Pengaruh Subtitusi Pakan Komersil oleh Tepung Bungkil Inti Sawit terhadap Nilai Energi Metabolis dan Kecernaan Ransum Ayam Kampung

Abdullah Alhanan Mulyana, Deden Sudrajat, Jatmiko Jatmiko

Abstract


Bungkil inti sawit digunakan sebagai pakan ternak, berpotensi besar menggantikan sebagian bahan pakan pada ransum komesial. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi energi metabolis ransum mengandung bungkil inti sawit pada ayam kampung. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan menggunakan sebanyak 16 ekor ayam kampung disusun secara acak menjadi 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah R0= Pemberian pakan komersil tanpa penambahan bungkil inti sawit;  R1= Pemberian pakan komersil dengan penambahan 10 % bungkil inti sawit; R2= Pemberian pakan komersil dengan penambahan 15 % bungkil inti sawit; R3= Pemberian pakan komersil dengan penambahan 20 % bungkil inti sawit. Peubah yang diamati terdiri dari energi metabolis dan kecernaan ransum ayam kampong dengan menggunakan metoda indikator Cr2O3. Hasil penelitian  menggunakan metode indikator menunjukan bahwa tepung bungkil inti sawit tidak erpengaruh nyata   pada energi metabolis, dan  kecernaan ransum. Namun pada kecernaan lemak kasar, menunjukan bahwa penambahan tepung bungkil inti sawit sangat berpengaruh nyata (P<0,01).


Keywords


ayam kampung, tepung bungkil inti sawit, energi metabolis

Full Text:

PDF

References


Aman, Y. 2011. Ayam Kampung Unggul. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta

Amrullah, IK.2006. Nutrisi Ayam Broiler, Lembaga Satu Gumung Budi, KPP Baranang Siang Bogor

Djulardi, A., H. Muis dan S. A. Latif. 2006. Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa Harapan. Cetakan Pertama, Andalas University Press, Padang.

Hartadi, H. Reksohadiprodjo, Tilman, 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan ke-5. Yogyakarta : Gajah Mada University Press

Nataamijaya, AG. 2010. Pengembangan Potensi Ayam Lokal Untuk Menunjang Peningkatan Kesejahteraan Petani. Jurnal Litbang Pertanian, 29(4): 131-138

Nelwida. 2009. Efek penggantian jagung dengan biji alpukat yang direndam air panas dalam ransum terhadap retensi bahan kering, bahan organik dan protein kasar pada ayam broiler. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 12(1) : 50 - 56.

Mattjik. A.A., dan I. M. Sumertajaya. 2006. Perancangan Percobaan Dengan. Aplikasi SAS dan MINITAB, Jilid I. IPB-Press, Bogor.

Sari L dan T Purwadaria. 2004. Evaluate the Effect of Mutans Aspergillus Niger to the Nutritive Value of Fermentation at Coconut Meal and Karnel Palm Meal. Biodiversitas, Journal of Biological Diversity 5, no. 2 (2004): 48–51, doi:10.13057/biodiv/d050202.

Satyawibawa, I dan Y.E., Widyastuti. 2000. Kelapa Sawit Usaha Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Aspek Pemasaran, Penebar Swadaya, Jakarta

Sembiring P. 2009. Peningkatan Kecernaan Protein Dan Energi Bungkil Inti Sawit Fermentasi Pada Ayam Broiler (Increased Protein And Energi Metabolism Digestibility By Fermented Palm Kernel Meal In Broiler), in Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Veteriner, Hal: 626–32.

Sibbald, I. R. 1980. Metabolic plus endogenus energy and nitrogen losses of adult cockerels:The Correction Used in Bioassay for true metabolizble Energy. Internasional Develompment Research Center, Canada.

Sinurat, A.P., T. Purwadaria, T. Pasaribu, P. Ketaren, H. Hamid, Emmi, E. Frederick, Udjianto dan Haryono. 2009. Proses Pengolahan Bungkil Inti Sawit dan Evaluasi Biologis Pada Ayam. Laporan Hasil Penelitian TA 2008. Balai Penelitian Ternak, Bogor

Sukaryana Y, E. Supriyatna, U. Atmomarsono), V. D. Yunianto. 2011. Peningkatan Nilai Kecernaan Protein Kasar Dan Lemak Kasar Produk Fermentasi Campuran Bungkil Inti Sawit Dan Dedak Padi Pada Broiler. JITP, 1: 167–72.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PERTANIAN

E-ISSN 2550-0244 P-ISSN 2087-4936

LPPM Universitas Djuanda Bogor

Jl. Tol Ciawi No 1 Kotak Pos 35 16720

Gedung A REKTORAT Lantai 2

 

indexing by:

    

 

 

 

View My Stats

 

Creative Commons Licence
JURNAL PERTANIAN This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.