunung Letik, Kampung Pabuaran Sawah, Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mangetahui performa non  karkas, pada kelinci lokal.Kelinci yang digunakan sejumlah 20 ekor kelinci lokal jantan dengan bobot rata-rata 1,655 kg.  Kandang yang digunakan adalah kandang individu dengan ukuran panjang 0.56 m, lebar 0.45 m dan tinggi 0.45 m. Pemberian pakan dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu (P0) 65% hijauan + 35% konsentrat, (P1) : 62% hijauan n+3% tepung daun sirsak + 35% konsentrat,  (P2): 65% hijauan + 32% konsentrat +3% zeolit, (P3) :62% hijauan +3% tepung daun sirsak + 32% konsentrat + 3% zeolit. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan  Acak Lengkap  dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Analisis data menggunakan program SPSS 20.0. Pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian daun sirsak dan zeolit pada ransum kelinci lokal tidak mempengaruhi bobot non karkas.


Keywords


kelinci lokal, daun sirsak, zeolit , kualitas non karkas

Full Text:

PDF

References


Berg RT, Butterfield RM. 1976. New Concept of Cattle Growth. Sydney University Press, Sydney.

Cheeke PR, Patton NM, Lukefahr SD. 2000. Rabbit Prodution. 8 Edition The interstate Printers and Publisher inc. Danville IIIinois.

Dildjaman M. 2004. Penggunaan ampas tahu untuk meningkatkan gizi pakan domba lokal. Media Peternakan. 27 (3) : 107-110.

Diwyanto K, Sartika T, Moerfiah, Subandriyo. 1985. Evaluasi Karkas Kelinci Keturunan Flemish Giant pada berbagai bobot potong. Ilmu dan Peternakan. I (10) : 409-412.

Efendi E. 1983. Pengaruh tingkat protein dalam ransum terhadap produksi bagian yang dikonsumsi pada kelinci jantan lokal. [Skripsi]. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Gillespie JR. 2004. Modern Livestock and Poultry. 7 Edition Delmar, Learning, New York.

Hernomoadi BS, Sri E, Koesharto FX. 1994. Patologi gizi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.

Khotijah L 2006. Penambahan urea atau DL-metionina ke dalam ransum komplit biomasa ubi jalar pada kelinci. Med. Pet. 29: 89-95.

Rao DR, Sunki GR, Johnson WM, Chen CP. 1997. Postnatal growth of New Zeland White Rabbit. J. Animal Sci. 44 (6) : 1021-1025.

Ressang AA. 1984. Patologi Khusus Veteriner. Edisi II. N.V. Percetakan Bali, Denpasar.

Salam SA. 1983. Pengaruh pembatasan ransum terhadap organ dan bagian tubuh yang dapat dikonsumsi pada kelinci persilangan jantan. [Skripsi]. Fakultas Peternaka, Institut Pertanian Bogor.

Soeparno. 1992. Ilmu dan Teknologi Daging. Universitas Gajah Mada. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Subroto. 1985. Ilmu Penyakit Ternak I. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Thakur RS, Puranik PG. 1981. Rabbit : A Mamalian Type. S. Chand and Co. Ltd. Ram Nagar-New Delhi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pertanian

E-ISSN 2550-0244 P-ISSN 2087-4936

LPPM Universitas Djuanda Bogor

Jl. Tol Ciawi No 1 Kotak Pos 35 16720

Gedung A Lantai 2

 

indexing by:

    

 

View My Stats

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.